- Idrus Marham meminta penjelasan komprehensif mengenai kebijakan strategis Presiden Prabowo yang sering tidak dipahami masyarakat.
- Kabinet dan juru bicara wajib mengomunikasikan narasi kebijakan secara sistematis agar publik tidak salah paham.
- Idrus menyoroti dukungan Golkar terhadap kebijakan strategis seperti hilirisasi serta urgensi komunikasi konteks tekanan global.
Di tengah dinamika tersebut, Idrus mengingatkan adanya tekanan global nyata akibat eskalasi konflik di Timur Tengah. Konflik yang melibatkan Amerika Serikat, Israel, dan Iran ini berdampak pada pasokan energi global.
Sejumlah negara ASEAN seperti Vietnam dan Thailand telah mengambil langkah penghematan energi, bahkan Filipina menetapkan status darurat energi.
Menurut Idrus, kondisi global seperti ini seharusnya dijelaskan secara terbuka agar masyarakat memahami konteks di balik setiap kebijakan pemerintah.
Ia juga menyinggung posisi Indonesia di forum internasional yang sering disalahartikan karena kurangnya komunikasi yang utuh.
"Masuknya Indonesia ke forum tertentu adalah strategi komunikasi politik untuk menjelaskan posisi kita secara luas, bukan berarti kita tunduk pada pihak lain," tambahnya.
Idrus menilai pola komunikasi pemerintah saat ini masih cenderung reaktif.
"Harusnya kebijakan dijelaskan lebih awal sebelum menjadi polemik. Jika rakyat sudah paham, kritik yang masuk justru akan menjadi solusi," ujarnya.
Meski melayangkan kritik, Idrus menegaskan bahwa Partai Golkar tetap konsisten mendukung pemerintah sesuai instruksi Ketua Umum Bahlil Lahadalia.
“Seluruh jajaran Golkar mendukung penuh kebijakan Presiden Prabowo. Namun, kami mengingatkan bahwa keberhasilan kebijakan tidak hanya ditentukan oleh substansi, tetapi juga oleh cara penyampaiannya. Tanpa komunikasi yang jelas, kebijakan yang benar pun bisa dianggap salah oleh publik,” pungkasnya.
Baca Juga: Presiden Prabowo Bertolak ke Jepang, Bahas Investasi hingga Temui Kaisar Naruhito
Berita Terkait
Terpopuler
- 4 Rekomendasi Merk Rice Cooker yang Awet dan Bagus untuk Pemakaian Jangka Panjang
- Feng Shui Rumah Menghadap Utara, Lakukan 4 Tips Ini agar Energi Seimbang dan Bawa Hoki
- TNI Mau Ambil Alih Kamtibmas? TB Hasanuddin: Itu Tugas Polri
- 5 Pilihan HP Samsung RAM 12 GB Agustus 2026, Performa Ngebut Anti Lag
- Warga Teror Pekerja Stadion Sudiang, Pembangunan Tribun Selatan Terpaksa Ditinggalkan
Pilihan
-
Sudah Dibangun Sejak 2023, Sejauh Mana Bibit Sriwijaya Kemampo Pulihkan Hutan Sumsel?
-
Napak Tilas Jejak Kolonial Londo Ireng di Makam Kherkof Purworejo
-
100 Personel Damkar Masih Berjibaku Padamkan Kebakaran Gedung Bapenda DKI
-
Kantor Bapenda DKI Jakarta Dilalap si Jago Merah, Api Semakin Membesar
-
Bocoran Reshuffle Kabinet Agustus: Norman Joesoef Bakal Dilantik Jadi Wamenhan RI
Terkini
-
Bank Sumsel Babel Tebar Promo HUT RI, Jajan Cukup Bayar Rp1.945 dengan QRIS BSB Mobile
-
Cashback Jadi Andalan Luna Maya Saat Belanja, Sudah Kumpulkan Hingga Rp 1,6 Juta
-
Bank Sumsel Babel Perluas Layanan, 624 Prajurit Yonif TP 893 Kini Punya Akses Perbankan
-
Dari Sekolah hingga UMKM, Internet Mengubah Kehidupan Warga di Daerah 3T
-
Karhutla Sumsel Makin Sulit Dikendalikan, Hujan Buatan Terkendala Awan
-
Karhutla Sumsel Makin Sulit Dipadamkan, Sumber Air Mulai Jadi Masalah
-
Viral Tukang Cukur di Rancabungur Dimarahi Karena Belum Pasang Bendera, Ini Kata Camat
-
Bintang-bintang Legendaris Liga Inggris akan Saling Berhadapan di GBK, Catat Waktunya
-
Yenti Garnasih Bongkar Indikasi TPPU Febrie dan Luruskan Istilah Kriminalisasi
-
Polisi Temukan Bukti Permulaan, Kasus Kematian Sutrimo Naik ke Tahap Penyidikan Pidana