- Duta Besar UEA, Abdulla Salem AlDhaheri, menegaskan bahwa konflik dengan Iran merupakan masalah kedaulatan, bukan perang agama.
- Agresi Iran menyebabkan 13 warga sipil tewas serta kerusakan infrastruktur vital akibat serangan rudal dan drone di kawasan.
- Ketegangan di Selat Hormuz berpotensi mengganggu pasokan energi global dan berdampak langsung pada kenaikan harga di Indonesia.
"Oleh karena itu, kami menegaskan bahwa ini bukan sekadar isu regional, melainkan isu global," tegas AlDhaheri.
Di bawah kepemimpinan Presiden Sheikh Mohammed bin Zayed Al Nahyan, UEA juga mengaku terus menjalin komunikasi aktif dengan pemimpin dunia, termasuk Presiden RI Prabowo Subianto, guna mendorong de-eskalasi.
Koordinasi juga dilakukan di tingkat Menteri Luar Negeri antara Sheikh Abdullah bin Zayed Al Nahyan dengan Menlu RI Sugiono.
Hingga kekinian, sebanyak 136 negara dan organisasi internasional telah mengutuk agresi Iran tersebut. AlDhaheri memastikan UEA tetap aman, stabil, dan memiliki ketahanan ekonomi yang sangat tangguh dengan rasio kecukupan modal perbankan mencapai 17 persen.
"Kami akan terus bekerja sama dengan para mitra internasional, termasuk Indonesia, untuk mendorong perdamaian, stabilitas, dan kemakmuran bersama," katanya.
Berita Terkait
Terpopuler
- Lawan Pernyataan Eki Pitung, Pemuda Kaum Betawi Percaya dengan Warga Pati yang Demo 27 Agustus
- Duduk Perkara Gibran Tipu Malaysia, Anwar Ibrahim Buka Suara Parlemen Bakal Usut
- 5 Sepatu Lari yang Nyaman untuk Jalan Jauh, Sol Empuk Bisa Buat Traveling
- Siapa Chika Yenalovy? Istri Kasespri Prabowo yang Jejak Digitalnya Misterius
- 3 Rice Cooker untuk Nasi Tahan 2 Hari dan Tidak Lengket Sesuai Klaim
Pilihan
-
Tokyo Diguncang Gempa 5,9 M: 37 Orang Terluka, Transportasi Terganggu
-
Jet Tempur Sukhoi TNI AU Tergelincir Nyaris Hantam Jalan Raya di Maros
-
KPK Tangkap Rektor Unsoed Akhmad Sodiq Terkait Dugaan Suap Penerimaan Mahasiswa Baru
-
Geger Sekaten Solo: Keributan Pecah, Adu Dorong hingga Ada yang Dipukul di Bangsal Pagongan
-
Terputus Komunikasi Pasca Gempa, Mahasiswa NTT di Jogja Bergantung Bantuan Warga untuk Bertahan
Terkini
-
Katarak Kongenital pada Anak dan Pentingnya Deteksi Sejak Dini
-
Semarak Turnamen Bulu Tangkis di Mall Solo, 219 Peserta Ikut Bertanding
-
Komunikasi Politik Prabowo Dinilai Kerap Blunder, Akademisi: Bisa Rugikan Pemerintah
-
PTBA Hadir untuk NTT, Salurkan Bantuan bagi Warga Terdampak Bencana
-
Ibu Makin Cermat Memilih Produk Perawatan Anak, Bukan Lagi Sekadar Soal Harga
-
Perkuat Keamanan Ruang Udara Obvitnas, Kilang Plaju Jalani Assessment AIP dan Supervisi SMP
-
KemenPPPA Soroti Pentingnya Inklusi Keuangan bagi Perempuan Pelaku Usaha
-
Viral Anak Bacok Ayah di Deli Serdang, Polisi Amankan Pelaku
-
Membongkar Jual-Beli Kursi Maba Unsoed: Dari 73 Kuota hingga Mahar Rp650 Juta
-
Projek-D Vol.5 Hadirkan Empat Panggung dan Puluhan Musisi di De Tjolomadoe