News / Internasional
Jum'at, 13 Maret 2026 | 12:35 WIB
Serangan rudal yang menghantam sekolah putri di kota Minab, Iran, menjadi insiden paling mematikan sejak pecahnya perang antara Iran dengan Amerika Serikat dan Israel. [Tangkap layar Youtube]
Baca 10 detik
  • Pemerintah Iran melaporkan 414 warga sipil, termasuk perempuan dan anak-anak, tewas akibat serangan AS dan Israel.
  • Serangan tersebut juga mengakibatkan kerusakan pada fasilitas kesehatan, merusak 21 unit darurat dan menewaskan 12 tenaga medis.
  • Iran mengambil langkah ekonomi darurat untuk menjaga stabilitas pasokan pangan, kesehatan, dan menangguhkan beberapa kewajiban pembayaran pinjaman.

Suara.com - Pemerintah Iran merilis data terbaru korban akibat serangan militer Amerika Serikat dan Israel di wilayahnya.

Juru bicara pemerintah Iran, Fatemeh Mohajerani, menyebut ratusan warga sipil, termasuk perempuan dan anak-anak, tewas sejak konflik meningkat dalam beberapa pekan terakhir.

Dalam pernyataan video resmi, Mohajerani mengatakan total 414 korban meninggal terdiri dari 216 perempuan dan 198 anak di bawah usia 18 tahun.

Ia juga menyebut ada 11 anak berusia di bawah lima tahun di antara korban.

“Korban termuda adalah bayi berusia delapan bulan di Robat Karim, sementara korban luka termuda adalah bayi berusia empat bulan,” ujarnya dilansir dari Tasnim News.

Selain korban jiwa, pemerintah Iran melaporkan kerusakan besar pada fasilitas kesehatan akibat serangan udara.

Puluhan unit layanan darurat terdampak dan beberapa di antaranya hancur total.

“Sebanyak 21 unit darurat rusak dan tiga di antaranya hancur sepenuhnya. Hingga kini 12 tenaga kesehatan juga dilaporkan tewas,” kata Mohajerani.

Pemerintah Iran juga mengumumkan langkah darurat untuk menjaga stabilitas ekonomi di tengah perang.

Baca Juga: Iran Ancam Bombardir 15 Negara Muslim yang Masih Bela Rezim Zionis, Indonesia Termasuk?

Dukungan diberikan kepada sektor pangan, kesehatan, dan industri penting agar pasokan kebutuhan pokok tetap terjaga.

“Kami mengeluarkan dekret khusus untuk mendukung perusahaan penyedia makanan dan layanan kesehatan serta memperpanjang penundaan pembayaran pinjaman,” jelasnya.

Selain itu, batas kredit untuk industri prioritas dinaikkan dan sanksi atas cek kosong sementara dihentikan.

Pemerintah juga mempercepat proses impor barang penting, termasuk ambulans dan alat berat untuk infrastruktur.

Kementerian Perindustrian Iran ditugaskan memastikan pasokan bahan baku dan barang strategis tetap tersedia.

Langkah tersebut dilakukan untuk menjaga produksi nasional tetap berjalan di tengah meningkatnya tekanan akibat konflik dengan Amerika Serikat dan Israel.

Load More