- PLN menyiapkan 1.681 SPKLU di 994 lokasi mudik Lebaran 2026, meningkat 1,7 kali lipat dari tahun sebelumnya.
- Posko ESDM siaga 12–31 Maret 2026, sistem kelistrikan nasional surplus 9,3% untuk menjamin kenyamanan liburan.
- Pemerintah mempercepat PLTS hingga 100 GW dan telah memberikan bantuan pasang baru listrik ke 220.857 rumah tangga.
Suara.com - PT PLN menyiapkan 1.681 Stasiun Pengisian Kendaraan Listrik Umum (SPKLU) di 994 lokasi di sepanjang jalur mudik sebagai langkah menyikapi tren kendaraan listrik yang meningkat pesat.
Jumlah SPKLU yang disiapkan meningkat 1,7 kali lipat dibandingkan Lebaran 2025. SPKLU dilengkapi dengan fasilitas fast dan ultra fast charging untuk mengamankan perjalanan sekitar 23.147 mobil listrik pemudik dengan minim antrean.
Distribusi BBM dan LPG juga dijamin kelancarannya dengan menyiagakan 125 terminal BBM, 7.885 SPBU, dan pangkalan LPG yang beroperasi 24 jam.
Posko Nasional Sektor ESDM telah bersiaga penuh sejak 12 hingga 31 Maret 2026 untuk memastikan kenyamanan masyarakat saat libur Lebaran 2026.
Sistem kelistrikan nasional dipastikan aman dengan perkiraan beban puncak sebesar 47.198 megawatt dan daya mampu pasok mencapai 51.608 megawatt, sehingga memberikan cadangan daya yang sangat memadai sekitar 9,3 persen.
"Melalui pemaparan capaian dan kesiapan infrastruktur energi ini, masyarakat diharapkan memperoleh informasi yang jelas sehingga dapat menjalani liburan Idulfitri bersama keluarga tercinta dengan tenang, aman, dan menyenangkan," kata Kepala Staf Kepresidenan, Muhammad Qodari dalam konferensi pers bertema Update PHTC, Kesiapan Infrastruktur, dan Stabilitas Harga Pangan Menjelang Nyepi dan Idulfitri 2026, di Gedung Bina Graha, Kompleks Istana Kepresidenan, Jakarta, Rabu (18/3/2026).
Melalui konferensi pers tersebut, Qodari memaparkan capaian signifikan Program Hasil Terbaik Cepat (PHTC) di sektor energi yang difokuskan pada perluasan Pembangkit Listrik Tenaga Surya (PLTS), Bantuan Pasang Baru Listrik (BPBL), serta jaminan kesiapan energi menjelang Hari Raya Idulfitri 2026.
"Ketahanan energi adalah fondasi utama kemandirian bangsa. Melalui perluasan akses dan transisi ke energi hijau, pemerintah berkomitmen mewujudkan masyarakat yang merdeka dari kegelapan dan memastikan keadilan energi dirasakan merata hingga ke pelosok desa," kata Qodari.
Qodari menjelaskan pemerintah terus mempercepat pengembangan PLTS dengan rencana besar mencapai kapasitas 100 gigawatt (GW). Pemanfaatan PLTS saat ini telah mencapai 1,49 GW berdasarkan capaian kinerja tahun 2025. “Dampak positif dari transisi energi ini sangat dirasakan oleh masyarakat di wilayah terpencil melalui program PLTS Off-Grid Isolated (Program Listrik Desa),” ucap Qodari.
Baca Juga: Mudik Gratis BUMN 2026: Pupuk Indonesia Berangkatkan 1.559 Pemudik ke Kampung Halaman
Sebanyak 500 rumah tangga di Pulau Sakala dan 400 rumah tangga di Pulau Karamian, Kabupaten Sumenep, kini telah dialiri listrik dari PLTS berkapasitas total 275 kWp.
Sebelumnya, masyarakat di dua desa tersebut hanya bergantung pada pembangkit listrik tenaga diesel dengan waktu menyala yang terbatas dan rentan terhadap gangguan pasokan BBM. Kini, warga dapat menikmati sumber energi yang ramah lingkungan, tidak terbatas dari cahaya matahari, dan jauh lebih hemat biaya.
