- Mantan Menteri Meutia Hatta menyayangkan bunuh diri bocah di NTT karena tidak mampu membeli alat tulis.
- Peristiwa tragis tersebut seharusnya dapat dicegah melalui respons pemerintah yang lebih cepat dan tanggap.
- Meutia mendorong istri pejabat mencontoh ibunya dalam mengingatkan suami mengenai kondisi kesulitan masyarakat.
Suara.com - Mantan Menteri Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak Meutia Hatta sangat menyayangkan soal adanya sikap nekat seorang anak mengakhiri hidup akibat berada di bawah garis kemiskinan.
Hal ini menanggapi soal terjadinya aksi bunuh diri yang dilakukan oleh seorang bocah, di Nusa Tenggara Timur (NTT) akibat tidak mampu membeli buku tulis, dan pena.
Meutia sangat menyesalkan peristiwa ini bisa terjadi. Sebab, tragedi itu sebenarnya bisa dicegah jika pemerintah bisa lebih tanggap.
“Sebetulnya hal seperti itu tidak boleh terjadi,” kata Meutia, usai Peluncuran Buku dalam peringatan Satu Abad Hari Lahir Ibu Rahmi Hatta, Jakarta Pusat, Senin (16/2/2026).
Putri Bung Hatta tersebut mengatakan, agar peristiwa tersebut tidak kembali berulang, maka istri-istri para pejabat harus bisa mengingatkan suami mereka yang sedang berada dalam kursi jabatan.
Ia sedikit mengingat apa yang dilakukan oleh ibunya, Rahmi Hatta, saat ayahnya masih menjadi Wakil Presiden.
Melalui pertemanan dengan para istri pejabat yang lain, kata Meutia, Rahmi selalu memberikan masukan kepada istri-istri mereka, agar ditindak lanjuti oleh para suami.
“Walaupun bukan pejabat tapi sesama teman bisa ‘Eh kok terjadi begini ya?’ atau bilang sama istrinya, (istrinya) bilang sama suaminya,” jelasnya.
“Itu terjadi dulu. Jadi tidak artinya tidak sendiri-sendiri. Jadi istri bisa ikut memberitahu kalau ada pertemanan dan ikut menjaga,” imbuhnya.
Baca Juga: Radar Sosial yang Lumpuh: Mengapa Negara Gagal Membaca Isyarat Sunyi YBR?
Meutia berharap, agar para wanita Indonesia bisa lebih peduli dengan kondisi bangsa saat ini.
“Jadi jangan acuh terhadap kondisi kesusahan apalagi yang sampai bunuh diri karena enggak punya, kan kasihan,” tandasnya.
Berita Terkait
Terpopuler
- Kinerja Tim Komunikasi Buruk, Prabowo Diingatkan Segera Reshuffle Seskab Teddy hingga Kapolri
- Ruben Onsu Jadi Tersangka Kasus Dugaan Penipuan, Bakal Dipanggil Polisi Minggu Depan
- 20 Kode Redeem FF Aktif 20 Agustus 2026: Klaim Item Langka dan Bundle Spesial
- Lawan Pernyataan Eki Pitung, Pemuda Kaum Betawi Percaya dengan Warga Pati yang Demo 27 Agustus
- Anggaran Bencana Tak Ditemukan, Istana Malah Beli Merpati Rp305 Juta untuk Perayaan HUT ke-81 RI
Pilihan
-
KPK Tangkap Rektor Unsoed Akhmad Sodiq Terkait Dugaan Suap Penerimaan Mahasiswa Baru
-
Geger Sekaten Solo: Keributan Pecah, Adu Dorong hingga Ada yang Dipukul di Bangsal Pagongan
-
Terputus Komunikasi Pasca Gempa, Mahasiswa NTT di Jogja Bergantung Bantuan Warga untuk Bertahan
-
Polwan Ditarik Mundur, Aksi BEM UI di Menara UOB Berujung Saling Dorong dengan Aparat
-
Gaji Manajer Kopdes Merah Putih Rp7,8 Juta per Bulan Viral, Benarkah Batal Rp16 Juta?
Terkini
-
AI hingga Microchip, RI-China Buka Jalan Baru Kerja Sama Teknologi
-
Kalimantan Belum Selesai, Karhutla Kini Kepung Papua Tengah: Api Makin Meluas
-
Tampang Maulana Paputungan Ayah Keji Pembunuh Disertai Mutilasi Anak Kandung di Merauke
-
Beli Voucher Game di BRImo Dapat Cashback Saldo 50 Persen
-
Investasi RI Tembus Rp1.010 Triliun, HIPMI Dorong Pengusaha Lokal Ikut Menikmati Dampaknya
-
Karhutla Kalimantan Mengganas, Presiden Prabowo Optimistis Bisa Segera Dijinakkan
-
22,69 Juta Pengguna Kripto RI, Tantangan Berikutnya Bikin Mereka Tak Lari ke Platform Asing
-
Bukan Sekadar Hitung Langkah, Galaxy Watch Ultra2 dan Watch9 Bantu Atur Beban Latihan
-
Korban FOMO Merapat! Eksotisnya Wajah Sungai Bogowonto Purworejo Saat Surut
-
Prabowo Tak Main-Main! Bidik 4 Korporasi di Balik Karhutla Kalimantan, Izin Bakal Dicabut