-
USS Tripoli tiba di Timur Tengah membawa 3.500 Marinir di tengah ketegangan dengan Iran.
-
Pentagon menyiapkan rencana serangan terbatas ke Pulau Kharg meski belum disetujui Presiden Trump.
-
Iran memperketat pertahanan pantai dengan ranjau guna mengantisipasi pendaratan pasukan amfibi Amerika Serikat.
Suara.com - Kekuatan militer Amerika Serikat di kawasan Timur Tengah kembali meningkat secara signifikan pada akhir Maret ini.
Kapal serbu amfibi canggih USS Tripoli dilaporkan telah mencapai koordinat tujuannya pada Jumat, 27 Maret 2026.
Kedatangan alutsista raksasa ini memicu berbagai spekulasi mendalam terkait potensi pengerahan pasukan darat menuju wilayah Iran.
Berdasarkan data resmi dari Komando Pusat AS atau Centcom, kapal tersebut membawa beban tempur yang sangat besar.
Setidaknya terdapat sekitar 3.500 personel yang terdiri dari anggota Marinir serta pelaut andal di dalamnya.
Kapal yang sebelumnya beroperasi di Jepang tersebut tidak datang dengan tangan kosong melainkan membawa perlengkapan taktis.
Terdapat berbagai aset serbu amfibi serta deretan pesawat tempur serang yang siap dikerahkan kapan saja dibutuhkan.
Dokumentasi resmi menunjukkan keberadaan sejumlah helikopter Seahawk yang berbaris rapi di atas dek kapal tersebut.
Selain itu, terlihat juga pesawat Osprey yang memiliki fungsi utama sebagai pengangkut personel dalam mobilitas tinggi.
Baca Juga: Rudal Kiamat Iran Hantam Pemukiman Eshtaol Israel Hingga 11 Orang Terluka Parah
Kehadiran jet tempur siluman F-35 semakin mempertegas taring kekuatan udara Amerika Serikat di perairan tersebut.
Pihak Pentagon saat ini dikabarkan tengah mematangkan skema operasi darat yang direncanakan berlangsung selama beberapa pekan.
Target strategis yang masuk dalam radar operasi ini mencakup wilayah Pulau Kharg dan pesisir Selat Hormuz.
Meskipun rencana telah disusun, Presiden Donald Trump hingga saat ini belum memberikan persetujuan akhir terkait pengerahan tersebut.
Laporan dari media Washington Post menyebutkan bahwa rencana ini tidak merujuk pada upaya invasi berskala penuh.
Operasi tersebut kemungkinan besar hanya melibatkan tim operasi khusus serta dukungan dari pasukan infanteri konvensional.
Berita Terkait
Terpopuler
- Berapa Harga Sewa Pendopo Soimah? Ini Fasilitas Pendopo Tulungo
- 7 Lipstik Lokal Murah dan Awet, Transferproof Meski Dipakai Makan dan Minum
- 7 Cushion Anti Oksidasi untuk Usia 50 Tahun, Ringan di Wajah dan Bikin Tampak Lebih Muda
- 5 HP Android dengan Kualitas Kamera Setara iPhone 15
- Apakah Produk Viva Memiliki Sunscreen? Segini Harga dan Cara Pakainya
Pilihan
-
Jauh di Bawah Tuntutan Jaksa, Eks Konsultan Kemendikbud Kasus Chromebook Hanya Divonis 4 Tahun
-
Tok! Eks Konsultan Kemendikbudristek Ibam Divonis 4 Tahun Penjara dalam Kasus Chromebook
-
Fenomena Tim Musafir Masih Hiasi Super League, Ketegasan PSSI dan I.League Dipertanyakan
-
Nyanyi Bareng Jakarta: Melodi Penenang bagi Jiwa yang Terpapar Debu Ibu Kota
-
Salah Satu Korban Dikunci dari Luar, Dengar Kiai Ashari Lakukan Aksi Bejat di Kamar Sebelah
Terkini
-
Warga Jakarta Kini Wajib Pilah Sampah dari Rumah, Bagaimana Aturan dan Caranya?
-
Kasus Kekerasan Seksual di Depok Meningkat, Wakil Wali Kota Ungkap Fakta di Baliknya
-
Waspada Malaria Knowlesi! Penyakit 'Kiriman' Monyet yang Mulai Mengintai Manusia
-
Geger Kabar Syekh Ahmad Al Misry Ditangkap, Polri: Tersangka Masih Sembunyi di Mesir
-
Demo Depan KPK, GMNI DKI Desak Usut Dugaan Mega Korupsi Rp 112 Triliun di Proyek KDMP
-
Kementerian PKP dan KPK Sinkronkan Aturan Baru Program BSPS untuk Rakyat
-
4 Anggota BAIS Penyiram Air Keras Ngaku Salah, Siap Minta Maaf Langsung ke Andrie Yunus
-
Ahmad Rizal Ramdhani, Dari Korps Zeni Menuju Penguatan Ketahanan Pangan Nasional
-
Diplomasi Dudung Abdurachman dengan Dubes Saudi: Ada Undangan Resmi untuk Prabowo Haji Tahun 2027
-
Senyum-senyum Donald Trump Tiba di Beijing Disambut Nyanyian 300 Remaja China