Suara.com - Kabar terbaru dari Pengadilan Negeri Denpasar: Dua eksekutor penembakan warga Australia di sebuah vila mewah tahun lalu dijatuhi hukuman berat. Bagaimana respons keluarga korban?
PN Denpasar jatuhkan vonis 16 tahun untuk WN Australia
Pengadilan Indonesia telah menjatuhkan hukuman penjara 16 tahun kepada dua pria Australia atas pembunuhan seorang ayah asal Melbourne yang ditembak di sebuah vila di Bali tahun lalu.
Zivan Radmanovic, 32 tahun, tewas ketika dua pria bersenjata bertopeng, Mevlut Coskun dan Paea I Middlemore Tupou, menyerbu vila tersebut di tengah malam pada tanggal 14 Juni.
Radmanovic menginap di akomodasi wisata tersebut sebagai bagian dari perayaan ulang tahun istrinya, Jazmyn Gourdeas.
Saudara perempuan Jazmyn Gourdeas, Daniella Gourdeas, dan pasangannya, Sanar Ghanim, juga menginap di properti tersebut.
Coskun dan Tupou dinyatakan bersalah oleh Pengadilan Negeri Denpasar Bali atas pembunuhan berencana serta kepemilikan senjata api.
Selama persidangan mereka, Coskun dan Tupou mengatakan kepada pengadilan bahwa mereka telah dikirim ke vila tersebut oleh seorang pria Australia yang tidak ingin mereka sebutkan namanya, untuk mengancam Ghanim agar membayar utangnya.
Tupou mengatakan kepada pengadilan bahwa ia salah mengira Tuan Radmanovic sebagai Ghanim dan menembaknya.
Lima pesepak bola Iran mendapat suaka dari Australia
Lima pemain sepak bola putri Iran yang kemungkinan akan menghadapi penganiayaan jika mereka kembali ke Iran kini aman bersama polisi dan telah diberikan suaka.
Menteri Dalam Negeri Tony Burke mengatakan ia para atlet itu tadi malam dan mengatakan kepada mereka bahwa mereka "dipersilakan untuk tinggal di Australia."
"Mereka adalah atlet yang ingin aman dan sangat berterima kasih bahwa Australia mengambil kesempatan itu," katanya.
Burke mengatakan para wanita di tim tersebut harus mempertimbangkan "keputusan yang sangat sulit".
"Tidak semua orang di tim akan membuat keputusan untuk mengambil kesempatan yang ditawarkan Australia kepada mereka," katanya.
"Yang penting di sini adalah mereka memiliki kendali terbaik yang mereka bisa atas keputusan tersebut."
Hungaria sita uang dan emas dalam perselisihan diplomatik dengan Ukraina
Hubungan antara kedua negara telah tegang karena hubungan dekat Perdana Menteri Hungaria Viktor Orbán dengan Rusia, yang menginvasi Ukraina pada Februari 2022 untuk memulai perang yang telah menjadi perang paling mematikan di tanah Eropa dalam hampir 70 tahun.
Berita Terkait
Terpopuler
- Dicukur Timnas Indonesia 5-1, Pemain Naturalisasi Kamboja Jadi Sasaran Kemarahan Fans
- 4 Serum Wardah untuk Mengecilkan Pori, Kulit Halus dan Mulus Bertahap
- Nasib Berubah, Ini 4 Shio yang Panen Keberuntungan dan Rezeki pada 29 Juli 2026
- Daftar Harga Motor Listrik dengan Subsidi Pemerintah, Ada yang Cuma Rp5 Jutaan!
- Siapa Ipda Ambarita? Ini Profil Polisi yang Viral Saat Pengamanan Bentrok Matraman
Pilihan
-
Kematian Sutrimo dan Rangkaian Kejanggalan yang Muncul dari Kampung Halaman
-
Pengintai Misterius dan CCTV Mendadak, Kejanggalan di Rumah Sutrimo
-
Banyak Air Galon Isi Ulang di Bangka Barat Belum Diuji, Amankah Dikonsumsi Setiap Hari?
-
Dicecar 23 Pertanyaan Penyidik KPK, Ini Kata Plt Bupati Sukoharjo
-
Cuma Sisa Rp200 Juta! Perampok Rp1,2 Miliar di Kalideres Diciduk Usai Habiskan 1 M Dalam 8 Hari
Terkini
-
Tolak Suap Rp1 Miliar, Eks Wakapolri Oegroseno Buka-bukaan Soal Kasus Tanah Sepolwan
-
Menjangkau Pelosok Talaud, Mantri BRI Perkuat Perekonomian Masyarakat Lewat Pendampingan UMKM
-
1 Agustus Hari Apa? Ini Daftar Hari Besar Nasional dan Internasional
-
WIND UP: The Movie Membuktikan Olahraga Bukan tentang Kemenangan Semata
-
3 Serum Wardah untuk Kulit Kering dan Kusam yang Cocok Dipakai Sehari-hari
-
UMKM Antre Ajukan KUR Perumahan, Kuota Dinaikkan Jadi Rp50 Triliun
-
Modus Terbongkar! Bea Cukai Gagalkan Ekspor 3,4 Ton Merkuri Disamarkan Keramik Senilai Rp17,5 Miliar
-
PHK Ribuan Pekerja Garmen di Jateng Akibat Turunnya Ekspor
-
Dedikasi Mantri BRI di Kepulauan Talaud, Hadir Dampingi UMKM dan Perkuat Ekonomi Masyarakat
-
Jatim Media Summit 2026: AI Disebut Jadi "Jalan Pulang" Jurnalisme