- Serangan udara terkoordinasi AS dan Israel pada 28 Februari 2026 menewaskan Pemimpin Tertinggi Iran, Ayatollah Ali Khamenei, dan keluarga intinya.
- Tewasnya sejumlah pejabat tinggi, termasuk Mantan Presiden, Menteri Pertahanan, dan Panglima Tertinggi IRGC, menciptakan kekosongan kekuasaan masif.
- Peristiwa ini secara signifikan mengguncang peta kekuatan politik dan militer Republik Islam Iran serta berpotensi mengubah geopolitik kawasan.
Suara.com - Peta kekuatan politik dan militer Republik Islam Iran mengalami guncangan besar. Serangan udara terkoordinasi berskala besar yang dilancarkan Amerika Serikat (AS) dan Israel pada Sabtu (28/2/2026) malam tidak hanya meruntuhkan fasilitas strategis, tetapi juga menyasar hierarki tertinggi kepemimpinan Teheran.
Islamic Republic News Agency (IRNA) pada Minggu (1/3/2026) mengonfirmasi tewasnya Pemimpin Tertinggi Iran, Ayatollah Ali Khamenei (86), beserta anggota keluarga intinya yang terdiri dari putri, menantu, dan cucunya.
Presiden Iran, Masoud Pezeshkian, mengecam keras serangan tersebut. Ia menyebut tewasnya Khamenei sebagai bentuk “deklarasi perang terbuka terhadap umat Islam.”
“Peristiwa tragis ini adalah cobaan terbesar yang dihadapi dunia Islam saat ini,” ujarnya seperti dikutip Al Jazeera, Senin (2/3/2026).
Pemerintah Iran mengumumkan masa berkabung nasional selama 40 hari. Namun, dampak serangan ini tidak berhenti pada wafatnya Khamenei. Sejumlah menteri, jenderal bintang empat, pakar nuklir, hingga mantan presiden dilaporkan turut menjadi korban, menciptakan kekosongan kekuasaan (power vacuum) yang masif di tubuh pemerintahan dan militer Iran.
Berikut daftar pejabat tinggi Iran yang terkonfirmasi tewas dalam serangan gabungan AS-Israel:
1. Mahmoud Ahmadinejad (Mantan Presiden Iran)
Mantan Presiden Iran periode 2005–2013 yang berusia 69 tahun ini dilaporkan tewas bersama para pengawalnya setelah serangan udara menghantam kediamannya di Narnak, timur laut Teheran.
Ahmadinejad dikenal sebagai wajah publik program nuklir Iran serta simbol perlawanan Teheran yang kerap melontarkan ancaman terbuka terhadap Israel.
2. Mayor Jenderal Mohammad Pakpour (Panglima Tertinggi IRGC)
Kematian Pakpour menjadi pukulan telak bagi militer Iran. Ia menjabat sebagai Panglima Tertinggi Korps Garda Revolusi Islam (IRGC) sejak Juni 2025.
Baca Juga: Profil 6 Putra-Putri Ayatollah Ali Khamenei, Menilik Arah Suksesi Pimpinan Tertinggi Iran
Veteran perang Iran-Irak ini merupakan figur berpengaruh dalam memobilisasi pasukan elit Iran di berbagai kawasan Timur Tengah.
3. Aziz Nasirzadeh (Menteri Pertahanan Iran)
Nasirzadeh menjabat sebagai Menteri Pertahanan di bawah kabinet Presiden Pezeshkian. Ia dikenal berperan penting dalam menjaga infrastruktur militer dan nuklir Iran.
Namanya sempat menjadi sorotan setelah melontarkan peringatan keras pada Juni 2025 terkait ketegangan regional.
4. Abdolrahim Mousavi (Kepala Staf Angkatan Bersenjata)
Mousavi disebut sebagai otak di balik pengembangan sistem drone, rudal balistik, dan program luar angkasa Iran.
Pada 2023, ia dikenai sanksi oleh AS dan sekutunya setelah personel di bawah komandonya dilaporkan menembakkan senapan mesin ke arah demonstran pada 2019.
5. Ali Shamkhani (Sekretaris Dewan Pertahanan)
Shamkhani (70) merupakan penasihat kepercayaan Khamenei sekaligus arsitek kebijakan keamanan nasional Iran.
Berita Terkait
Terpopuler
- 11 Merek Sepatu Lari Buatan Indonesia yang Populer, Kualitas Lokal Tak Bisa Diremehkan
- Bagaimana Dody Hanggodo Memanfaatkan Kekuasaannya sebagai Menteri di Kementerian PU
- Penjelasan Polda Sulsel Terkait Kabar Penangkapan Basri Kajang
- 3 Parfum Mykonos Paling Wangi dengan Aroma Clean dan Tahan Lama Menurut Review Pembeli
- 5 HP Murah Kamera Bagus Sesuai Review untuk Foto dan Video, Mulai Rp1 Jutaan
Pilihan
-
Banggar DPR Dorong Sinkronisasi Belanja Pusat dan Daerah untuk Percepat Pembangunan Jawa Timur
-
Isu Mutasi Besar-besaran di Kementerian PU Buntut Dokumen Menteri Dody Tersebar
-
Gianni Infantino Resmi Digugat! Hubungan Gelap dengan Donald Trump Dibongkar
-
Niat Hindari Ribut dengan Alasan Beli Kuota, Pria Palembang Malah Dikejar dan Ditembak
-
Kejagung Akhirnya Buka Suara Soal Temuan 74 Kg Emas di Rumah Febrie Adriansyah: Kami Tak Tahu
Terkini
-
BTN Cetak Kinerja Cemerlang, Laba Bersih Semester I/2026 Melesat 40,8% dan NPL Turun Jadi 2,99%
-
Bukan Sekadar Hutan, Menhut Sebut Konservasi Gajah Kini Jadi Urusan Lintas Sektor
-
Gudang Munisi TNI AD Meledak di Madiun: Satu Prajurit Gugur, 6 Terluka
-
Cara Memakai Bedak agar Hasil Makeup Flawless, Ini Langkah yang Tepat
-
Luke Vickery Sah Jadi WNI, Tambahan Amunisi Baru Timnas Indonesia
-
Membedah Modus Sindikat Judol: Incar Petani dan IRT Jadi Penampung Rekening, Cuma Dibayar Rp100 Ribu
-
Melasma Tak Sama dengan Flek Biasa, Kenali Pemicunya yang Ternyata Bukan Hanya Sinar Matahari
-
Tuchel Bela Diri Usai Inggris Dibungkam Argentina: Lolos Semifinal Piala Dunia Sudah Prestasi
-
Banggar DPR Dorong Sinkronisasi Belanja Pusat dan Daerah untuk Percepat Pembangunan Jawa Timur
-
Ketua FKDM Deli Serdang Dicopot Gegara Pesan 'Turunkan Prabowo' Saat Bahas Kelangkaan BBM