-
Biaya perang Amerika Serikat terhadap Iran resmi menyentuh angka 61 miliar dolar AS.
-
Donald Trump mengisyaratkan kemungkinan adanya pembicaraan damai dalam waktu tiga hari ke depan.
-
Blokade pelabuhan Iran tetap berjalan meskipun masa gencatan senjata diperpanjang oleh pemerintah Washington.
Suara.com - Operasi militer Amerika Serikat ke wilayah Iran tercatat telah menghabiskan dana fantastis hingga menembus angka Rp1.000 triliun.
Lonjakan biaya ini terjadi akibat mobilisasi personel massal dan pengerahan kapal perang yang dilakukan Washington secara intensif.
Dikutip dari Sputnik, kalkulasi anggaran tersebut mencakup pengeluaran taktis harian yang mencapai belasan triliun rupiah sejak serangan pertama diluncurkan.
Angka ini didapat dari laporan resmi Pentagon yang dikirimkan kepada pihak Kongres Amerika Serikat beberapa waktu lalu.
Iran War Cost Tracker memantau seluruh pergerakan dana ini secara seketika untuk memberikan data real-time kepada publik.
Serangan gabungan yang dilakukan Amerika Serikat bersama Israel pada akhir Februari lalu merusak banyak fasilitas penting.
Infrastruktur vital di berbagai titik Iran mengalami kerusakan parah akibat hantaman proyektil militer kedua negara tersebut.
Tragedi ini juga dilaporkan memakan korban jiwa dari kalangan masyarakat sipil yang berada di lokasi kejadian.
Setelah ketegangan memuncak, pihak Washington dan Teheran sempat menyepakati gencatan senjata sementara selama empat belas hari.
Baca Juga: Amerika Serikat Kirim Kapal Induk Ketiga ke Timur Tengah, Tekan Iran Percepat Negosiasi Damai
Namun proses diplomasi yang dilakukan di Islamabad, Pakistan, tidak kunjung menghasilkan kesepakatan permanen bagi kedua belah pihak.
Meski negosiasi buntu, belum ada pernyataan resmi mengenai dimulainya kembali kontak senjata secara terbuka di lapangan.
Amerika Serikat justru memilih langkah strategis dengan memperketat blokade pada pelabuhan-pelabuhan utama milik Iran.
Donald Trump menegaskan bahwa Washington akan memperpanjang masa tenang ini sembari tetap menjalankan operasi pemblokiran laut.
Langkah ini diambil untuk menekan pergerakan logistik Iran meskipun biaya operasional militer AS terus membengkak.
Kabar terbaru menyebutkan adanya peluang dialog damai yang mungkin terlaksana dalam waktu sangat singkat dalam pekan ini.
Berita Terkait
Terpopuler
- Malaysia Tegur Keras Menkeu Purbaya: Selat Malaka Bukan Hanya Milik Indonesia!
- Lipstik Merek Apa yang Tahan Lama? 5 Produk Lokal Ini Anti Luntur Seharian
- 5 Pilihan Jam Tangan Casio Anti Air Mulai Rp100 Ribuan, Stylish dan Awet
- Warga 'Serbu' Lokasi Pembangunan Stadion Sudiang Makassar, Ancam Blokir Akses Pekerja
- 5 HP Infinix Rp3 Jutaan Spek Dewa untuk Gaming Lancar
Pilihan
-
Jadi Tersangka Pelecehan Santri, Benarkah Syekh Ahmad Al Misry Sudah Ditahan di Mesir?
-
Kopral Rico Pramudia Gugur, Menambah Daftar Prajurit TNI Korban Serangan Israel di Lebanon
-
Ingkar Janji Taubat 2021, Syekh Ahmad Al Misry Resmi Tersangka Kasus Pelecehan Santri
-
Sebagai Ayah, Saya Takut Biaya Siluman Terus Menghantui Pendidikan Anak di Masa Depan
-
Rugikan Negara Rp285 T, Eks Dirut Pertamina Patra Niaga Alfian Nasution Dituntut 14 Tahun Bui
Terkini
-
Ketum Parpol Dibatasi 2 Periode, Eks Penyidik KPK: Cegah Kekuasaan Terlalu Lama dan Rawan Korupsi
-
Kawat Berduri Blokade Anak-anak Palestina Sekolah ke Tepi Barat
-
Praka Rico Gugur Usai Dirawat, Korban Kedua TNI dalam Serangan ke Pos UNIFIL Lebanon
-
Bangun Iklim Kompetitif, Mendagri: Ajang Penghargaan Pemda Pacu Kinerja Kepala Daerah
-
Profil Praka Rico Pramudia, Gugur dalam Misi Perdamaian di Lebanon
-
Circle Korupsi Sulit Dibongkar? Eks Penyidik KPK Ungkap Peran Loyalitas dan Skema Berlapis
-
Daftar 4 TNI Gugur di Lebanon, Terakhir Praka Rico Pramudia
-
AS Siapkan Imbalan Rp172 Miliar Buru Hashim Al-Saraji Tokoh KSS Terduga Penyerang Fasilitas Diplomat
-
KPK Usul Capres Harus dari Kader Partai, Golkar: Ideal, Tapi Jangan Tutup Pintu untuk Figur di Luar
-
Rudy Masud Didemo di Kaltim, Sekjen Golkar Ingatkan Kader: Peka ke Rakyat, Hindari Gaya Hidup Mewah