- Polisi jadwalkan klarifikasi terlapor kasus penganiayaan akibat kebisingan drum di Cengkareng.
- Kasus penganiayaan pria di Cengkareng memasuki tahap pemanggilan terlapor oleh polisi.
- Polisi usut kekerasan di Cengkareng yang dipicu teguran kebisingan suara drum.
Suara.com - Kasus penganiayaan terhadap seorang pria di Cengkareng, Jakarta Barat, yang sempat viral di media sosial, kini memasuki babak baru. Pihak kepolisian memastikan penanganan perkara terus berjalan dan akan segera memanggil terlapor untuk dimintai klarifikasi.
Kabid Humas Polda Metro Jaya, Kombes Budi Hermanto, menyatakan bahwa penyidik Satreskrim Polres Metro Jakarta Barat telah menjadwalkan agenda klarifikasi terhadap terlapor pada Rabu (11/2/2026) besok.
“Proses penanganan perkara berlanjut di Polres Metro Jakarta Barat. Besok, penyidik mengagendakan undangan klarifikasi bagi pihak terlapor,” ujar Budi di Polda Metro Jaya, Selasa (10/2/2026).
Kasus ini menarik perhatian publik setelah video kekerasan yang memperlihatkan seorang pria dipukuli hingga ditendang wajahnya beredar luas. Aksi brutal tersebut diduga dipicu oleh masalah sepele, yakni teguran terkait kebisingan suara drum.
Peristiwa bermula saat korban menegur tetangganya di Cengkareng yang kerap bermain drum dari siang hingga malam hari. Korban merasa aktivitas tersebut mengganggu ketenangan warga sekitar. Namun, teguran itu justru memicu cekcok mulut yang berujung pada kekerasan fisik.
Dalam rekaman video yang diunggah akun Instagram @angelju_, korban tampak sudah dalam posisi terdesak saat dipukuli. Meski sejumlah warga berupaya melerai, pelaku tetap bertindak brutal, bahkan menendang wajah korban hingga tersungkur.
Berdasarkan laporan kepolisian, pelaku sebenarnya sempat berjanji akan memasang peredam suara. Namun, kebisingan kembali terjadi hingga memicu perselisihan pada hari kejadian. Situasi kian memanas hingga terjadi penganiayaan.
Tak hanya kekerasan fisik secara langsung, korban mengaku sempat ditabrak menggunakan mobil milik orang tua pelaku hingga terjatuh. Setelah itu, korban diduga dicekik atau dipiting sebelum akhirnya wajahnya ditendang oleh pelaku.
Akibat insiden tersebut, korban mengalami luka-luka dan memutuskan untuk menempuh jalur hukum. Laporan resmi telah teregistrasi dengan nomor LP/B/359/II/2026/SPKT Polres Metro Jakarta Barat tertanggal 7 Februari 2026, dengan sangkaan penganiayaan sebagaimana diatur dalam Pasal 262 KUHP.
Baca Juga: Terbongkar Lewat Paket Ekspedisi, Ganja 2 Kg Siap Edar di Depok Digagalkan Polisi
Berita Terkait
Terpopuler
- 4 HP dengan Baterai 7000 mAh Terbaik 2026, Anti Lowbat Seharian Cocok untuk Ojol
- Siapa Ginka Febriyanti yang Kini jadi Komisaris Pertamina Retail
- Isu Rapat Khusus Berisi Perintah Awasi Gibran, Gerindra Sebut Hanya Mengawasi Harga Sembako
- 4 Sepatu Lari Ardiles Terbaik Paling Laris di Shopee, Lengkap Review dan Harganya
- Sering Mati Listrik? Ini 4 Genset Mini 1000 Watt yang Irit dan Tidak Berisik
Pilihan
-
Lagi! Peserta Latsarmil Kopdes Merah Putih Meninggal, Rifki Renaldi Jadi Korban Ke-4
-
Jelang Lawan Mesir, Striker Iran Mehdi Taremi Ditahan Otoritas AS
-
Semua Pengurus BEM FH UBK Dipecat, Kasus Suap Rp 20 Juta dari Polisi
-
Satu Kapal Tanker Pertamina Lolos dari Selat Hormuz
-
Tahan Inggris, Pelatih Ghana Sindir VAR: Saya Tak Yakin Masih Berfungsi
Terkini
-
PAM Jaya Siapkan Ribuan Toren Gratis, Warga Jakarta Diminta Tak Tunggu Kemarau Datang
-
Kerry Dibebani Rp13,4 Triliun, Pengacara Sebut Hakim Pakai Analisis LSM yang Tak Berwenang
-
Putusan Banding Dianggap Janggal, Kerry Riza Ajukan Kasasi ke MA
-
Kepercayaan Polri Tembus 82,4 Persen, Habiburokhman: Jangan Puas Diri, Terus Berbenah
-
Prabowo Tanya Akademisi: Kenapa 81 Tahun RI Tidak Bisa Bikin Mobil Buatan Sendiri?
-
Sikat Parkir Liar di Cawang, 250 Personel Gabungan Derek Mobil yang Nekat Bandel!
-
Perempuan Didorong Jadi Aktor Utama Ekonomi Restoratif, Tak Lagi Sekadar Penerima Manfaat
-
Terkuak! Ini Pemicu Longsor Petamburan: Dari Abrasi Kali BKB hingga Bangunan di Sempadan
-
Sekjen Partai Buruh Ferri Nuzarli Mundur! 1,3 Juta Anggota ORI Kompak Tinggalkan Partai
-
Prabowo Singgung Kegaduhan Usai Pemilu, Istana Langsung Klarifikasi