News / Internasional
Selasa, 16 Juni 2026 | 18:49 WIB
Donald Trump (Instagram/@realdonaldtrump)
Baca 10 detik
  • FBI menggagalkan rencana serangan teror drone dan penembak jitu terhadap acara UFC Freedom 250 di Gedung Putih.
  • Aparat menangkap lima orang yang terlibat dalam plot serangan terencana terhadap para elit dan politisi tersebut.
  • Operasi penangkapan dilakukan pada 10 Juni di Cincinnati dan Virginia setelah penyelidikan terhadap jaringan komunikasi terenkripsi pelaku.

Suara.com - FBI menggagalkan rencana serangan teror menggunakan drone bermuatan bahan peledak yang menargetkan acara UFC Freedom 250 di halaman selatan Gedung Putih.

Sebanyak lima orang telah ditangkap terkait plot berlapis tersebut. Aparat menyebut serangan itu berpotensi menimbulkan kepanikan massal di tengah ribuan penonton.

Menurut pejabat keamanan, para pelaku diduga merencanakan serangan bertahap.

Tahap awal berupa serangan drone ke area sekitar acara untuk memicu kepanikan.

Selanjutnya, massa yang panik direncanakan diarahkan menuju titik tertentu, di mana penembak jitu sudah disiapkan untuk menyerang.

Gelombang kedua pelaku bahkan disebut akan mencoba menerobos gerbang Gedung Putih.

Gedung Putih Bangun Arena Baku Pukul untuk Rayakan HUT ke-250 AS dan Ulang Tahun Trump [Istimewa]

FBI mengungkap rencana ini pada 10 Juni dan segera melakukan penggerebekan di Cincinnati, yang berujung pada penangkapan pertama.

Sejumlah tersangka lain diketahui sempat bergerak ke Fredericksburg, Virginia, untuk mempersiapkan aksi.

Dari hasil penyelidikan, aparat menemukan setidaknya 23 pengguna aplikasi pesan terenkripsi yang terlibat dalam diskusi rencana serangan.

Baca Juga: Kata-kata Donald Trump soal Dana Rekontruksi Iran Pasca Perang Rp4.900 Triliun dari AS

Target utama disebut mencakup elit kapitalis, miliarder, dan politisi tertentu.

Direktur FBI Kash Patel menegaskan keberhasilan ini merupakan hasil kerja cepat dan koordinasi lintas lembaga.

“Berkat tindakan cepat FBI, mitra kami, dan Departemen Kehakiman dalam operasi multi-negara bagian, sejumlah individu kini telah diamankan dan rencana serangan berhasil dihentikan sepenuhnya,” ujarnya dikutip dari NY Post. 

Ia menambahkan, tim penegak hukum memang dirancang untuk mendeteksi dan merespons ancaman, terutama dalam acara besar.

“Kami akan membawa keadilan bagi siapa pun yang mengancam keselamatan warga Amerika,” katanya.

Acara UFC Freedom 250 sendiri digelar bertepatan dengan ulang tahun ke-80 Presiden Donald Trump.

Kegiatan tersebut dihadiri sekitar 4.300 orang, termasuk 1.200 personel militer aktif.

Load More