News / Internasional
Senin, 20 April 2026 | 15:16 WIB
Ribuan perempuan dan remaja putri turun ke jalan bersama warga Iran lainnya di Teheran pada 17 April 2026. [Tasnim News/Hossein Zohrevand]
Baca 10 detik
  • Ribuan perempuan berkumpul di Enghelab Square, Teheran, pada 17 April 2026 untuk merayakan Hari Angkatan Darat Iran.
  • Para peserta menyatakan dukungan kepada Republik Islam serta menyampaikan sumpah setia kepada Pemimpin Revolusi Ayatollah Mojtaba Khamenei.
  • Konflik AS-Israel melawan Iran selama 40 hari telah menyebabkan 3.375 warga sipil meninggal dunia menurut otoritas forensik.

Suara.com - Ribuan perempuan dan remaja putri turun ke jalan bersama warga Iran lainnya di Teheran pada 17 April 2026.

Kehadiran ribuan perempuan di pusat kota Teheran ini untuk menyemarakkan Hari Angkatan Darat Iran.

Dari laporan media Iran, massa berkumpul Enghelab Square dengan membawa bendera dan menyalakan lampu ponsel.

Melansir dari laporan Tasnim News, Senin (20/4), ribuan perempuan yang hadir di Enghelab Square menyatakan dukungan terhadap Republik Islam Iran sekaligus menunjukkan solidaritas kepada angkatan bersenjata.

Dalam aksi tersebut, para peserta juga menyampaikan sumpah setia kepada Pemimpin Revolusi Islam, Ayatollah Seyed Mojtaba Khamenei.

Ribuan perempuan dan remaja putri turun ke jalan bersama warga Iran lainnya di Teheran pada 17 April 2026. [Tasnim News/Hossein Zohrevand]

Masih dari sumber yang sama, ribuan perempuan dan remaja putri tersebut menyatakan kesiapan untuk mengikuti arahan dari Mojtaba Khamenei.

Dari foto-foto yang dipublikasikan kantor berita pemerintah Iran, tampak sejumlah tentara perempuan Iran yang juga hadir di perayaan tersebut.

"Aksi berlangsung tertib dengan iring-iringan massa yang memenuhi sejumlah ruas jalan utama ibu kota.

Sejumlah peserta menyuarakan pentingnya persatuan nasional di tengah situasi geopolitik yang memanas," ulas laporan media Iran.

Baca Juga: Warga Iran Masih Takut di Bom AS - Israel, Tiap Malam Sembunyi di Kamar Mandi

Sementara itu, update terbaru korban perang AS-Israel vs Iran mencapai 3.375 orang.

Data ini disampaikan Kepala Organisasi Kedokteran Forensik Iran, Abbas Masjedi, setelah 40 hari konflik berlangsung.

Ribuan perempuan dan remaja putri turun ke jalan bersama warga Iran lainnya di Teheran pada 17 April 2026. [Tasnim News/Hossein Zohrevand]

Masjedi menyebut mayoritas korban adalah warga sipil, termasuk anak-anak, lansia, dan pekerja sipil.

Dari total korban, 2.875 adalah pria dan 496 perempuan, sementara empat jenazah masih belum teridentifikasi hingga kini.

Masjedi juga mengungkap sekitar 40 persen jenazah awalnya tidak dapat dikenali akibat jenis bom dan rudal yang digunakan.

“Namun, tim forensik berhasil mengidentifikasi sebagian besar korban dan menyerahkannya kepada keluarga,” ujarnya.

Load More