- Pemerintah Iran melaporkan 414 warga sipil, termasuk perempuan dan anak-anak, tewas akibat serangan AS dan Israel.
- Serangan tersebut juga mengakibatkan kerusakan pada fasilitas kesehatan, merusak 21 unit darurat dan menewaskan 12 tenaga medis.
- Iran mengambil langkah ekonomi darurat untuk menjaga stabilitas pasokan pangan, kesehatan, dan menangguhkan beberapa kewajiban pembayaran pinjaman.
Suara.com - Pemerintah Iran merilis data terbaru korban akibat serangan militer Amerika Serikat dan Israel di wilayahnya.
Juru bicara pemerintah Iran, Fatemeh Mohajerani, menyebut ratusan warga sipil, termasuk perempuan dan anak-anak, tewas sejak konflik meningkat dalam beberapa pekan terakhir.
Dalam pernyataan video resmi, Mohajerani mengatakan total 414 korban meninggal terdiri dari 216 perempuan dan 198 anak di bawah usia 18 tahun.
Ia juga menyebut ada 11 anak berusia di bawah lima tahun di antara korban.
“Korban termuda adalah bayi berusia delapan bulan di Robat Karim, sementara korban luka termuda adalah bayi berusia empat bulan,” ujarnya dilansir dari Tasnim News.
Selain korban jiwa, pemerintah Iran melaporkan kerusakan besar pada fasilitas kesehatan akibat serangan udara.
Puluhan unit layanan darurat terdampak dan beberapa di antaranya hancur total.
“Sebanyak 21 unit darurat rusak dan tiga di antaranya hancur sepenuhnya. Hingga kini 12 tenaga kesehatan juga dilaporkan tewas,” kata Mohajerani.
Pemerintah Iran juga mengumumkan langkah darurat untuk menjaga stabilitas ekonomi di tengah perang.
Baca Juga: Iran Ancam Bombardir 15 Negara Muslim yang Masih Bela Rezim Zionis, Indonesia Termasuk?
Dukungan diberikan kepada sektor pangan, kesehatan, dan industri penting agar pasokan kebutuhan pokok tetap terjaga.
“Kami mengeluarkan dekret khusus untuk mendukung perusahaan penyedia makanan dan layanan kesehatan serta memperpanjang penundaan pembayaran pinjaman,” jelasnya.
Selain itu, batas kredit untuk industri prioritas dinaikkan dan sanksi atas cek kosong sementara dihentikan.
Pemerintah juga mempercepat proses impor barang penting, termasuk ambulans dan alat berat untuk infrastruktur.
Kementerian Perindustrian Iran ditugaskan memastikan pasokan bahan baku dan barang strategis tetap tersedia.
Langkah tersebut dilakukan untuk menjaga produksi nasional tetap berjalan di tengah meningkatnya tekanan akibat konflik dengan Amerika Serikat dan Israel.
Kontributor: M.Faqih
Berita Terkait
Terpopuler
- Jaksa Skakmat Nadiem: Mau Putus Konflik Kepentingan, Kok Saham Gojek Tak Dijual?
- Anaknya Terlibat di Program MBG, Wamenaker Afriansyah Noor Beri Penjelasan Usai Namanya Terseret
- Resmi! Chatib Basri Dapat Jabatan Baru Hari Ini
- Tak Terima Ditahan KPK, Titin Rita Lestari Bongkar Peran Atasan di Kasus Suap BPK Muara Enim
- Indonesia Sudah Capek! Mahasiswa UI Serukan Demo di Bundaran HI, Tuntut Prabowo Akui Kesalahan
Pilihan
-
Prediksi Meksiko vs Afrika Selatan: Head to Head, Susunan Pemain dan Fakta Menarik
-
Rekor Gila ARMY Indonesia! Belum Genap Sejam, Ratusan Ribu Tiket Konser OT7 BTS Ludes Tanpa Sisa
-
PTBA Kembangkan 500 Itik Petelur di Muara Enim, Hasilkan 200 Telur Omega per Hari
-
Raffi Ahmad Terseret Kasus Suap Impor, Padahal Cuma Basa-basi Titip Barang ke PT Blueray
-
Haji Bolot Dikabarkan Terkena Serangan Jantung, Posisi Masih di Rumah Sakit
Terkini
-
Impunitas Menguat! Vonis Ringan TNI Penyiram Air Keras Andrie Yunus Adalah 'Mock Trial' yang Zalim
-
Herman Khaeron Apresiasi KWP Berbagi, Dorong Peningkatan Kegiatan Sosial di DPR RI
-
Kejagung Buka Peluang Tambah Tersangka Korupsi MBG, Nama-Nama Baru Masih Didalami
-
Sempat Dikeluhkan karena Galian Berbahaya, Proyek PAM Jaya di Condet Kini Mulai Alirkan Air Bersih
-
Menanti Nyanyian Sony Sonjaya, Siapa Saja Petinggi di Balik Skandal Korupsi MBG?
-
Tabrak Lari Tewaskan Tokoh Pramuka Tangerang, Polisi Kantongi Identitas Kendaraan
-
Kejagung Sasar Kantor dan Rumah Tersangka Korupsi MBG, Dokumen hingga Barang Bukti Elektronik Disita
-
Bansos Sarung dan Mukena Dikorupsi, Eks Legislator NTB Cuma Dituntut 2 Tahun Bui
-
Moratorium MBG Bikin Investor Menjerit, Jupnas Gizi: Ini Rapor Merah
-
Dijuluki 'Banjir Abadi', Genangan di Joglo Kembangan Akhirnya Ditangani Pemkot Jakbar