- Pelaku RM (25) ditangkap pada Jumat (13/3/2026) pagi saat bersembunyi di gudang Cakung, Jakarta Timur.
- Pembunuhan sopir angkot AFN (26) terjadi di Cilincing, Jakarta Utara, dipicu masalah sebelumnya.
- RM dijerat pasal pembunuhan dengan ancaman hukuman maksimal 15 tahun penjara usai ditahan.
Suara.com - Polisi menangkap RM (25), pelaku pembunuhan terhadap sopir angkutan kota atau angkot berinisial AFN (26) di kawasan Cilincing, Jakarta Utara. Pelaku diringkus sehari setelah kejadian saat bersembunyi di dalam mobil kontainer di kawasan pergudangan Cakung, Jakarta Timur.
Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Budi Hermanto mengatakan RM ditangkap pada Jumat (13/3/2026) pagi.
“Pelaku telah berhasil diamankan hari Jumat sekitar pukul 07.30 WIB di wilayah Cakung,” kata Budi kepada wartawan, Senin (16/3/2026).
Menurut Budi, peristiwa berdarah itu bermula ketika RM mendatangi korban yang sebelumnya memukul ayahnya. Pelaku datang dengan membawa sebilah celurit.
Awalnya RM hanya berniat menegur AFN. Namun pertemuan keduanya justru memicu cekcok yang semakin memanas hingga berujung pembacokan.
“RM yang sudah menyiapkan sebuah celurit kemudian nekat menyabet korban,” ujar Budi.
Akibat serangan tersebut, AFN tewas di lokasi kejadian.
Peristiwa pembacokan terhadap sopir angkot itu terjadi di kawasan Sukapura, Cilincing, Jakarta Utara, pada Kamis (12/3/2026). Kejadian ini sempat viral di media sosial setelah diunggah akun Instagram @wargajakarta.id.
Dalam rekaman yang beredar, korban terlihat mengenakan kaus hitam dan sempat dipikul oleh seorang warga. Tak lama kemudian, AFN tersungkur ke jalan sebelum dikerubungi warga di lokasi.
Baca Juga: Lacak Pelaku Penyiraman Air Keras Andrie Yunus, Polisi Bedah 86 CCTV dan 10 Ribu Menit Rekaman
Warga kemudian mengevakuasi korban ke pinggir jalan karena kondisi jalan yang masih dilintasi kendaraan.
Kapolsek Cilincing AKBP Bobi Subasri mengatakan insiden tersebut dipicu oleh pertengkaran antara pelaku dan korban.
Saat ini RM telah ditahan di Rumah Tahanan Polda Metro Jaya. Ia dijerat Pasal 458 ayat (1) KUHP tentang pembunuhan serta Pasal 466 ayat (3) KUHP tentang penganiayaan yang mengakibatkan kematian dengan ancaman hukuman penjara paling lama 15 tahun.
Berita Terkait
-
Lacak Pelaku Penyiraman Air Keras Andrie Yunus, Polisi Bedah 86 CCTV dan 10 Ribu Menit Rekaman
-
Polisi Ungkap Rute Pelarian Pelaku Penyiraman Air Keras Aktivis KontraS Andrie Yunus
-
Polisi Uji Helm dan Botol Air Keras di Kasus Andrie Yunus, Cari Sidik Jari Pelaku
-
Polda Metro Jaya Bongkar 86 Titik CCTV, Cari Jejak Pelaku Penyiram Air Keras Aktivis KontraS
-
Penyiraman Air Keras Aktivis KontraS Diduga Aktor Terlatih, Polisi: Pelaku Memiliki Ketenangan
Terpopuler
- Cara Mencari Sinyal TVRI di TV Digital dan TV Analog agar Bisa Nonton Siaran Piala Dunia 2026
- 4 SMA di Banten Terpilih Jadi Sekolah Unggul Garuda 2026, Ini Daftarnya
- 7 Aturan Feng Shui Kamar Tidur yang Baik untuk Rezeki
- 4 Cushion Terbaik untuk Usia 40 Tahun ke Atas, Anti Crack Samarkan Garis Halus Seharian
- Milk Cleanser Viva untuk Umur Berapa? Ini Penjelasan dan 5 Pilihan Variannya
Pilihan
-
Prediksi Argentina vs Aljazair: Head to Head, Susunan Pemain dan Fakta Menarik
-
Aksi di DPR Memanas! Peserta Demo Cipayung Menggugat Ngaku Dianiaya Polisi usai Ditangkap
-
Wasit Liga Indonesia 'Berulah', FIFA Investigasi Kemenangan Timnas Jerman vs Curacao
-
Mahasiswa Gelar Demo di DPR, Tagih Janji 19 Juta Lapangan Kerja dan Desak Hentikan MBG
-
Mau Aksi di Patung Kuda, Mahasiswa UBK Sempat Dihadang di Tugu Tani
Terkini
-
BEM Bersatu Tuding Ada Sosok Eks Petinggi Militer di Balik Aksi Demo Mahasiswa Tolak MBG
-
Guntur Romli Cium Motif Lain BEM Bersatu: Dari Mana Dana Bikin Konferensi Pers?
-
Gus Ipul: Prof Nasar Jadi Salah Satu Figur Kuat untuk Ketua Umum PBNU
-
Wamendagri Ribka Haluk Dorong Penyelesaian RAP Dana Otsus Tambahan & DTI Tahun 2026
-
BEM Bersatu Ungkap Fortuner Tyo Ardianto Atas Nama Adik Jenderal, Gerakan Mahasiswa Disusupi?
-
BEM Bersatu Tuding Ada Intervensi Politik di Balik Aksi Tolak MBG, Guntur Romli: Cocokologi
-
Puluhan Ribu Jemaah Bakal Padati Monas, Jakarta Gelar Haul Akbar Ulama Betawi Terbesar
-
Reog Sekolah Rakyat Ponorogo Masuk 10 Besar Pelestari Budaya di Festival Piala Presiden
-
PDIP Tuding PSI Bajak Kader, Isyana Jawab Begini
-
FBI Gagalkan Serangan di Acara HUT Trump: Drone, Sniper, hingga Penyerbuan Gedung Putih