- Ketahui kapasitas baterai mobil listrik Anda sebelum memilih stasiun pengisian daya saat mudik Lebaran.
- Standard dan Medium charging cocok untuk pengisian daya di rumah atau lokasi parkir publik.
- Gunakan Fast dan Ultra Fast charging di SPKLU untuk perjalanan jauh demi menghemat waktu.
Suara.com - Tren perjalanan darat tahun ini dipastikan makin seru dengan melonjaknya penggunaan mobil listrik (EV) di jalan tol maupun jalan arteri. Namun, euforia lebaran mudik jangan sampai terganggu gara-gara Anda panik melihat indikator baterai yang menipis.
Menyadari hal ini, PT PLN (Persero) bersama berbagai mitra terus mengebut perluasan infrastruktur pengisian daya di berbagai titik strategis.
Sayangnya, meski fasilitas sudah ada, masih banyak pemilik EV yang kebingungan memilih jenis charging station yang tepat dan sesuai dengan spesifikasi baterai kendaraan mereka.
Sebagai informasi dasar, kapasitas baterai mobil listrik yang mengaspal di Indonesia sangatlah beragam, yakni mulai dari 17 kWh hingga menembus angka 100 kWh.
Ambil contoh Wuling Air EV Lite yang mungil dan lincah, mobil ini dibekali baterai berkapasitas 17,3 kWh.
Berbanding terbalik dengan mobil premium seperti Hyundai Ioniq 6 Signature Long Range yang memiliki kapasitas baterai raksasa 77,4 kWh, membuatnya mampu melibas jarak jelajah 519 km lebih dalam sekali charge.
Beda kapasitas, tentu beda pula cara penanganannya.
Lantas, bagaimana cara memilih stasiun pengisian daya yang pas agar mudik tetap nyaman? Berikut panduan lengkapnya:
1. Standard Charging (Si Santai untuk di Rumah)
Baca Juga: Tren Baru Lebaran, Banyak Warga RI Kirim Paket ke Luar Negeri untuk Keluarga
Tipe pertama ini adalah metode pengisian daya yang mengandalkan arus bolak-balik (AC) dengan kapasitas daya 7 kW ke bawah.
Karena dayanya kecil, proses charging biasanya memakan waktu cukup lama, yakni sekitar 6 hingga 12 jam, tergantung seberapa besar baterai mobil Anda.
Metode ini paling lumrah diaplikasikan sebagai home charging (pengisian daya di rumah).
Sangat ideal untuk mengisi daya kendaraan Plug-in Hybrid (PHEV) atau mobil listrik berkapasitas baterai mungil seperti Wuling Air EV, sembari Anda beristirahat di malam hari.
2. Medium Charging (Pas Buat Ditinggal Nge-Mal)
Naik satu level di atasnya, Medium Charging masih menggunakan arus AC, namun dengan lonjakan kapasitas daya antara 7 kW hingga 22 kW.
Berita Terkait
Terpopuler
- 5 Parfum Wanita Tahan Lama di Alfamart untuk Silaturahmi Anti Bau
- 5 Mobil Murah 3 Baris Under 1500cc tapi Jagoan Tanjakan: Irit Bensin dan Pajak Ramah Rakyat Jelata
- Promo Superindo 17 Maret 2026, Diskon sampai 50 Persen Buah, Minyak hingga Kue Lebaran
- Timur Tengah Memanas, Rencana Terbangkan Ribuan TNI ke Gaza Resmi Ditangguhkan
- 5 Kejanggalan Video Benjamin Netanyahu Terbaru, PM Israel Beneran Tewas?
Pilihan
-
Bongkar Identitas dan Wajah Eksekutor Penyiram Air Keras Andrie Yunus, Polisi: Ini Bukan Hasil AI!
-
4 Prajurit TNI Jadi Tersangka Penyiraman Air Keras Andrie Yunus, Motif Masih Didalami
-
Pelaku Teror Air Keras Andrie Yunus Ternyata Anggota BAIS, TNI: Sudah Diamankan di Puspom
-
Volume Kendaraan Masuk-Keluar DIY via Prambanan Seimbang, Arus Lalu Lintas Masih Ramai Lancar
-
Iran Umumkan Kabar Duka! Ali Larijani dan Gholamreza Soleimani Tewas sebagai Martir
Terkini
-
Tampil Sangar, Motor Honda Edisi Spiderman dan Venom Hadir buat Pencinta Marvel, Intip Harganya
-
Ambisi Chery Dobrak Dominasi Pasar Mobil Listrik Lewat Baterai Solid State yang Belum Teruji Masal
-
Mobil Lubricants Apresiasi Mekanik dengan Fasilitas Mudik Gratis
-
5 Mobil Keluarga untuk Dipakai Lama: Keluaran Tahun 2000an yang Pajaknya Nggak Bikin Degdegan
-
Link CCTV Tol Kualanamu-Tebing Tinggi Tanpa Aplikasi, Mudik Lebaran 2026 Makin Nyaman
-
Ambisi Kendaraan Listrik Porsche Berujung PHK Ribuan Karyawan
-
Jangan Sampai Terjebak! Ini Prediksi Lokasi Titik Rawan Macet Terparah Arus Balik 2026
-
Update Harga BBM 18 Maret 2026, Ada Kenaikan Selama Mudik Lebaran?
-
5 Mobil Murah yang Perawatannya Mudah: Harga bak BeAT, Ada Toyota hingga Honda
-
Distribusi Masif Mobil Listrik Geely EX2 Mulai Jangkau Sembilan Kota Besar di Indonesia