- Perdana Menteri Malaysia, Anwar Ibrahim, mengumumkan Iran mengizinkan kapal tanker minyak Malaysia melintasi Selat Hormuz.
- Anwar berterima kasih kepada Presiden Iran atas kerja sama ini dan sedang mengupayakan pembebasan kapal tanker tertahan.
- Malaysia akan menerapkan penghematan energi karena masih mengimpor 70% minyak mentah dari kawasan Teluk.
Suara.com - Perdana Menteri Malaysia, Anwar Ibrahim mengumumkan sebuah terobosan diplomatik yang signifikan di tengah krisis energi global.
Ia menyatakan bahwa Iran telah mengizinkan kapal-kapal tanker minyak milik negaranya untuk melintasi Selat Hormuz yang saat ini tengah bergejolak.
Dalam sebuah pidato yang disiarkan televisi nasional pada Kamis (26/3/2026), Anwar secara khusus menyampaikan terima kasih kepada Presiden Iran, Masoud Pezeshkian atas kerja sama tersebut.
"Kami sedang dalam proses mengupayakan pembebasan kapal tanker minyak Malaysia dan para pekerja yang terlibat agar mereka dapat melanjutkan perjalanan pulang," kata Anwar dikutip Al Jazeera.
Meski tidak merinci jumlah kapal atau syarat spesifik dari izin pelayaran tersebut, langkah ini menjadi sangat vital.
Selat Hormuz yang secara efektif telah ditutup oleh Iran, biasanya menjadi rute bagi seperlima pasokan minyak dan gas alam cair (LNG) dunia.
Anwar menegaskan bahwa negaranya berada dalam posisi yang jauh lebih baik dibandingkan banyak negara lain, sebagian besar berkat kapasitas perusahaan energi milik negara, Petronas.
Kendati demikian, ia mengakui Malaysia tidak sepenuhnya kebal dari dampak krisis, mengingat negara itu masih mengimpor hampir 70 persen minyak mentahnya dari kawasan Teluk.
Sebagai langkah antisipasi, pemerintah Malaysia akan menerapkan kebijakan penghematan bahan bakar, termasuk mengurangi kuota bensin bersubsidi dan memberlakukan kerja dari rumah bagi pegawai negeri.
Baca Juga: Houthi Siaga Penuh untuk Bela Iran, Berpotensi Tutup Jalur Minyak Vital
"Pasokan pangan terdampak, harga-harga pasti akan naik. Begitu juga pupuk, serta tentu saja minyak dan gas," ujar Anwar.
"Karena itu ada langkah-langkah yang perlu kami ambil. Ada negara yang dampaknya jauh lebih parah dari kami, tetapi bukan berarti kami sepenuhnya terhindar," tambahnya lagi.
Secara resmi, Iran menyatakan selat tersebut tetap terbuka bagi kapal yang tidak berafiliasi dengan Amerika Serikat atau Israel.
Namun di lapangan, Teheran menegaskan haknya untuk mengontrol jalur air tersebut dan bahkan dilaporkan sedang mendorong RUU untuk menerapkan sistem tarif.
Laporan lain menyebut otoritas Iran meminta bayaran hingga 2 juta dolar AS (sekitar Rp34 miliar) per kapal untuk jaminan keamanan.
Data dari perusahaan intelijen maritim Windward menunjukkan betapa drastisnya penurunan lalu lintas di selat tersebut.
Jika sebelum perang rata-rata 120 kapal melintas setiap hari, pada hari Rabu hanya tercatat lima kapal yang melintas, menggarisbawahi betapa berharganya izin yang didapatkan oleh Malaysia.
Berita Terkait
-
Iran Berencana Terapkan 'Pajak Keamanan' di Selat Hormuz, Satu Kapal Rp33 Miliar
-
15 Butir Rencana Damai Trump: Apa Saja Isinya dan Mengapa Iran Menolak?
-
Heboh Ribuan Burung Gagak Terbang di Langit Tel Aviv, Benarkah Tanda Kiamat?
-
PM Malaysia Anwar Ibrahim Kunjungi Jakarta, Polda Metro Siapkan Pengamanan Rute VVIP
-
Menlu Amerika Serikat Klaim Ada Kemajuan Pembicaraan dengan Iran
Terpopuler
- 10 Pantangan Feng Shui Rumah yang Sebaiknya Dihindari, dari Pintu hingga Kamar Mandi
- 3 HP Xiaomi RAM 8 GB Murah di Bawah Rp1 Juta, Ini Pilihannya
- 4 Rekomendasi Merk Rice Cooker yang Awet dan Bagus untuk Pemakaian Jangka Panjang
- Napak Tilas Jejak Kolonial Londo Ireng di Makam Kherkof Purworejo
- Feng Shui Rumah Menghadap Utara, Lakukan 4 Tips Ini agar Energi Seimbang dan Bawa Hoki
Pilihan
-
Sudah Dibangun Sejak 2023, Sejauh Mana Bibit Sriwijaya Kemampo Pulihkan Hutan Sumsel?
-
Napak Tilas Jejak Kolonial Londo Ireng di Makam Kherkof Purworejo
-
100 Personel Damkar Masih Berjibaku Padamkan Kebakaran Gedung Bapenda DKI
-
Kantor Bapenda DKI Jakarta Dilalap si Jago Merah, Api Semakin Membesar
-
Bocoran Reshuffle Kabinet Agustus: Norman Joesoef Bakal Dilantik Jadi Wamenhan RI
Terkini
-
Polrestabes Bandung: Sopir Truk Jadi Tersangka Tabrak Lari yang Tewaskan Polisi
-
Cara Dapat Diskon Tiket Gaia Music Festival 2026 Pakai BRImo
-
Beli Produk Nespresso Pakai BRI Bisa Hemat Rp750 Ribu
-
InJourney & Garuda Indonesia Kolaborasi: Gratiskan 170.845 Tiket Domestik Bagi Wisatawan Mancanegara
-
InJourney & Garuda Indonesia Perkuat Konektivitas dan Kunjungan Wisatawan Mancanegara ke Indonesia
-
Kasus PETI Kuansing, Polisi Sita Ratusan Gram Perhiasan di Toko Emas Kampar
-
Transisi Energi Berwajah Hijau Jadi Modus Baru Perampasan Ruang Hidup
-
Korupsi Tak Cukup Dibalas Tangkap: Kejar Uang, Jaringan, dan Penikmatnya
-
Senpi Dinas Diduga Dipakai Mantan Istri Bunuh Diri, Bripka Iman Harefa Resmi Masuk Patsus
-
Dua Biodigester Bakal Dibangun di Jakarta Utara, Dapat Hasilkan Energi dan Pupuk Organik