- Harga minyak terkoreksi pada Kamis, 5 Februari 2026, setelah AS dan Iran sepakat melanjutkan dialog di Oman.
- Harga Brent dan WTI turun 1,4 persen akibat redanya kekhawatiran gangguan pasokan Timur Tengah.
- Stok minyak mentah AS menyusut akibat badai musim dingin, menjaga harga tetap di level tinggi.
Suara.com - Harga minyak terkoreksi pada Kamis 5 Februari 2026, menyusul kabar kesepakatan dialog antara AS dan Iran di Oman.
Redanya tensi geopolitik ini mengurangi kekhawatiran pelaku pasar akan adanya gangguan pasokan energi dari kawasan Timur Tengah akibat potensi ketegangan militer.
Mengutip dari Investing.com, harga minyak mentah Brent berjangka turun 1 dolar AS atau 1,4 persen, menjadi 68,47 dolar AS per barel pada pukul 01.52 GMT atau 08.52 WIB.
Harga minyak mentah West Texas Intermediate AS turun 91 sen, atau juga 1,4 persen menjadi 64,23 dolar AS.
Tercatat, harga minyak sempat melambung 3 persen pada Rabu akibat isu kegagalan diplomasi antara AS dan Iran.
Meski demikian, harga kembali stabil setelah kedua negara mengonfirmasi bahwa pertemuan di hari Jumat akan tetap terlaksana, walaupun agenda pembahasan masih dalam tahap finalisasi.
Analis pasar IG, Tony Sycamore, menilai fluktuasi harga minyak dipicu oleh ketidakpastian hasil diplomasi.
Harga yang sempat melonjak akibat rumor kegagalan dialog kini mulai stabil setelah adanya kepastian bahwa perundingan nuklir kembali berjalan.
Meskipun Iran bersedia mendiskusikan pengayaan uranium, AS berupaya memperluas agenda pembahasan ke isu rudal balistik, kelompok proksi, dan hak asasi manusia.
Baca Juga: Pertamina Gagalkan Pencurian 10 Ton Minyak Mentah di Prabumulih
Terlepas dari pembicaraan tersebut, ada kekhawatiran bahwa Presiden AS Donald Trump masih akan melaksanakan ancamannya untuk menyerang Iran, produsen terbesar keempat di antara Organisasi Negara-Negara Pengekspor Minyak (OPEC), yang berpotensi menimbulkan konfrontasi yang lebih luas di kawasan kaya minyak tersebut.
Selain itu, pasar mengkhawatirkan dampak konflik terhadap stabilitas pengiriman minyak dari kawasan Teluk. Selat Hormuz, yang berada di antara Oman dan Iran, merupakan jalur krusial yang dilewati seperlima pasokan minyak global.
Penutupan atau gangguan di jalur ini tidak hanya memukul Iran, tetapi juga mengancam arus ekspor minyak mentah dari negara-negara anggota OPEC seperti Arab Saudi, UEA, Kuwait, dan Irak ke pasar internasional.
Rencana dialog diplomatik memang mulai menekan risk premium (biaya risiko) pada harga minyak. Namun, harga tetap terjaga di level tinggi akibat menyusutnya cadangan minyak mentah dan produk sulingan di Amerika Serikat.
Laporan EIA mencatat penurunan stok ini dipicu oleh badai musim dingin ekstrem yang melanda berbagai wilayah AS pada akhir Januari, meskipun di sisi lain cadangan bensin mengalami kenaikan.
Berita Terkait
Terpopuler
- 6 Rekomendasi Sepatu Lokal Rp 200 Ribuan, Kualitas Bintang Lima
- 7 Parfum Lokal Wangi Segar Seperti Habis Mandi, Tetap Clean Meski Cuaca Panas Ekstrem
- 5 HP Samsung Galaxy A 5G Termurah Mulai Rp1 Jutaan, Performa Gak Kaleng-kaleng
- 7 Sepatu Lari Lokal yang Wajib Masuk List Belanja Kamu di Awal Mei, Nyaman dan Ramah Kantong
- Promo Alfamart Double Date 5.5 Hari Ini, Es Krim Beli 1 Gratis 1
Pilihan
-
16 Korban Tewas Bus ALS Terbakar di Muratara Berhasil Dievakuasi, Jalinsum Masih Mencekam
-
'Celana Saya Juga Hancur', Cerita Saksi yang Kena Sisa Air Keras Saat Bantu Andrie Yunus
-
Kala Harga Kebutuhan Meroket, Menulis Jadi Andalan Saya untuk Nambal Dompet
-
Hakim Gemas Anggota BAIS Siram Air Keras ke Andrie Yunus: Amatir Banget, Malu-maluin!
-
10 WNI Diamankan di Arab Saudi Terkait Haji Ilegal, Kemenhaj Pastikan Tak Akan Intervensi
Terkini
-
METI: Energi Hijau Bukan Sekadar Kurangi Emisi, Tapi Buka Peluang Ekonomi Baru
-
Jika Impor Baja China Dibiarkan, Penutupan PT Krakatau Osaka Steel Akan Disusul Perusahaan Lain
-
Bos BI Jamin Cadangan Devisa Tak Akan Goyah untuk Intervensi Rupiah
-
Pertamina dan Apache Bahas Peluang Kolaborasi Global Pengembangan Reservoir Kompleks
-
IHSG Terbang Tinggi 1,15% Hari Ini, 370 Saham Menghijau
-
Wanti-wanti LPG Mau Digantikan CNG: Bahaya, Tekanannya 25 Kali Lipat!
-
Alasan Perang Iran Bikin Harga BBM Tetap Mahal Meski Pasokan Minyak Dunia Melimpah
-
RUPST Bank Jago: Laba Tumbuh 115 Persen, Tetapkan Direksi Baru
-
BRI Life Catat Penurunan Klaim Rp1,17 Triliun di Kuartal I-2026
-
Profil Blueray Cargo: Perusahaan Spesialis Impor yang Seret Nama Dirjen Bea Cukai Djaka Budi Utama