Bisnis / Ekopol
Rabu, 08 April 2026 | 16:48 WIB
Forum Jejaring Kemitraan Penempatan Tenaga Kerja Dalam Negeri bersama Kamar Dagang Amerika di Indonesia (American Chamber of Commerce in Indonesia/AmCham) dan Firma Hukum SSEK di Jakarta, Selasa, (7/4/2026). (Dok: Kemnaker)

Suara.com - Di tengah tekanan ketidakpastian global yang mulai berdampak pada berbagai sektor industri, pemerintah menegaskan bahwa menjaga stabilitas pasar kerja tidak bisa dilakukan secara parsial. Kolaborasi antara pemerintah, dunia usaha, dan tenaga kerja menjadi kunci utama agar kesempatan kerja tetap terbuka dan adaptif terhadap perubahan.

Menteri Ketenagakerjaan, Yassierli menekankan pentingnya sinergi lintas sektor dalam memperkuat ketenagakerjaan nasional. Menurutnya, Indonesia tidak bisa hanya bersikap reaktif terhadap gejolak global, tetapi harus bergerak cepat melalui langkah-langkah strategis yang melibatkan seluruh pemangku kepentingan.

"Indonesia tak bisa hanya menunggu masalah terjadi. Kita harus bergerak cepat agar pasar kerja tetap stabil. Kemnaker menyiapkan sistem peringatan dini PHK, dialog bersama perusahaan dan pekerja, serta akselerasi program pelatihan dan peningkatan keterampilan," ujar Yassierli saat membuka Forum Jejaring Kemitraan Penempatan Tenaga Kerja Dalam Negeri bersama Kamar Dagang Amerika di Indonesia (American Chamber of Commerce in Indonesia/AmCham) dan Firma Hukum SSEK di Jakarta, Selasa, (7/4/2026).

Menteri Ketenagakerjaan, Yassierli dalam Forum Jejaring Kemitraan Penempatan Tenaga Kerja Dalam Negeri bersama Kamar Dagang Amerika di Indonesia (American Chamber of Commerce in Indonesia/AmCham) dan Firma Hukum SSEK di Jakarta, Selasa, (7/4/2026). (Dok: Kemnaker)

Forum yang turut melibatkan Kamar Dagang Amerika di Indonesia (AmCham) dan firma hukum SSEK ini menjadi wadah konkret untuk memperkuat kemitraan antara pemerintah dan pelaku industri. Dalam forum tersebut, dunia usaha didorong untuk lebih aktif berkontribusi, tidak hanya dalam membuka lapangan kerja, tetapi juga dalam memastikan kesiapan tenaga kerja melalui pelatihan yang relevan.

Salah satu tantangan utama yang disoroti adalah masih adanya kesenjangan antara kompetensi tenaga kerja dan kebutuhan industri. Di satu sisi, peluang kerja tersedia, namun di sisi lain, pencari kerja kerap kesulitan mengakses informasi maupun memenuhi kualifikasi yang dibutuhkan.

Untuk menjembatani hal tersebut, pemerintah mendorong perusahaan agar melaporkan kebutuhan tenaga kerja melalui platform KarirHub SIAPKerja. Langkah ini diharapkan dapat menciptakan proses rekrutmen yang lebih transparan, terintegrasi, dan mudah diakses oleh masyarakat luas.

Forum Jejaring Kemitraan Penempatan Tenaga Kerja Dalam Negeri bersama Kamar Dagang Amerika di Indonesia (American Chamber of Commerce in Indonesia/AmCham) dan Firma Hukum SSEK di Jakarta, Selasa, (7/4/2026). (Dok: Kemnaker)

Selain itu, penguatan pelatihan vokasi juga menjadi fokus utama. Kemnaker mengajak dunia industri, termasuk AmCham, untuk terlibat langsung dalam merancang program pelatihan bagi pekerja dengan keterampilan rendah hingga menengah. Dengan demikian, lulusan pelatihan tidak hanya siap kerja, tetapi juga mampu menjawab kebutuhan riil industri.

Tak hanya soal ketersediaan pekerjaan, pemerintah juga menaruh perhatian pada aspek inklusivitas. Yassierli menegaskan bahwa pasar kerja yang sehat harus memberikan kesempatan yang adil bagi semua, termasuk penyandang disabilitas.

“Selain menyiapkan peluang kerja, kita juga mendorong akses setara bagi penyandang disabilitas. Dunia kerja yang sehat bukan hanya soal pertumbuhan, tapi juga soal kesempatan yang adil untuk semua,” tambahnya.

Baca Juga: Menaker Yassierli Tinjau Posko K3 Mudik 2026, Pastikan Pengemudi Tetap Fit

Di sisi lain, perkembangan teknologi seperti kecerdasan buatan (AI) turut menjadi tantangan sekaligus peluang baru. Transformasi ini diprediksi akan mengubah lanskap pekerjaan secara signifikan, sehingga diperlukan kesiapan dari seluruh pihak untuk beradaptasi.

Kemnaker, kata Yassierli, siap memfasilitasi kebutuhan perusahaan terkait tenaga kerja agar pasar kerja lebih adaptif, inklusif, dan mampu menjawab perubahan. Upaya bersama ini menjadi fondasi penting untuk menghadapi dinamika global yang semakin kompleks.

“Semua tantangan ini harus kita hadapi bersama demi stabilitas pasar kerja nasional,” pungkas Yassierli.

Load More