-
Trump usulkan tol bersama Iran di Selat Hormuz untuk amankan jalur perdagangan global.
-
Gencatan senjata AS-Iran disepakati selama dua pekan untuk mendinginkan tensi di wilayah perairan.
-
Delegasi Amerika Serikat dan Iran akan segera bertemu di Islamabad untuk negosiasi lanjutan.
Suara.com - Gedung Putih mulai memberikan sinyal hijau terkait manuver terbaru Donald Trump dalam mengelola perang di Timur Tengah.
Presiden Amerika Serikat tersebut tengah menggodok skema kerja sama ekonomi yang tidak biasa terkait jalur perdagangan global.
Pemerintah Amerika Serikat berencana mengajak Iran untuk duduk bersama membicarakan pengelolaan lalu lintas kapal di perairan strategis.
Rencana besar ini melibatkan wacana pembentukan sistem tol bersama bagi setiap armada yang melintasi Selat Hormuz.
Langkah berani ini diharapkan menjadi solusi permanen untuk menjaga kestabilan ekonomi dan keamanan di wilayah tersebut.
Sekretaris Pers Gedung Putih, Karoline Leavitt, memberikan konfirmasi resmi mengenai wacana yang sedang berkembang di internal pemerintahan.
Wacana ini muncul setelah laporan media menyebut adanya potensi usaha patungan antara Washington dan Teheran di perairan itu.
Leavitt membenarkan bahwa konsep tersebut merupakan pemikiran langsung dari sang Presiden yang akan segera ditindaklanjuti.
"Itu adalah ide yang telah disampaikan presiden, seperti yang Anda ketahui, dan hal itu akan terus dibahas selama dua pekan ke depan," kata Leavitt dikutip dari Sputnik.
Baca Juga: China Veto Resolusi Selat Hormuz Karena Ogah Legalkan Aksi Militer Ilegal AS dan Israel
Pernyataan ini menegaskan bahwa diplomasi ekonomi menjadi instrumen baru Trump dalam menghadapi musuh bebuyutan Amerika Serikat tersebut.
Meski ide mengenai tarif tol sangat menggiurkan secara finansial, prioritas utama Washington tetaplah kebebasan navigasi.
Pemerintah Amerika Serikat ingin memastikan tidak ada lagi hambatan bagi kapal-kapal tanker yang melintasi area krusial tersebut.
Leavitt menekankan bahwa idealnya jalur perairan internasional tersebut harus bisa diakses dengan sangat mudah oleh siapapun.
Fokus utama Donald Trump saat ini adalah memastikan Selat Hormuz terbuka tanpa ada batasan yang memberatkan perdagangan.
Visi jangka panjangnya mencakup kondisi di mana jalur tersebut bersih dari segala pungutan, termasuk wacana tol tersebut.
Berita Terkait
Terpopuler
- 5 Serum untuk Mengecilkan Pori-pori, Bikin Kulit Mulus Sesuai Review Pembeli
- Mulai Besok Kendaraan Nunggak Pajak Dilarang Isi BBM Bersubsidi
- 3 Rekomendasi Air Cooler 50 Watt yang Dingin Maksimal dan Suaranya Senyap
- 3 Sepatu Running Brodo Terlaris di Shopee, Lengkap Review dan Harganya
- Durian Musang King dan Black Thorn Jadi Komoditas Baru Andalan Sulsel
Pilihan
-
Resmi! Muktamar NU ke-35 akan Digelar di Ponpes Bahrul Ulum Jombang
-
Babak Belur Emiten Kaesang: Hanya Mampu Bayar Buruh Harian dan Operasikan Satu Pabrik
-
Roy Suryo Menang Praperadilan! Hakim Nyatakan Penangkapan dan Penahanan Tidak Sah
-
Dokumen Kunker Menteri PU ke New York Bocor, Ajak Istri dan Anak Jelang Final Piala Dunia?
-
PHK 1.250 Karyawan Tokopedia Berujung Aksi Buruh ke Kantor TikTok
Terkini
-
Darurat Korupsi! Golkar Desak Evaluasi Total Rekrutmen Kepala Daerah Usai OTT Beruntun
-
Mulut Dimasukkan Sepatu! Viral Pengakuan Manajer Bank Ngaku Disiksa Atasan
-
Sita 74 Kg Emas dan Valas Rp476 Miliar, Kortas Tipidkor Polri Bongkar Brankas Rahasia di Sentul
-
Gebrakan RUU Sisdiknas: Wajib Belajar Kini 13 Tahun, Termasuk 1 Tahun di PAUD
-
Usai Cafe de'CLAN Signature, Polisi Sita 74 Kg Emas dan Ratusan Miliar Hasil TPPU di Sentul City!
-
Geledah Rumah Mewah di Sentul City Bogor, Polisi Diduga Sita Emas Hingga Mata Uang Asing
-
Rumah Mewah di Sentul City Digeledah Polisi Tengah Malam, Diduga Milik Jampidsus Febrie Adriansyah
-
Meluas ke 12 Titik! Polisi Geledah Pacific Place hingga Rumah Mewah di Sentul Terkait Kasus TPPU
-
Bahaya State Capture, Pakar Ungkap Cara Militer 'Kuasai' Negara Lewat Jalur Legal
-
Jejak Densus 88 Kuntit Jampidsus di Cafe de'CLAN Signature: Kini Ditemukan Brankas Dolar Rp67 M!