-
Amerika Serikat memperluas blokade maritim terhadap Iran hingga ke seluruh samudra di dunia.
-
Sebanyak 34 kapal telah dipaksa putar balik oleh militer AS demi menekan Iran.
-
Washington menuntut Iran menghentikan program nuklir secara terverifikasi sebelum mencabut status blokade maritim.
Suara.com - Amerika Serikat kini resmi memperluas jangkauan blokade maritim terhadap Iran hingga ke level global guna memutus total akses pelayaran negara tersebut.
Strategi ini melampaui pengawasan regional di Timur Tengah dengan menargetkan seluruh jalur laut internasional yang terhubung dengan dermaga Iran.
Dikutip dari Reuters, hingga Jumat pagi, kekuatan militer Washington tercatat telah memaksa sedikitnya 34 kapal untuk berbalik arah dari jalur tujuannya.
Langkah agresif ini menjadi sinyal kuat bahwa AS tidak akan membiarkan satu pun kapal lolos tanpa pemeriksaan ketat Angkatan Laut.
Fokus utama kebijakan ini adalah memastikan Teheran benar-benar menghentikan pengembangan teknologi senjata nuklirnya secara transparan.
Menteri Pertahanan AS, Pete Hegseth, menegaskan bahwa pengawasan kini telah menjangkau titik-titik krusial pelayaran dunia tanpa terkecuali.
"Blokade kami semakin meluas dan menjadi global," ujarnya kepada wartawan di Washington.
Pemerintah AS memastikan tidak akan ada aktivitas pelayaran keluar dari Selat Hormuz yang luput dari pantauan radar militer mereka.
"Iran tahu bahwa mereka masih memiliki kesempatan untuk memilih dengan bijak di meja perundingan. Mereka hanya perlu meninggalkan ambisi senjata nuklir secara nyata dan terverifikasi," kata Hegseth.
Baca Juga: AS Siapkan Imbalan Rp172 Miliar Buru Hashim Al-Saraji Tokoh KSS Terduga Penyerang Fasilitas Diplomat
Meskipun tekanan militer meningkat, Washington mengklaim tetap membuka pintu dialog yang direncanakan berlangsung di Pakistan dalam waktu dekat.
Komando Pusat AS kini menginstruksikan personelnya untuk mencegat kapal apa pun yang terafiliasi dengan Iran di Samudra Pasifik dan Hindia.
Tindakan ini menyasar kapal dari negara mana pun yang kedapatan melakukan transaksi logistik dengan pelabuhan-pelabuhan di wilayah Iran.
"Kami menegakkan blokade terhadap kapal dari semua negara yang berlayar ke atau dari wilayah Iran," ujar Caine.
Militer AS juga sedang melacak keberadaan kapal-kapal yang berada di luar zona blokade asli untuk segera dilakukan intersepsi jika terdeteksi melanggar.
Hegseth menambahkan bahwa pihaknya memiliki waktu yang sangat fleksibel untuk menunggu Iran menyerah pada tuntutan internasional.
Berita Terkait
Terpopuler
- Guru Besar UII: Publik Tak Cukup Tuntut Maaf, Layak Layangkan Mosi Tidak Percaya pada Prabowo
- Resmi Daftar Kemenkum, Partai Gerakan Rakyat Pastikan Usung Anies Baswedan Capres
- KPK Buka Peluang Periksa Nusron Wahid Terkait Kasus Bupati Kuansing
- Shin Tae-yong Resmi Dihukum 10 Tahun, Bagaimana Nasibnya di Persija Jakarta?
- 4 Zodiak yang Diprediksi Hidup Lebih Tenang dan Damai di Akhir Juli 2026, Siapa Saja?
Pilihan
-
Febrie Adriansyah Resmi Ditahan Kejagung, Teriak Kriminalisasi Saat Digiring ke Mobil Tahanan
-
Takut Lumpuh, Hotman Paris Pilih Mundur Jadi Pengacara Febrie Usai Pijit di Bojong Gede Tak Mempan
-
Saraf Terjepit, Hotman Paris Putuskan Mundur Jadi Kuasa Hukum Eks Jampidsus Febrie Adriansyah
-
Dokter Tifa Menang, Sidang Kasus Ijazah Jokowi Resmi Dihentikan
-
Menang Lima Gol, Timnas Putri Indonesia Back to Back Juara AFF Women's Cup 2026
Terkini
-
Kemelekatan Adalah Derita
-
Kebakaran Kasepuhan Ciptamulya: 51 Rumah dan 49 Leuit Hangus, Puluhan Ton Padi Musnah
-
Pria Tewas Diduga Dianiaya saat Melerai Perkelahian di Hiburan Malam Karimun
-
Berawal dari Teller, Ketangguhan Mantri BRI Ini Menginspirasi Warga Toraja Utara
-
Soal Ucapan 'Londo Ireng', PDIP: Kritik Tak Boleh Dibungkam!
-
Situasi Jalan Tambak Berangsur Kondusif, Penyebab Bentrokan Masih Diselidiki
-
Nonton Timnas di Pakansari Besok? Simak Skema Pengalihan Lalu Lintas Polres Bogor
-
Wamentrans Andalkan Tim Ekspedisi Patriot Bangun Pusat Ekonomi Baru di Kawasan Transmigrasi
-
Persija Jakarta Tetap Dukung Shin Tae-yong di Tengah Sanksi KFA
-
Kaesang Incar Suara Jateng untuk PSI, Ganjar: Orang Nyalon Kok Nantang