- Pasukan Iran meluncurkan serangan drone terhadap kapal Amerika di Teluk Oman pada Minggu, 19 April 2026.
- Serangan tersebut merupakan balasan atas tindakan pasukan Amerika Serikat yang menyita kapal kontainer Iran bernama Touska.
- Insiden ini memicu kekhawatiran global terkait stabilitas keamanan maritim akibat pelanggaran gencatan senjata antara kedua negara.
Suara.com - Pasukan Iran pada Minggu (19/4/2026) melancarkan serangan drone terhadap beberapa kapal Amerika sebagai balasan atas penembakan dan pencegatan kapal Iran oleh pasukan AS, menurut media lokal.
Eskalasi ini menandai babak baru ketegangan di jalur perairan strategis Teluk Oman, yang melibatkan penggunaan teknologi pesawat tanpa awak sebagai instrumen serangan balik cepat.
Kantor berita semi-resmi Iran Tasnim melaporkan bahwa setelah pasukan AS menaiki kapal kontainer Touska di Teluk Oman, drone Iran diluncurkan terhadap kapal-kapal Amerika, tanpa menyebutkan apakah targetnya militer atau komersial.
Serangan ini disebut sebagai respons langsung terhadap tindakan militer Amerika Serikat yang dianggap provokatif di wilayah tersebut.
Iran sebelumnya telah mengkonfirmasi bahwa pasukan AS telah menyita kapal Iran dan memperingatkan bahwa mereka akan segera membalas tindakan tersebut, yang disebut sebagai pelanggaran gencatan senjata.
Padahal, Iran dan Amerika Serikat sepakat mengadakan gencatan senjata dua minggu yang dimediasi Pakistan yang berlaku sejak diumumkan pada 7 April.
Insiden ini memicu kekhawatiran global mengenai stabilitas keamanan maritim di kawasan Timur Tengah.
Sementara itu Kantor Berita Fars melaporkan bahwa Markas Besar Pusat Khatam al-Anbiya mengatakan pasukan AS telah menargetkan kapal tersebut, menonaktifkan sistem navigasinya dan menaikinya setelah melepaskan tembakan, mengutip juru bicara militer Ebrahim Zolfaghari.
Tindakan penonaktifan sistem navigasi ini dianggap sebagai langkah teknis untuk melumpuhkan kontrol kapal sebelum dilakukan pengambilalihan secara paksa oleh pasukan marinir.
Baca Juga: Orang Dekat Donald Trump Pastikan Selat Hormuz Tidak Bakal Dibuka Sampai Ini Terjadi
Data pelacakan kapal menunjukkan Touska berangkat dari Port Klang di Malaysia pada 12 April.
Kapal ini dijadwalkan menuju pelabuhan Bandar Abbas di Iran sebelum akhirnya dicegat di tengah laut.
Perjalanan kapal kontainer ini menjadi titik sentral dalam sengketa kedaulatan laut yang melibatkan kedua negara.
Insiden itu pertama kali diumumkan oleh Presiden AS Donald Trump pada Minggu yang kemudian dikonfirmasi oleh Komando Pusat AS (CENTCOM), dan mengatakan USS Spruance mencegat kapal kargo berbendera Iran tersebut, yang mencoba menerobos blokade angkatan naval AS di Teluk Oman.
Pihak Amerika Serikat mengklaim bahwa tindakan tersebut merupakan bagian dari penegakan blokade laut yang sedang berlangsung.
Menurut CENTCOM, Marinir terus menahan kapal tersebut. Dalam sebuah pernyataan, CENTCOM mengatakan kapal itu menuju pelabuhan Bandar Abbas di Iran.
Berita Terkait
-
Orang Dekat Donald Trump Pastikan Selat Hormuz Tidak Bakal Dibuka Sampai Ini Terjadi
-
Ribuan Pelaut Terjebak Akibat Selat Hormuz Ditutup Lagi, Mulai Stres dan Frustrasi
-
3 Fakta Kapal Touska Iran yang Diserang dan Disita AS di Laut Oman
-
Toilet Ramah Lingkungan Jadi Biang Kerok 4000 Tentara AS Ngantri BAB di Kapal Induk
-
24 Jam Penuh Gejolak di Selat Hormuz, Apa Saja yang Terjadi?
Terpopuler
- Gus Kikin Pimpin PBNU, Antara Satire 'Salah Dalil' hingga Guyon 'PWNU Jatim Cabang Jakarta'
- 8 Sepatu Jalan untuk Komuter KRL dan MRT yang Empuk dan Awet
- 4 Shio Beruntung Hari Ini 3 September 2026, Kesulitan Karier dan Keuangan Segera Berakhir
- Emil Audero Salah Pilih Klub? Pemerintah Serang Rayo Vallecano: Klub Gak Mampu
- Perbedaan Sunscreen Sejuta Umat Azarine vs Facetology, Bagus Mana?
Pilihan
-
Gempa M 5,3 Guncang Cilacap Siang Ini, Getaran Terasa hingga DIY dan Jabar
-
Api Masih Merah! 105 Personel Cari Korban Kebakaran Apartemen Pavilion Tanah Abang yang Terjebak
-
Kebakaran Melanda Apartemen Pavilion Tanah Abang, Petugas Sisir Penghuni Terjebak
-
Privilese TNI dari Suku Dayak Diduga Cara Rezim Amankan Ekspansi Bisnis Hutan
-
Sudah dari 2023, 'Nyelang' Jadi Napas Warga Pesisir Cilincing Demi Dapatkan Air Bersih
Terkini
-
Felix TJ: Menjaga Kopi Indonesia Tetap Punya Rasa, Cerita, dan Tradisi
-
Mengenal Tiga Karakter Daging Sapi Australia dan Cara Tepat Mengolahnya
-
Bupati Nonaktif Tulungagung Gatut Sunu Bantah Dakwaan Pemerasan dan Gratifikasi
-
Bayi Perempuan Ditemukan dalam Tas di Gang Karawang, Polisi Amankan Dua Orang
-
Dari Desa, Imigrasi untuk Rakyat, 171 Desa Binaan Jadi Benteng Awal Cegah TPPO
-
Bareskrim Rampungkan Perkara TPPU Direktur PT Indosterling, Berkas SWH P-21
-
Viral Tudingan soal Mantan Istri Polisi di Sumut, Akun Medsos Dilaporkan
-
Java United FC Tak Gentar Mulai Liga dengan Minus Dua Poin
-
Jalan Kolmas Ditutup Total 67 Hari, Polres Cimahi Siapkan Dua Jalur Alternatif
-
Eks Perawat Culik Bayi di RS Medan Secara Acak untuk Dijual ke Pasutri, Ini Kronologisnya