Qodari mengungkapkan bahwa sebagai bentuk afirmatif pemerintah, Program Bantuan Pasang Baru Listrik (BPBL) terus mencatatkan keberhasilan yang melampaui target. Hingga 11 Maret 2026, instalasi listrik telah terpasang di 220.857 rumah tangga atau mencapai 102,72 persen dari target. Bantuan komprehensif ini mencakup instalasi tiga lampu, satu stop kontak, sertifikat instalasi, penyambungan daya 900 VA, hingga token listrik awal senilai Rp100.000.
Kehadiran listrik yang legal dan aman ini memberikan dampak sosial-ekonomi yang masif. Listrik tidak hanya memenuhi kebutuhan dasar penerangan, tetapi juga mendorong aktivitas ekonomi warga, mendukung proses belajar anak di malam hari, serta secara signifikan meningkatkan kualitas hidup masyarakat tidak mampu.
“Secara nasional, Program BPBL turut memperkuat ketahanan energi melalui perluasan akses listrik bagi masyarakat yang sebelumnya belum terlayani,” kata Qodari.
Berita Terkait
-
Mudik Gratis BUMN 2026: Pupuk Indonesia Berangkatkan 1.559 Pemudik ke Kampung Halaman
-
Lelah di Perjalanan Mudik? Bisa Singgah di Pondok Rehat untuk Pulihkan Stamina
-
Tips Menghindari Microsleep saat Menyetir Jarak Jauh Sambil Puasa, Mudik Aman Sentosa
-
Pahami 4 Jenis Charging Mobil Listrik Sebelum Mudik Lebaran 2026, Jangan Sampai Bingung
-
BRI Perkuat Dukungan Mudik Nasional Melalui Posko Lebaran 2026
Terpopuler
- Aliansi BEM Bersatu: Mobil Fortuner Tiyo Ardianto Tercatat Milik Adik Letjen Purn Setyo Sularso
- Cara Mencari Sinyal TVRI di TV Digital dan TV Analog agar Bisa Nonton Siaran Piala Dunia 2026
- 4 SMA di Banten Terpilih Jadi Sekolah Unggul Garuda 2026, Ini Daftarnya
- Milk Cleanser Viva untuk Umur Berapa? Ini Penjelasan dan 5 Pilihan Variannya
- 4 Cushion Terbaik untuk Usia 40 Tahun ke Atas, Anti Crack Samarkan Garis Halus Seharian
Pilihan
-
Prediksi Argentina vs Aljazair: Head to Head, Susunan Pemain dan Fakta Menarik
-
Aksi di DPR Memanas! Peserta Demo Cipayung Menggugat Ngaku Dianiaya Polisi usai Ditangkap
-
Wasit Liga Indonesia 'Berulah', FIFA Investigasi Kemenangan Timnas Jerman vs Curacao
-
Mahasiswa Gelar Demo di DPR, Tagih Janji 19 Juta Lapangan Kerja dan Desak Hentikan MBG
-
Mau Aksi di Patung Kuda, Mahasiswa UBK Sempat Dihadang di Tugu Tani
Terkini
-
PSI: Kunjungan Jokowi ke Daerah Bukan Safari Politik, Tapi Memenuhi Undangan
-
1 Warga Tewas Akibat Gempa M6,7 di Sulawesi Tengah, 312 Jiwa Terdampak
-
Apakah 'Nyanyian' Sony Sonjaya Bisa Jadi Kunci Bongkar Akar Korupsi MBG?
-
BEM Bersatu Tuding Ada Sosok Eks Petinggi Militer di Balik Aksi Demo Mahasiswa Tolak MBG
-
Guntur Romli Cium Motif Lain BEM Bersatu: Dari Mana Dana Bikin Konferensi Pers?
-
Gus Ipul: Prof Nasar Jadi Salah Satu Figur Kuat untuk Ketua Umum PBNU
-
Wamendagri Ribka Haluk Dorong Penyelesaian RAP Dana Otsus Tambahan & DTI Tahun 2026
-
BEM Bersatu Ungkap Fortuner Tyo Ardianto Atas Nama Adik Jenderal, Gerakan Mahasiswa Disusupi?
-
BEM Bersatu Tuding Ada Intervensi Politik di Balik Aksi Tolak MBG, Guntur Romli: Cocokologi
-
Puluhan Ribu Jemaah Bakal Padati Monas, Jakarta Gelar Haul Akbar Ulama Betawi Terbesar