-
Polisi India menangkap dua tersangka pembunuh aktivis Sharif Osman Hadi di wilayah perbatasan Bongaon.
-
Kasus pembunuhan ini sempat memicu kerusuhan besar dan serangan terhadap kantor media di Bangladesh.
-
Hubungan diplomatik India dan Bangladesh mulai membaik setelah kemenangan partai BNP dalam pemilu terbaru.
Suara.com - Pasukan Khusus Kepolisian Benggala Barat berhasil meringkus dua pria asal Bangladesh yang diduga kuat sebagai otak pembunuhan aktivis mahasiswa.
Operasi penangkapan tersebut dilakukan oleh tim Special Task Force (STF) di wilayah Bongaon pada hari Minggu, 8 Maret 2026.
Kedua tersangka yang diamankan adalah Rahul alias Faisal Karim Masud yang berusia 37 tahun dan rekannya, Alamgir Hossain.
Mereka diketahui melarikan diri ke India melalui jalur perbatasan Meghalaya tak lama setelah serangan fatal terhadap Sharif Osman Hadi.
Dikutip dari media India, wionews, peristiwa berdarah yang merenggut nyawa Hadi tersebut dilaporkan terjadi pada tanggal 12 Desember silam di wilayah Dhaka.
Pihak kepolisian mengungkapkan bahwa kedua tersangka terus berpindah tempat di India sebelum akhirnya terdeteksi berada di wilayah perbatasan.
"Mereka memasuki wilayah India secara ilegal melalui perbatasan Meghalaya dan berpindah-pindah tempat di India sebelum akhirnya tiba di Bongaon, Benggala Barat, dengan niat untuk menyeberang kembali ke Bangladesh," kata polisi dalam sebuah pernyataan.
Langkah taktis kepolisian ini mengakhiri pelarian panjang para tersangka yang telah menjadi buronan utama di negara asalnya.
Keberadaan mereka di India sempat tidak terdeteksi karena memanfaatkan jalur-jalur tikus di area timur laut negara tersebut.
Baca Juga: Polda Metro Kerahkan Tim Elite, Buru Pelaku Pembunuhan Pensiunan JICT Ermanto Usman
Penyidik kini tengah mendalami jaringan yang membantu mobilitas mereka selama bersembunyi di tanah India selama berbulan-bulan.
Kematian Sharif Osman Hadi sebelumnya telah memicu gelombang protes yang sangat hebat di seluruh penjuru negara Bangladesh.
Massa yang marah melakukan aksi perusakan dan pembakaran terhadap kantor-kantor media besar di negara tetangga Indonesia tersebut.
Surat kabar ternama seperti The Daily Star dan Prothom Alo menjadi sasaran amuk massa karena dituding memberikan pemberitaan bias.
Hadi sendiri bukan sosok sembarangan karena ia menjabat sebagai juru bicara organisasi berpengaruh bernama Inquilab Mancha.
Selain aktif sebagai penggerak massa, ia juga berprofesi sebagai dosen di Departemen Studi Bisnis, Universitas Scholars, Dhaka.
Berita Terkait
Terpopuler
- Lipstik Merek Apa yang Tahan Lama? 5 Produk Lokal Ini Anti Luntur Seharian
- Malaysia Tegur Keras Menkeu Purbaya: Selat Malaka Bukan Hanya Milik Indonesia!
- Dexlite Mahal, 5 Pilihan Mobil Diesel Lawas yang Masih Aman Minum Biosolar
- Awas! Jakarta Gelap Gulita Besok Malam, Cek Daftar Lokasi Pemadaman Lampunya
- Warga 'Serbu' Lokasi Pembangunan Stadion Sudiang Makassar, Ancam Blokir Akses Pekerja
Pilihan
-
Jadi Tersangka Pelecehan Santri, Benarkah Syekh Ahmad Al Misry Sudah Ditahan di Mesir?
-
Kopral Rico Pramudia Gugur, Menambah Daftar Prajurit TNI Korban Serangan Israel di Lebanon
-
Ingkar Janji Taubat 2021, Syekh Ahmad Al Misry Resmi Tersangka Kasus Pelecehan Santri
-
Sebagai Ayah, Saya Takut Biaya Siluman Terus Menghantui Pendidikan Anak di Masa Depan
-
Rugikan Negara Rp285 T, Eks Dirut Pertamina Patra Niaga Alfian Nasution Dituntut 14 Tahun Bui
Terkini
-
Misi Kemanusiaan Miss Cosmo 2025: Perkuat Akses Operasi Bibir Sumbing Gratis di Indonesia
-
Amerika Serikat Perluas Blokade Iran ke Selat Hormuz Hingga Samudra Pasifik dan Hindia
-
Perang AS - Iran Bikin Eropa Boncos, Biaya Impor Bahan Bakar Bengkak Rp 505 Triliun
-
Halalbihalal Tokoh Sumbagsel: Mendagri Tito Ajak Rumuskan Program Nyata 2027-2029
-
Gaji Jurnalis Pemula Disorot: Idealnya Rp 9,1 Juta, Faktanya Masih Banyak di Bawah UMR
-
PERKUPI Lantik Pengurus Jakarta, Tegaskan Peran Jaga Kerukunan Umat Beragama di Ibu Kota
-
Alasan KPK Dorong Capres hingga Cakada dari Kader Parpol: Demi Cegah Mahar Politik
-
Hadirkan Raisa hingga Yura Yunita, Pagelaran Sabang Merauke 2026 Siap Guncang Indonesia Arena!
-
Terseret Pusaran Narkoba, Pemprov DKI Jakarta Segel Permanen Whiterabit PIK
-
Swadaya Warga Matraman Lindungi Ibu Hamil dan Anak dari Asap Rokok