-
Perang merusak ratusan sekolah di Iran memaksa pengalihan sistem belajar ke jaringan intranet domestik.
-
Siswa di daerah terpencil terancam tertinggal karena keterbatasan infrastruktur internet dan perangkat digital.
-
Otoritas Iran memperketat kontrol informasi digital melalui penggunaan jaringan internet nasional yang tertutup.
Akan tetapi transisi ke pembelajaran virtual ini menghantam keras para siswa di wilayah tertinggal seperti Sistan dan Baluchistan.
"Masalahnya adalah di beberapa wilayah, seperti Sistan dan Baluchistan, hampir tidak ada koneksi internet karena mereka kekurangan infrastruktur yang diperlukan," jelas Rashidi.
Ketiadaan perangkat seperti laptop dan ponsel pintar menjadi hambatan utama bagi anak-anak dari keluarga tidak mampu.
"Sebagian besar orang di Iran mengakses internet melalui ponsel mereka. Namun, wilayah-wilayah ini memiliki lebih sedikit ponsel pintar dan bahkan lebih sedikit perangkat yang dibutuhkan anak sekolah, seperti laptop," ungkapnya lagi.
Masalah ekonomi dan inflasi akibat perang juga membuat bantuan perangkat bekas dari lembaga swadaya masyarakat kini menurun drastis.
Sebagai solusi terakhir pemerintah memanfaatkan stasiun televisi untuk menyiarkan materi pelajaran pokok seperti matematika dan fisika secara terjadwal.
Krisis pendidikan ini merupakan dampak langsung dari eskalasi militer yang melibatkan serangan udara dari pihak Amerika Serikat dan Israel.
Ketegangan yang gagal diredam oleh gencatan senjata sementara ini membuat Iran mempercepat pembangunan Jaringan Informasi Nasional.
Proyek tersebut kini menjadi tulang punggung baru bagi kehidupan publik Iran di tengah keterisolasian dari komunitas global.
Baca Juga: Konflik Selat Hormuz Berlanjut, Iran Tegaskan Gencatan Senjata Tidak Berlaku Selama Ada Blokade AS
Berita Terkait
Terpopuler
- Prabowo Timbang Chatib Basri Gantikan Purbaya, Senin Disebut Bakal Ada Reshuflle Kabinet
- Purbaya Disebut Bakal Jadi Gubernur BI, Prabowo Sedang Timbang Chatib Basri Jadi Menkeu
- 5 Bedak Padat Mengandung SPF, Praktis untuk Touch Up Sekaligus Lindungi Kulit dari Matahari
- Mathew Baker Masih Dianggap Milik Australia meski Dipanggil Timnas Indonesia Senior
- Sinyal Penggulingan '98 Jilid 2' Menguat, Cuma PDIP dan Habib Rizieq yang Bisa Selamatkan Prabowo?
Pilihan
-
Lucky Hakim Dinobatkan Sebagai Bupati Terbaik, Wakilnya Malah Jadi Tersangka
-
Dasco Pagi-pagi Kumpulkan Menkeu Purbaya dan Gubernur BI di DPR, Evaluasi Ekonomi
-
Purbaya Disebut Bakal Jadi Gubernur BI, Prabowo Sedang Timbang Chatib Basri Jadi Menkeu
-
Prabowo Timbang Chatib Basri Gantikan Purbaya, Senin Disebut Bakal Ada Reshuflle Kabinet
-
Tersangka Korupsi MBG Sony Sonjaya Ajukan Diri Jadi Justice Collaborator, Siap Ungkap Pihak Lain
Terkini
-
Sore Ini, Said Iqbal Akan Dilantik Jadi Penasihat Khusus Presiden Bidang Ketenagakerjaan
-
Prakiraan Cuaca Hari Ini, BMKG Klarifikasi Isu Kondisi Ekstrem 'Bediding'
-
Gempa M 8,1 di Filipina Picu Peringatan Dini Tsunami di Sejumlah Wilayah Indonesia
-
BMKG Keluarkan Peringatan Dini Tsunami Usai Gempa M 7,7 di Sulut
-
Pengawasan WNA Diperketat agar Indonesia Tak Jadi Basis Kegiatan Ilegal
-
Misteri Wanita Tewas Jatuh dari Lantai 27 Green Pramuka, Ternyata Penyewa Lewat Broker
-
Geger Fortuner Diamuk Massa di Tanah Abang: Berawal dari Klakson hingga Teriak Tabrak Lari
-
Momen Kebersamaan Prabowo Bersama Siswa SRMP 17 Dari Doa Hingga Makan Siang
-
Kunjungi SRMP 17 Tabanan, Ini Pesan Presiden Prabowo
-
Gas Industri Melejit Picu Badai PHK! Andi Gani: Ketemu Bahlil Lebih Sulit daripada Presiden Prabowo