-
Serangan Amerika-Israel di Bandar Khamir menewaskan lima warga dan melukai empat orang lainnya.
-
Iran membalas dengan meluncurkan rudal ke pabrik aluminium di Bahrain dan Uni Emirat Arab.
-
Konflik berkepanjangan ini telah merenggut hampir 2.000 nyawa sejak akhir Februari tahun 2026.
Suara.com - Ketegangan bersenjata antara Iran melawan koalisi Amerika Serikat dan Israel kembali mencapai titik didih pada Minggu, 29 Maret 2026.
Operasi militer gabungan yang diluncurkan Washington dan Tel Aviv dilaporkan menyasar wilayah strategis di pesisir Iran.
Kota pelabuhan Bandar Khamir yang berlokasi dekat Selat Hormuz menjadi sasaran utama dalam serangan udara tersebut.
Wilayah ini memang dikenal sebagai titik panas yang memicu gesekan militer selama satu bulan belakangan.
Laporan resmi dari Islamic Republic News Agency (IRNA) mengonfirmasi adanya korban jiwa akibat peristiwa tragis ini.
Eskalasi Serangan di Pelabuhan Bandar Khamir
Berdasarkan data pemerintah setempat, gempuran tersebut menyebabkan lima orang kehilangan nyawa di lokasi kejadian.
Media pemerintah Iran menyebut tindakan ini sebagai aksi kriminal yang menargetkan infrastruktur vital di dermaga.
"Musuh Amerika-Zionis melakukan serangan kriminal di dermaga Bandar Khamir, menewaskan lima orang dan melukai empat lainnya," bunyi laporan IRNA seperti dikutip AFP.
Baca Juga: Donald Trump Beri Sinyal Kuba Jadi Target Operasi Militer AS Berikutnya Setelah Iran dan Venezuela
Selain di wilayah pelabuhan, dentuman keras juga mengguncang pusat pemerintahan Iran di Teheran pada hari yang sama.
Sejumlah saksi mata melaporkan kepulan asap tebal terlihat membumbung tinggi dari sisi timur laut ibu kota.
Ledakan Beruntun Mengguncang Ibu Kota Teheran
Meskipun asap terlihat jelas di ufuk utara Teheran, otoritas terkait belum merinci objek spesifik yang menjadi target.
Rangkaian ledakan dilaporkan terjadi secara sporadis mulai dari Sabtu malam hingga memasuki waktu dini hari Minggu.
Gempuran udara tersebut tidak hanya menyasar instalasi militer, namun juga berdampak pada zona pemukiman warga sipil.
Berita Terkait
Terpopuler
- Iran Sakit Hati Kapal dan Minyak Miliknya Rp 1,17 triliun Dilelang Indonesia
- 10 Potret Rumah Baru Tasya Farasya yang Mewah, Intip Detail Interiornya
- 4 HP Xiaomi RAM 8 GB Paling Murah, Performa Handal Multitasking Lancar
- 5 Shio yang Diprediksi Beruntung dan Sukses pada 27 Maret 2026
- Panas! Keluarga Bongkar Aib Bunga Zainal, Sebut Istri Sukhdev Singh Pelit hingga Nikah tanpa Wali
Pilihan
-
Mengamuk! Timnas Indonesia Hantam Saint Kitts dan Nevis Empat Gol
-
Skandal Rudapaksa Turis China di Bali: Pelaku Ditangkap Saat Hendak Kembalikan iPhone Korban!
-
Arus Balik Susulan, 14 Ribu Kendaraan Diprediksi Lewat GT Purwomartani Sabtu Ini
-
Fokus Timnas Indonesia, John Herdman Ogah Ikut Campur Polemik Paspor Dean James
-
Video Jusuf Kalla di Pesawat Menuju Iran adalah Hoaks
Terkini
-
Presiden Prabowo Bertolak ke Jepang, Bahas Investasi hingga Temui Kaisar Naruhito
-
Rudal Houthi Yaman Hantam Israel di Hari ke-30 Perang Timur Tengah
-
USS Tripoli Tiba di Timur Tengah Bawa Ribuan Marinir Saat Isu Serangan Darat ke Iran Memanas
-
Harga BBM Filipina Melambung Tinggi Akibat Perang Iran, Sopir Jeepney Terancam Kelaparan
-
Pembatasan Medsos Anak Tak Cukup, IDAI Soroti Peran Orang Tua dan Kesenjangan Pendampingan
-
MBG Disalurkan Lima Hari Sekolah
-
Benjamin Netanyahu Makin Tak Jelas, Israel Habis Digempur Iran Tanpa Ampun
-
Meninggal Dunia, Jenazah Mantan Menhan Juwono Sudarsono Disemayamkan di Kemenhan Hari Ini
-
Donald Trump Beri Sinyal Kuba Jadi Target Operasi Militer AS Berikutnya Setelah Iran dan Venezuela
-
Iran Siapkan Rencana Darurat Keluar dari NPT Nuklir Demi Balas Serangan Udara Israel