- Kemarau ekstrem di Kuala Nerang, Kedah, menyebabkan air Bendungan Pedu menyusut, memunculkan pemakaman kuno dan desa tersembunyi.
- Kawasan yang sebelumnya merupakan pemukiman penduduk tahun 1974, kini menjadi lokasi wisata dadakan dan surga pemancing ikan toman.
- Data MADA menunjukkan krisis air signifikan; Bendungan Muda mencapai rekor terendah 7,84 persen akibat dampak cuaca panas ekstrem.
Lokasi Wisata Dadakan dan Surga Pemancing
Meskipun penyusutan air adalah pertanda buruk bagi cadangan air wilayah, bagi sebagian orang, fenomena ini justru menciptakan peluang rekreasi baru.
Daratan luas yang kini kering menyerupai lapangan hijau yang estetik, menjadikannya tempat yang sempurna untuk berkemah dan bersantai di sore hari.
Banyak warga yang datang membawa tenda dan perlengkapan memasak untuk bermalam di dasar bendungan yang mengering tersebut.
Kehadiran ikan-ikan air tawar yang terkonsentrasi di sisa-sisa aliran air, juga menjadi daya tarik utama bagi para pencari ikan predator seperti ikan toman.
Rashid Yusuf, seorang pemancing berusia 46 tahun asal Kampung Chong Sik, mengakui bahwa kondisi air saat ini mengalami penurunan yang sangat jauh dibandingkan beberapa bulan sebelumnya.
Fenomena ini menurutnya menjadi momen langka yang harus dimanfaatkan untuk menyalurkan hobi.
"Kalau sebelum puasa saya ke sini, airnya belum surut seperti sekarang. Kali ini benar-benar terlihat banyak daratan yang muncul. Saya datang karena hobi memancing ikan toman, jadi kami berkemah dan bermalam di sini. Banyak yang datang membawa perlengkapan kemah dan menginap. Kawasan ini pun jadi seperti padang luas yang cantik, cocok untuk aktivitas santai," ungkap Rashid dengan antusias.
Data Teknis: Krisis Air yang Menghantui
Baca Juga: Suami Istri Tewas dengan Kepala Terpenggal di Rumah, Sang Anak Ikut Meninggal
Di balik keindahan "padang luas" yang baru muncul tersebut, data menunjukkan kondisi yang cukup mengkhawatirkan bagi ketahanan air daerah setempat.
Lembaga Kemajuan Pertanian Muda (MADA) terus memantau penurunan level air di beberapa bendungan utama yang menjadi tulang punggung irigasi pertanian dan kebutuhan domestik.
Berdasarkan data terbaru dari MADA, Bendungan Muda mencatatkan rekor penurunan paling tajam hingga mencapai level 7,84 persen.
Sementara itu, Bendungan Pedu berada pada level 39,81 persen, dan Bendungan Ahning berada pada posisi 54,21 persen.
Secara akumulatif, total takungan air di seluruh bendungan tersebut hanya menyisakan sekitar 39,17 persen.
Penyusutan ini merupakan dampak langsung dari cuaca panas ekstrem yang melanda wilayah Asia Tenggara dalam beberapa bulan terakhir.
Meskipun pemandangan "desa yang hilang" ini menarik banyak pengunjung, pihak berwenang terus mengingatkan masyarakat mengenai pentingnya penghematan air di tengah krisis iklim yang tidak menentu ini.
Fenomena munculnya makam di Bendungan Pedu menjadi pengingat visual yang nyata betapa hebatnya dampak perubahan cuaca terhadap lingkungan sekitar kita.
Berita Terkait
-
Suami Istri Tewas dengan Kepala Terpenggal di Rumah, Sang Anak Ikut Meninggal
-
PM Malaysia Anwar Ibrahim ke Jakarta, Ingin Bertemu Prabowo Bahas Dampak Konflik Asia Barat
-
Di Tengah Blokade Iran, Malaysia Dapat Jalur Khusus Lewati Selat Hormuz
-
PM Malaysia Anwar Ibrahim Kunjungi Jakarta, Polda Metro Siapkan Pengamanan Rute VVIP
-
Malaysia Pangkas Kuota BBM Subsidi RON 95 Mulai April 2026, Ini Dampaknya bagi Konsumen dan Ekonomi
Terpopuler
- 10 Pantangan Feng Shui Rumah yang Sebaiknya Dihindari, dari Pintu hingga Kamar Mandi
- 3 HP Xiaomi RAM 8 GB Murah di Bawah Rp1 Juta, Ini Pilihannya
- 4 Rekomendasi Merk Rice Cooker yang Awet dan Bagus untuk Pemakaian Jangka Panjang
- Napak Tilas Jejak Kolonial Londo Ireng di Makam Kherkof Purworejo
- Feng Shui Rumah Menghadap Utara, Lakukan 4 Tips Ini agar Energi Seimbang dan Bawa Hoki
Pilihan
-
Sudah Dibangun Sejak 2023, Sejauh Mana Bibit Sriwijaya Kemampo Pulihkan Hutan Sumsel?
-
Napak Tilas Jejak Kolonial Londo Ireng di Makam Kherkof Purworejo
-
100 Personel Damkar Masih Berjibaku Padamkan Kebakaran Gedung Bapenda DKI
-
Kantor Bapenda DKI Jakarta Dilalap si Jago Merah, Api Semakin Membesar
-
Bocoran Reshuffle Kabinet Agustus: Norman Joesoef Bakal Dilantik Jadi Wamenhan RI
Terkini
-
Karhutla Sumsel Mencapai 1.926 Hektare, Ancaman Besarnya Justru Setelah Api Padam
-
Karhutla Sumsel Tembus 664,97 Hektare, 1.077 Kejadian Tercatat hingga Agustus
-
Bank Sumsel Babel dan Kodam II/Sriwijaya Perkuat Akses Layanan Keuangan Prajurit
-
Menteri Kebudayaan Fadli Zon Beberkan Alasan Geser Konser GBN dari Kota Tua ke Kabupaten Bogor
-
Polrestabes Bandung: Sopir Truk Jadi Tersangka Tabrak Lari yang Tewaskan Polisi
-
Cara Dapat Diskon Tiket Gaia Music Festival 2026 Pakai BRImo
-
Beli Produk Nespresso Pakai BRI Bisa Hemat Rp750 Ribu
-
InJourney & Garuda Indonesia Kolaborasi: Gratiskan 170.845 Tiket Domestik Bagi Wisatawan Mancanegara
-
InJourney & Garuda Indonesia Perkuat Konektivitas dan Kunjungan Wisatawan Mancanegara ke Indonesia
-
Kasus PETI Kuansing, Polisi Sita Ratusan Gram Perhiasan di Toko Emas Kampar