- Pengamat Tofan Mahdi memprediksi kemenangan Iran atas Israel pada 20 April 2026 akan memicu pergeseran geopolitik besar di Timur Tengah.
- Negara Arab akan meninjau ulang hubungan diplomatik dengan Israel dan Amerika Serikat akibat perubahan peta kekuatan kawasan yang signifikan.
- Konflik ini berpotensi mengembalikan wilayah pendudukan kepada Palestina serta mengubah status kontrol atas Dataran Tinggi Golan dan Tepi Barat.
Suara.com - Eskalasi konflik di Timur Tengah yang melibatkan Iran dan Israel terus menjadi sorotan dunia. Pengamat politik internasional, Tofan Mahdi, memprediksi akan terjadi pergeseran geopolitik besar-besaran jika Iran berhasil keluar sebagai pemenang dalam konflik ini.
Menurut Tofan, kemenangan Iran tidak hanya akan mengubah peta wilayah, tetapi juga memengaruhi sikap negara-negara Arab terhadap Amerika Serikat dan Israel.
"Kalau misalkan Iran menang, saya melihat dunia Arab akan berubah. Mereka tidak akan lagi terlalu permisif untuk bekerja sama dengan Amerika Serikat," ujar Tofan dalam kanal YouTube Forum Keadilan TV, Senin (20/4/2026).
Tofan menjelaskan bahwa negara-negara Timur Tengah yang saat ini telah membuka hubungan diplomatik dengan Israel, seperti Mesir dan Uni Emirat Arab (UEA), kemungkinan besar akan mengkaji ulang posisi mereka. Situasi ini dinilai dapat membuat posisi Israel semakin terjepit di kawasan.
Tak hanya soal diplomasi, perubahan wilayah juga diprediksi akan terjadi. Tofan menyebut Suriah berpotensi menekan Israel untuk mengembalikan Dataran Tinggi Golan. Selain itu, Israel juga dinilai bisa kehilangan kontrol atas Tepi Barat.
“Jadi wilayah Israel akan semakin kehilangan beberapa wilayah termasuk kontrol di atas Tepi Barat. Jadi nanti Tepi Barat itu benar-benar yang petanya itu akan diatur sedemikian rupa mana yang haknya Israel, mana yang haknya Palestina,” ujarnya.
Masa Depan Palestina dan Yerusalem
Salah satu dampak paling signifikan dari kemenangan Iran, menurut Tofan, adalah terbukanya peluang lebih besar bagi kemerdekaan Palestina sebagai negara berdaulat. Ia menganalisis bahwa kesepakatan internasional ke depan bisa kembali merujuk pada UN Partition Plan.
Namun demikian, isu Yerusalem diprediksi tetap menjadi titik krusial yang diperebutkan. Tofan mengibaratkan posisi Yerusalem saat ini sebagai pusat pemerintahan Israel, layaknya Washington DC di Amerika Serikat.
Baca Juga: Iran Ngamuk! Drone Teheran Hantam Kapal AS, Balas Dendam Atas Pembajakan Maritim
"Apalagi sekarang praktis pusat pemerintahan Israel itu bukan di Tel Aviv tapi di Yerusalem di Al Quds. Jadi Tel Aviv itu kayak kalau misalkan Amerika itu kayak New York-nya, Yerusalem ini kayak Washington-nya," tambahnya.
Kekuatan Militer Iran
Terkait peluang kemenangan, Tofan menilai Iran memiliki ketahanan militer yang tidak bisa diremehkan, bahkan oleh Amerika Serikat. Ia menyoroti kemampuan Iran dalam mempertahankan persediaan rudal meski berada dalam konflik berkepanjangan.
"Saya kaget lihat kekuatan rudal yang dimiliki oleh Iran, itu nggak habis-habis sampai 40 hari perang, disembunyikan di mana juga nggak tahu," ungkapnya.
Ia juga menegaskan bahwa kecil kemungkinan Iran akan takluk atau mengalami pergantian rezim menjadi pemerintahan boneka bentukan Amerika Serikat.
Meski demikian, Tofan menilai eskalasi konflik pada akhirnya akan mengarah pada titik kompromi. Hal ini mengingat dampak konflik yang meluas dan dirasakan tidak hanya oleh negara-negara yang terlibat langsung, tetapi juga masyarakat global.
"Dampak yang kemudian bukan hanya dirasakan oleh masyarakat di Amerika, di Iran, di Israel, di Palestina, tapi juga masyarakat dunia, termasuk kita yang di Indonesia," pungkasnya.
Reporter: Tsabita Aulia
Berita Terkait
Terpopuler
- Bedak Wardah Apa yang Cocok untuk Usia 40 Tahun? Ini 5 Rekomendasi Terbaik agar Flawless dan Fresh
- DPR Pertanyakan, Pemerintah Menjawab, Dari Mana Datang Isu Kipas Angin Rp1,8 T untuk Kopdes?
- 7 Statistik Miris Argentina Saat Dipecundangi Spanyol di Final Piala Dunia 2026
- Rapor Duo Timnas Indonesia Ole Romeny dan Hubner Saat Fortuna Sittard Hadapi Olympiacos
- Kulit Sawo Matang Jangan Salah Pilih Warna Lipstik! Ini 8 Pilihan yang Bikin Wajah Cerah Seketika
Pilihan
-
Laporkan Hotman Paris ke Polda Metro, PWI Ragukan Ketulusan Permohonan Maaf Sang Pengacara
-
Mendukung Working Mom Mengelola Keuangan Keluarga Lebih Efisien dengan AstraPay
-
Usai Nobar Final Piala Dunia, Bupati Lombok Barat Lalu Ahmad Zaini Kena OTT KPK
-
Menteri PU Dody Hanggodo Bakal Dicopot Agustus? 'Prabowo Tak Suka Menteri yang Bikin Gaduh'
-
Tersangka Don Ritto Dikawal Rantis Brimob saat Tiba di Kejagung, Emas hingga Brankas Ikut Dibawa
Terkini
-
Belum Sempat Nonton? Film Mortal Kombat II Bakal Rilis di HBO Max 24 Juli
-
Kolaborasi TelkomGroup, Nongsa Digital Park, dan BW Digital Perkuat Infrastruktur Kabel Laut NCC
-
Amerika Keok Lagi, Drone Kamikaze Iran Hancurkan Pangkalan Ahmed Al-Jaber Kuwait
-
ROG Homecoming Jadi Panggung Inovasi Asus, Komunitas Diajak Lihat Teknologi Masa Depan
-
Bisakah Kita Percaya AC dari Merek Laptop? Membongkar Paradoks Acerpure
-
Dua Tahun Jadi Reruntuhan, Begini Kondisi SDN Kebayoran Lama Selatan 09 Kini
-
Bunga KPR Cuma 1,75%! Saatnya Wujudkan Rumah Impian di BRI KPR EXPO 2026
-
BRI dan PERBANAS Bersinergi dengan OJK serta Kemkomdigi Wujudkan Ekosistem Keuangan Digital
-
Review Hanasui Power Retinol Expert Serum, Hempas Flek Hitam dan Garis Halus Budget Murmer
-
Ulasan One Day Off: Mencari Ruang di Tengah Rutinitas yang Berulang