- Menteri Energi AS mengakui militer belum siap mengawal tanker di Selat Hormuz karena fokus pada serangan terhadap Iran.
- Pengakuan ketidaksiapan ini menyebabkan harga minyak dunia melonjak signifikan, melewati batas psikologis USD100 per barel.
- Negara anggota IEA melepaskan rekor 400 juta barel cadangan strategis sambil AS melakukan pendekatan pragmatis dengan Rusia.
Suara.com - Menteri Energi Amerika Serikat Chris Wright mengakui, krisis keamanan di jalur distribusi energi paling vital di dunia, yakni Selat Hormuz, kekinian mencapai titik nadir.
Sebabnya, Chris Wright mengakui militer AS saat ini belum mempunyai kemampuan maupun kesiapan mengawal kapal-kapal tanker minyak melewati selat strategis yang diblokade Iran tersebut.
Alasan di balik ketidaksiapan ini cukup ironis, yakni hampir seluruh aset tempur dan sumber daya militer Pentagon sedang dikerahkan sepenuhnya untuk melancarkan serangan udara dan penghancuran target-target dalam wilayah Iran.
Akibatnya, terjadi kekosongan pengamanan di jalur laut yang melayani seperlima pasokan minyak mentah global tersebut.
Komentar jujur dari Wright ini segera memicu reaksi berantai di pasar komoditas. Harga minyak dunia dilaporkan melonjak melewati angka psikologis USD100 per barel.
Situasi semakin mencekam setelah serangan terhadap dua kapal tanker minyak di lepas pantai Irak dilaporkan menewaskan sedikitnya satu orang, mempertegas risiko tinggi bagi pelayaran komersial di kawasan Teluk.
Pengakuan Terbuka dari Pentagon
Presiden Donald Trump sebelumnya telah berulang kali mencoba menenangkan gejolak pasar, dengan menjanjikan pengawalan ketat dari Angkatan Laut AS untuk setiap kapal tanker dan fasilitas reasuransi bagi perusahaan pelayaran.
Namun, hingga detik ini, janji tersebut tetap menjadi komitmen di atas kertas tanpa realisasi di lapangan.
Baca Juga: Spanyol Berani Lawan Gertakan Trump: Kami Tidak Takut!
"Ya, pengawalan itu segera terjadi, tapi tidak sekarang. Tentara kami sama sekali belum siap," kata Wright kepada CNBC, dikutip hari Jumat (13/3/2026).
Ia menjelaskan, prioritas utama Washington saat ini adalah melumpuhkan kekuatan militer Teheran dari akarnya.
"Menghancurkan kemampuan Iran untuk menyerang, itu adalah prioritas aset militer kami saat ini. Kami juga ingin menghancurkan industri manufaktur mereka," kata Wright.
Dia menambahkan, kemungkinan besar pengawalan militer baru akan bisa dilakukan paling cepat pada akhir bulan ini, sebuah jeda waktu yang dianggap terlalu lama oleh para pelaku pasar.
Gangguan Pasokan Terbesar dalam Sejarah
Badan Energi Internasional (IEA) memberikan peringatan keras, gelombang serangan baru Iran terhadap target-target energi di Teluk telah menciptakan gangguan pasokan terbesar dalam sejarah pasar minyak global.
Berita Terkait
-
Spanyol Berani Lawan Gertakan Trump: Kami Tidak Takut!
-
Update Korban Serangan AS-Israel: 414 Wanita dan Anak Iran Tewas, Bayi 8 Bulan Jadi Korban
-
Donald Trump Panik! Eks Penasihat Keamanan AS: Terjebak Perang Iran, Bingung Caranya Keluar
-
Niat Licik Benjamin Netanyahu Tersebar, Iran Semakin Terdesak
-
Iran Mundur dari Piala Dunia 2026, FIFA Dirumorkan Tunjuk Italia Sebagai Pengganti
Terpopuler
- 10 HP Murah Memori 128 GB dan Kamera Bening di Bawah Rp1,5 Juta untuk Multitasking
- Bukan Sekadar Urusan Nasi Uduk di Matraman, 'Waspada Skenario Kerusuhan Agustus 2026'
- 7 HP Murah Spesifikasi Terbaik di Bawah Rp2 Juta, Kamera 108 MP hingga NFC
- 9 Rekomendasi Lipstik Tahan Lama yang Cocok untuk Kulit Sawo Matang
- 5 Sepatu Lari di Bawah Rp500 Ribu di Sports Station, Performa Nyaman Sesuai Review
Pilihan
-
Hukum Tak Mampu Meyakinkan Publik, Main Hakim Sendiri Jadi Jalan Pintas
-
Rupiah Jebol ke Rp18.083 per Dolar AS, Terpuruk Paling Dalam di Asia usai Perry Warjiyo Mundur
-
Adik Kim Jong un ke Indonesia Cs: Hei Antek-antek Asing, Stop Jadi Corong Bayaran AS
-
Melania Trump Hendak Dibunuh saat Belanja Baju, Ada 'Orang Dalam' Berkhianat
-
Bayi 'Putri Duyung' Lahir di OKI, Apa Itu Sirenomelia yang Membuat Kakinya Menyatu?
Terkini
-
Tuntas Uji Coba 3 Bulan, Pemkab Bogor Godok Rute Baru Bus Listrik Bojong Gede - Exit Tol Citeureup
-
Ditahan KPK, Moch Mahrus Suap Anggota DPR Rp1,5 Miliar demi Raih Hibah Pokmas Jatim
-
Kebakaran Lahan Meluas ke Pemukiman, BPBD Cianjur Minta Warga Waspadai Puntung Rokok
-
140 Titik di Banten Darurat Air Bersih
-
Gurita Pungli Dinas ESDM Jatim: Kabid Geologi Jadi Tersangka, Peras 217 Pemohon
-
Buka 31 Formasi Jabatan, Bupati Bogor Jamin Proses Seleksi ASN Transparan dan Bebas Orang Dalam
-
Dari Pencurian Ayam hingga Bentrok Jalanan: Mengapa Amuk Massa Terus Berulang?
-
Dari Made in Indonesia ke Made by Indonesia, Mendorong Produk Lokal Naik Kelas
-
Presiden Prabowo Diminta Segera Evaluasi Kinerja Mendag, Ada Apa?
-
Abdul Wahid Menunggu Vonis, Berharap Putusan Benar-benar Adil