- Harga komoditas bahan pokok naik signifikan di awal Ramadan; cabai rawit merah melonjak tertinggi 9,54% menurut data PIHPS.
- DPRD DKI Jakarta kesulitan mengendalikan harga komoditas seperti cabai dan bawang yang bergantung pada pemasok.
- Pemerintah berencana distribusi pangan dari Jawa dan Sulawesi Selatan untuk menstabilkan harga cabai di Pasar Induk Kramat Jati.
Suara.com - Memasuki awal Ramadan tahun ini, masyarakat harus menghadapi kenyataan pahit akibat kenaikan harga sejumlah komoditas bahan pokok yang kian melambung tinggi.
Berdasarkan data Pusat Informasi Harga Pangan Strategis (PIHPS) Nasional, mayoritas harga sembako terpantau merangkak naik secara signifikan di berbagai pasar tanah air.
Harga cabai rawit merah tercatat mengalami lonjakan paling tajam sebesar 9,54 persen hingga menyentuh angka Rp83.850 per kilogram.
Tak hanya itu, cabai merah keriting pun mulai meroket 8,16 persen menjadi Rp50.350 per kilogram di pasaran.
Komoditas bumbu dapur lainnya seperti bawang merah mengalami kenaikan 5,68 persen menjadi Rp46.500 per kilogram, sementara bawang putih ukuran sedang naik menjadi Rp41.350 per kilogram.
Sektor pangan pokok berupa beras kualitas bawah juga ikut terkerek naik antara 3,13 persen hingga 4,55 persen di kisaran harga Rp14.650 sampai Rp15.100 per kilogram.
Lonjakan harga ini juga merambah ke sektor protein, di mana daging ayam ras naik 2,18 persen menjadi Rp42.150 per kilogram dan daging sapi kualitas I mencapai Rp145.900 per kilogram.
Menanggapi fenomena ini, Ketua Komisi B DPRD DKI Jakarta, Nova Harivan Paloh, memberikan sorotan tajam terhadap kendali harga di tingkat pemasok yang sulit diintervensi.
"Saya dengar sekarang kenaikannya makin tinggi gitu kan, terhadap misalnya cabai, bawang merah. Nah, memang kalau kemarin kami tanyakan, itu tergantung pemasok. Kami nggak bisa, istilahnya mungkin, menjaga kestabilan. Yang bisa kami jaga stabilkan itu kan yang ada di BUMD mungkin, kayak Food Station maupun Dharma Jaya," ujar Nova di Kompleks DPRD DKI Jakarta, Rabu (25/2/2026).
Baca Juga: 5 Tempat Bukber Estetik di Jogja, Harga Terjangkau Mulai Rp5 Ribuan Saja
Ia menegaskan bahwa pihak pemerintah daerah memiliki keterbatasan dalam mengontrol komoditas yang tidak dikelola oleh Badan Usaha Milik Daerah (BUMD).
"Kan memang tidak boleh, misalnya kayak Food Station, dia menjual beras di atas HET, nggak boleh. Itu yang bisa kami jaga. Mungkin kayak Dharma Jaya, daging ayam mungkin di sini ikan itu kami bisa kontrol harganya. Tapi kalau misalnya kayak bawang merah, cabai itu tergantung pemasok. Saya rasa, kami nggak bisa kontrol," kata dia.
Di sisi lain, Kepala Dinas Ketahanan Pangan, Kelautan dan Pertanian (KPKP) DKI Jakarta, Hasudungan Sidabalok, membeberkan sejumlah faktor teknis yang memicu anomali harga tersebut.
Hasudungan menjelaskan bahwa kenaikan harga daging sapi dipicu oleh lonjakan permintaan saat Ramadan sebesar 3,57 persen serta pengaruh nilai tukar mata uang global di negara produsen.
Adapun penyebab meroketnya harga cabai rawit merah diakibatkan oleh tingginya curah hujan yang mengganggu produksi serta serangan hama yang meningkatkan biaya produksi untuk obat-obatan.
Sebagai langkah antisipasi, Badan Pangan Nasional berencana segera menjalankan Fasilitas Distribusi Pangan (FDP) dengan menyuplai cabai dari Pulau Jawa dan Sulawesi Selatan ke Pasar Induk Kramat Jati.
Berita Terkait
Terpopuler
- Lirik Lagu 'MBG Mas Bahlil Ganteng' yang Viral, Lengkap Asal Usulnya
- 7 HP Midrange Serasa Flagship 2026: Spesifikasi Premium dan Performa Juara
- 5 HP Realme RAM 12 GB dan Kamera Jernih Paling Murah Mulai Rp2 Jutaan
- 3 HP Android dengan Kualitas Kamera Selevel iPhone 17 Pro Max, Cocok untuk Bikin Konten
- 4 Sepatu Nike Tanpa Tali Serbaguna: Nyaman untuk Olahraga, Praktis buat Jalan Santai
Pilihan
-
Bos Nvidia Serobot Antrean Jagung Bakar dengan Traktir Semua Pembeli, Egois atau Dermawan?
-
BREAKING NEWS! Persija Resmi Tidak Perpanjang Kontrak Mauricio Souza
-
Eks Wamenaker Noel Ebenezer: Hukum Mati Saja Saya!
-
Staf Ahli Gubernur Kaltim Bawa-Bawa Status 'Cucu Nabi' demi Redam Demo Massa
-
Cara Buka Tabungan Pesirah Bank Sumsel Babel dari HP, Tak Perlu Antre di Bank
Terkini
-
Digeruduk Yakuza Mangenes, Pengasuh Ponpes Pekalongan Ditangkap usai Diduga Cabuli 25 Santri
-
Iduladha 1447 H, Kemensos Salurkan 295 Ekor Hewan Kurban ke Berbagai Wilayah Indonesia
-
Bukan Cuma Pagar Canggih, Gang Haji Jeni Kini Punya 'Smart Geprek' Pengubah Sampah Jadi Cuan
-
Gedung Putih Bangun Arena Baku Pukul untuk Rayakan HUT ke-250 AS dan Ulang Tahun Trump
-
Alarm Bahaya! Ratusan Siswa di 26 Provinsi Terpapar Radikalisme Lewat Medsos dan Game Online
-
Ketua MUI Soal Sapi Kurban Prabowo Pakai APBN: Sah Secara Syar'i
-
DPR Murka! Skandal Riset Palsu WNI di Denmark Hancurkan Marwah Akademisi RI
-
Sapi Kurban Pak Suardi 'Ngambek' Saat Mau Dipotong, Damkar DKI Sampai Turun Tangan
-
Tipu-Tipu 'Paranormal Sakti' di Duren Sawit, Motor Korban Raib Usai Ritual Paku
-
Vila dan Homestay Wajib Punya NIB Mulai 1 Agustus, yang Ilegal Bakal Dicoret dari Aplikasi