- Menteri Energi AS mengakui militer belum siap mengawal tanker di Selat Hormuz karena fokus pada serangan terhadap Iran.
- Pengakuan ketidaksiapan ini menyebabkan harga minyak dunia melonjak signifikan, melewati batas psikologis USD100 per barel.
- Negara anggota IEA melepaskan rekor 400 juta barel cadangan strategis sambil AS melakukan pendekatan pragmatis dengan Rusia.
Menanggapi situasi darurat ini, negara-negara anggota IEA pada hari Rabu sepakat untuk mengambil langkah ekstrem dengan melepaskan 400 juta barel minyak dari cadangan strategis mereka—sebuah rekor pelepasan cadangan terbesar yang pernah tercatat.
AS sendiri berkomitmen untuk melepaskan 172 juta barel melalui pengaturan pertukaran, yang diproyeksikan akan mengembalikan 200 juta barel ke dalam Cadangan Minyak Strategis (SPR) dalam waktu satu tahun.
Namun, langkah ini dianggap banyak analis hanya sebagai "plester" sementara. Penutupan efektif Selat Hormuz tetap menjadi ancaman eksistensial bagi ekonomi global yang tidak bisa diselesaikan hanya dengan pelepasan cadangan.
Wright, yang sempat mengadakan pertemuan darurat di Pentagon pada hari Kamis, mencoba mengecilkan kekhawatiran tersebut saat berbicara kepada CNN.
Ia menyatakan keyakinannya bahwa pasar saat ini sebenarnya memiliki pasokan minyak yang mencukupi dan mengklaim bahwa lonjakan harga saat ini lebih didorong oleh faktor psikologis ketimbang gangguan aliran fisik minyak.
Manuver Pragmatis dengan Rusia
Di tengah ketegangan yang meningkat, muncul dinamika geopolitik baru yang melibatkan Rusia. Amerika Serikat mulai menunjukkan pelunakan sanksi terhadap minyak Rusia di laut, terutama dengan memberikan pengecualian sementara kepada India untuk membeli komoditas tersebut.
Langkah ini diambil semata-mata untuk menjaga stabilitas pasokan energi dunia yang terguncang akibat perang di Iran.
Wright menegaskan bahwa pengecualian ini bukanlah bentuk "pengurangan sanksi" bagi Moskow.
Baca Juga: Spanyol Berani Lawan Gertakan Trump: Kami Tidak Takut!
"Rusia tidak mendapatkan pengurangan sanksi. Semua minyak itu adalah minyak di laut yang menunggu untuk dibongkar ke China," tuturnya.
Ia menyebut keputusan ini sebagai "solusi pragmatis" di tengah krisis yang kian tak terkendali.
Yang paling menarik perhatian para pengamat adalah pertemuan antara utusan Presiden Vladimir Putin, Kirill Dmitriev, dengan negosiator AS di Florida.
Ini merupakan komunikasi tingkat tinggi pertama antara Washington dan Moskow sejak agresi terhadap Iran dimulai.
Dmitriev menggambarkan pertemuan tersebut sebagai momen yang "produktif". Dia juga menuturkan, pemerintah AS kini "mulai lebih memahami" betapa krusialnya peran minyak Rusia dalam menjaga keseimbangan energi global saat militer Amerika terjebak dalam perang panjang melawan Iran.
Berita Terkait
-
Spanyol Berani Lawan Gertakan Trump: Kami Tidak Takut!
-
Update Korban Serangan AS-Israel: 414 Wanita dan Anak Iran Tewas, Bayi 8 Bulan Jadi Korban
-
Donald Trump Panik! Eks Penasihat Keamanan AS: Terjebak Perang Iran, Bingung Caranya Keluar
-
Niat Licik Benjamin Netanyahu Tersebar, Iran Semakin Terdesak
-
Iran Mundur dari Piala Dunia 2026, FIFA Dirumorkan Tunjuk Italia Sebagai Pengganti
Terpopuler
- 6 Pilihan HP Flagship Paling Murah, Spek Sultan Harga Teman
- 5 HP 5G Terbaru RAM 12 GB, Spek Kencang untuk Budget Rp3 Juta
- 5 Pilihan Sepatu Lari Hoka Murah di Sports Station, Harga Diskon 50 Persen
- 5 Parfum Aroma Segar Buat Pesepeda, Anti Bau Badan Meski Gowes Seharian
- 5 Sepeda Listrik Jarak Tempuh Terjauh, Tahan Air dan Aman Melintasi Gerimis
Pilihan
-
Tragedi di Stasiun Bekasi Timur: 3 Penumpang KRL Tewas dan 38 Korban Luka-luka Dilarikan ke 4 RS
-
KAI Fokus Evakuasi dan Normalisasi Jalur Pasca KA Argo Bromo Anggrek Tabrak KRL di Bekasi Timur
-
Tabrakan Hebat di Stasiun Bekasi Timur: KRL vs Argo Bromo Anggrek, Jeritan Penumpang Pecah!
-
Rekam Jejak Jenderal Dudung Abdurachman: Dari Pencopot Baliho Kini Jadi Tangan Kanan Presiden
-
Reshuffle Kabinet: Qodari Geser dari KSP ke Bakom, Dudung Ambil Alih Peran Strategis di Istana
Terkini
-
Tinjau Kecelakaan Kereta di Stasiun Bekasi Timur, Anggota DPR Sudjatmiko: Situasi Sangat Mencekam
-
Tragedi di Stasiun Bekasi Timur: 3 Penumpang KRL Tewas dan 38 Korban Luka-luka Dilarikan ke 4 RS
-
Tabrakan Kereta Bekasi Timur: 29 Korban Dievakuasi, 6-7 Orang Masih Terjepit
-
KAI Daop 1 Jakarta: Dua Korban Tabrakan Kereta Bekasi Timur Meninggal Dunia
-
KA Argo Bromo Anggrek Tabrak KRL, Dugaan Awal Akibat Kecelakaan Taksi Listrik
-
KAI Commuter Terapkan Rekayasa Rute Pasca Tabrakan KA di Bekasi Timur, Ini Daftar Lengkapnya
-
KAI Masih Evakuasi dan Data Korban Kecelakaan KA Argo Bromo Anggrek vs KRL di Stasiun Bekasi Timur
-
Tabrakan KRL Argo Bromo Anggrek di Bekasi Timur, Basarnas Kerahkan Tim Evakuasi
-
KAI Fokus Evakuasi dan Normalisasi Jalur Pasca KA Argo Bromo Anggrek Tabrak KRL di Bekasi Timur
-
Penyebab Tabrakan Kereta Api di Stasiun Bekasi Timur Masih Diselidiki