- Menaker Yassierli berencana meningkatkan kuota magang luar negeri sesuai instruksi Presiden Prabowo untuk memperluas akses lapangan kerja.
- Kemnaker menjalin MoU dengan kementerian pendidikan untuk memperkuat sinergi serta memperluas peluang penempatan di berbagai negara baru.
- Program magang internasional bertujuan menekan angka pengangguran sekaligus meningkatkan kompetensi tenaga kerja Indonesia di pasar global.
Suara.com - Menteri Ketenagakerjaan (Menaker) Yassierli mengungkapkan rencana strategis pemerintah untuk meningkatkan jumlah peserta magang ke luar negeri.
Upaya ini diambil sebagai tindak lanjut atas instruksi langsung dari Presiden Prabowo Subianto guna memperluas akses lapangan kerja bagi masyarakat Indonesia.
Hal tersebut disampaikan Yassierli dalam rapat kerja bersama Komisi IX DPR RI, di Komplek Parlemen, Senayan, Jakarta, Kamis (9/4/2026).
Ia memaparkan capaian tahun sebelumnya sebagai basis peningkatan target di tahun ini. Pada tahun 2025, tercatat sekitar 20.000 peserta telah diberangkatkan, dengan Jepang sebagai destinasi utama.
"Jadi kami ingin melaporkan, Bapak dan Ibu, bahwa tahun lalu, 2025, kita mengirim hampir 20.000 orang ke luar negeri, sebagian besar itu Jepang, melalui jejaring sending organization, LPK dan sending organization," kata Yassierli.
Ia juga menegaskan bahwa jumlah tersebut dipastikan akan bertambah sesuai dengan arahan Presiden. Ia menyatakan pihaknya telah menyiapkan strategi khusus untuk merealisasikan peningkatan kuota tersebut.
"Dan tahun ini, kita ingin angka tersebut meningkat sesuai juga dengan instruksi dari Pak Presiden. Apa yang kami lakukan, inilah strategi kami," sambungnya.
Salah satu pilar strategi yang dijalankan adalah dengan memperkuat sinergi antar-lembaga pendidikan.
Kemnaker kini telah mengantongi kesepakatan resmi dengan kementerian yang menangani pendidikan dasar, menengah, hingga pendidikan tinggi dan teknologi.
Baca Juga: Kolaborasi Pemerintah & Industri Jadi Kunci Peluang Kerja Tetap Terbuka di Tengah Tantangan Global
"Kami sudah menjalin MoU dengan Kementerian Dikdasmen, kita juga sudah memiliki MoU dengan Kementerian Diktisaintek," jelasnya.
Selain memperkuat koordinasi internal, Kemnaker juga tengah aktif menjajaki peluang di berbagai negara baru.
Meski Jepang masih menjadi fokus utama saat ini, Menaker mengakui adanya permintaan dari negara-negara lain seperti Turki hingga Taiwan, meskipun kendala bahasa masih menjadi tantangan yang harus diselesaikan.
"Kita juga secara aktif mendatangi ya peluang-peluang penempatan magang di luar negeri yang saat ini memang kita masih fokus di Jepang, walaupun sudah ada beberapa permintaan dari negara lain, tapi biasanya isunya itu adalah terkait dengan bahasa, ya misalnya di Jerman, di Turki, di Taiwan, dan seterusnya," terangnya.
Yassierli optimis bahwa penguatan program magang internasional ini akan memberikan dampak nyata dalam menekan angka pengangguran dan meningkatkan kompetensi tenaga kerja Indonesia di level global.
"Dan ini sekali lagi menjadi salah satu solusi terkait dengan bagaimana kita membuka kesempatan kerja yang lebih luas bagi angkatan kerja Indonesia," pungkasnya.
Berita Terkait
Terpopuler
- Menteri Agama RI Nasaruddin Umar Disebut Mengundurkan Diri
- Partai Kaesang Tutup Pintu Rapat untuk Ketum Projo: Tempat Budi Arie Bukan di PSI
- Harga Kulkas Mini 1 Pintu Termurah di Pasaran, Ini 3 Rekomendasinya Mulai Rp400 Ribuan
- Apa Sunscreen Terbaik untuk Flek Hitam pada Usia 50 Tahun? Ini 7 Rekomendasi sesuai Review
- Air Mawar Viva Dipakai Kapan? Ini Urutan Pemakaian dan Review Pembeli
Pilihan
-
Dihadang Barikade Polisi, Massa Mahasiswa Tertahan di Senayan Park Saat Menuju Gedung DPR
-
Bukan di DPR, Front Mahasiswa Nasional Pilih Demo di Istana untuk Sampaikan 10 Tuntutan
-
Botok: Jika RUU Perampasan Aset Tak Sah Desember, Dasco, Saan, dan Cucun Siap Mundur
-
Hakim Tolak Perlawanan Yaqut Cholil Qoumas, Sidang Korupsi Kuota Haji Berlanjut!
-
Meski Diterima Pimpinan DPR, Botok Pati Pastikan Aksi 27 Agustus Tetap Lanjut
Terkini
-
Agam Rinjani dan Mahasiswa KKN Unhas Salurkan Bantuan Korban Gempa di NTT
-
Tanggapi Spekulasi Budi Arie Soal 'Percepatan', Puan: Ikuti Konstitusi, Pemerintahan Per Lima Tahun
-
Perawatan Rambut Serba Praktis Jadi Tren, Solusi Cepat untuk Rambut Berminyak dan Lepek
-
Massa Pati Tinggalkan DPR Usai Kantongi Surat Sakti Deadline RUU Perampasan Aset
-
Bakar Ban Saat Diadang Polisi, Massa Demo Mahasiswa Akhirnya Diizinkan Menuju DPR
-
Skill Saja Tak Cukup, Timnas Esports Indonesia Kini Andalkan Data Tubuh dengan Smartwatch
-
4 Hydrating Toner Anti-Aging, Jaga Kulit Tetap Kenyal dan Bebas Garis Halus
-
Tepung Singkong untuk Atasi Karhutla, Water Cannon untuk Redam Suara Rakyat
-
Viral Rapper Jepang Young Coco Disebut Mirip Jokowi, Netizen: Ini Lil Owi!
-
Komoditas yang Diperdagangkan di Bursa Mineral dan Komoditas Strategis Ditetapkan OJK