-
Perang merusak ratusan sekolah di Iran memaksa pengalihan sistem belajar ke jaringan intranet domestik.
-
Siswa di daerah terpencil terancam tertinggal karena keterbatasan infrastruktur internet dan perangkat digital.
-
Otoritas Iran memperketat kontrol informasi digital melalui penggunaan jaringan internet nasional yang tertutup.
Suara.com - Perang yang berkepanjangan memaksa otoritas pendidikan Iran menghentikan seluruh aktivitas belajar tatap muka secara nasional.
Pemerintah kini mengalihkan proses transfer ilmu melalui platform digital domestik dan siaran televisi guna menyiasati kelumpuhan infrastruktur.
Diceritakan DW, langkah darurat ini diambil setelah ratusan gedung sekolah hancur akibat serangan udara yang memutus akses fisik siswa ke ruang kelas.
Namun kebijakan ini menciptakan jurang pendidikan baru bagi kelompok masyarakat ekonomi rendah yang tidak memiliki gawai memadai.
Ketergantungan pada intranet nasional juga menandai era baru kontrol informasi ketat yang memutus hubungan siswa dengan dunia luar.
Data organisasi pembangunan sekolah setempat mencatat lebih dari 640 bangunan edukasi di 17 provinsi mengalami kerusakan parah.
Sebanyak 250 bangunan di antaranya memerlukan renovasi total sementara belasan sekolah lainnya sudah tidak mungkin lagi untuk diperbaiki.
Di saat yang sama Iran mengalami pemutusan jaringan internet global terlama dalam sejarah yang dipantau oleh lembaga NetBlocks.
Kini arus informasi digital hanya bersirkulasi melalui intranet nasional yang sangat terbatas dan diawasi ketat oleh otoritas keamanan.
Baca Juga: Konflik Selat Hormuz Berlanjut, Iran Tegaskan Gencatan Senjata Tidak Berlaku Selama Ada Blokade AS
Kondisi ini membuat warga hanya bisa mengakses situs web dalam negeri tanpa bisa menjangkau platform media sosial internasional.
Kontrol Digital dan Nasib Siswa Miskin
"Blokade internet di Iran kemungkinan besar tidak akan pernah dicabut sepenuhnya," kata pakar keamanan siber Amir Rashidi.
Pemerintah dinilai sengaja membangun ekosistem digital yang terpisah dari jaringan dunia untuk memastikan kendali penuh negara.
"Ide yang telah lama dikerjakan oleh otoritas Iran adalah sejenis intranet yang sepenuhnya terpisah dari internet global. Ini tentang kontrol negara yang komprehensif di ruang digital," tambahnya.
Sistem ini efektif mencegah koordinasi massa dan penyebaran dokumentasi protes namun tetap mengizinkan layanan domestik berjalan.
Berita Terkait
Terpopuler
- Apa Sunscreen Terbaik untuk Flek Hitam pada Usia 50 Tahun? Ini 5 Rekomendasi sesuai Review
- John Herdman Coret 27 Pemain Jelang Timnas Indonesia vs Kamboja di Piala AFF 2026
- 10 Simbol Feng Shui di Rumah Old Money yang Dipercaya Membawa Kemakmuran
- Jakarta Siap Pungut Pajak Mobil Listrik Tahun Ini, Kendaraan Mewah Kena hingga 75% PKB
- Dokter Tifa Menang, Sidang Kasus Ijazah Jokowi Resmi Dihentikan
Pilihan
-
Febrie Adriansyah Resmi Ditahan Kejagung, Teriak Kriminalisasi Saat Digiring ke Mobil Tahanan
-
Takut Lumpuh, Hotman Paris Pilih Mundur Jadi Pengacara Febrie Usai Pijit di Bojong Gede Tak Mempan
-
Saraf Terjepit, Hotman Paris Putuskan Mundur Jadi Kuasa Hukum Eks Jampidsus Febrie Adriansyah
-
Dokter Tifa Menang, Sidang Kasus Ijazah Jokowi Resmi Dihentikan
-
Menang Lima Gol, Timnas Putri Indonesia Back to Back Juara AFF Women's Cup 2026
Terkini
-
Anggaran Pakan Hewan di Kebun Binatang Surabaya Dikorupsi Rp10,2 M di, DPR Minta Semua Diperiksa!
-
Review A Toxic Love Story: Manipulasi Lebih Mematikan dari Kekerasan Fisik?
-
Gantikan Hotman, Mantan Jubir KPK Kini Pasang Badan Jadi Advokat Mantan Jampidsus Febrie Adriansyah
-
KPK Bongkar Alasan Tahan Febrie, Ada 'Surat Sakti' yang Dikirim Sejak Jumat Pagi
-
Berapa Lama Eks Jampidsus Febrie Adriansyah Bakal Mendekam di Rutan KPK?
-
Apa Kata KPK soal Klaim Kriminalisasi Febrie Adriansyah? Ini Penjelasan Lengkapnya
-
Tayang 2027, Drama Misteri-Kriminal 'Code' Rilis Jajaran Pemeran Utama
-
Karena Buru-buru Sudah Malam, Alasan Kejagung Tak Pakaikan Rompi Pink ke Febrie Adriansyah
-
Dua Kata Eks Jampidsus Febrie Adriansyah Masuk ke Rutan KPK Tanpa Pakai Rompi Pink
-
Budget 4 Jutaan? 5 HP Gaming Ini Bisa Push Rank Tanpa Lag