-
Amerika Serikat memperluas blokade maritim terhadap Iran hingga ke seluruh samudra di dunia.
-
Sebanyak 34 kapal telah dipaksa putar balik oleh militer AS demi menekan Iran.
-
Washington menuntut Iran menghentikan program nuklir secara terverifikasi sebelum mencabut status blokade maritim.
Aktivitas di Selat Hormuz saat ini berada pada tingkat risiko tertinggi akibat kehadiran armada kapal cepat bersenjata milik Iran.
Washington memperingatkan Iran agar tidak melakukan sabotase jalur laut dengan memasang ranjau yang dapat memicu konflik terbuka.
Tindakan provokatif Iran dengan kapal-kapal kecil berkecepatan tinggi dianggap sebagai ancaman serius bagi keselamatan pelayaran sipil internasional.
Penerapan blokade ini sebenarnya telah dimulai sejak pertengahan April sebagai respons atas ketegangan diplomatik yang terus memanas.
Hingga kini, AS terus memperketat aturan main di laut internasional demi memaksa Teheran kembali ke kesepakatan damai yang kredibel.
Ketegangan ini bermula saat blokade laut resmi diberlakukan pada 13 April lalu setelah kegagalan serangkaian perundingan nuklir.
Situasi memburuk ketika Washington mendeteksi adanya indikasi penempatan ranjau laut oleh militer Iran di wilayah Selat Hormuz yang strategis.
Saat ini, dunia internasional tengah memantau potensi dialog lanjutan di Pakistan setelah upaya diplomasi pada pekan sebelumnya tidak membuahkan hasil.
Baca Juga: AS Siapkan Imbalan Rp172 Miliar Buru Hashim Al-Saraji Tokoh KSS Terduga Penyerang Fasilitas Diplomat
Berita Terkait
Terpopuler
- Malaysia Tegur Keras Menkeu Purbaya: Selat Malaka Bukan Hanya Milik Indonesia!
- Lipstik Merek Apa yang Tahan Lama? 5 Produk Lokal Ini Anti Luntur Seharian
- Warga 'Serbu' Lokasi Pembangunan Stadion Sudiang Makassar, Ancam Blokir Akses Pekerja
- Dexlite Mahal, 5 Pilihan Mobil Diesel Lawas yang Masih Aman Minum Biosolar
- Awas! Jakarta Gelap Gulita Besok Malam, Cek Daftar Lokasi Pemadaman Lampunya
Pilihan
-
Jadi Tersangka Pelecehan Santri, Benarkah Syekh Ahmad Al Misry Sudah Ditahan di Mesir?
-
Kopral Rico Pramudia Gugur, Menambah Daftar Prajurit TNI Korban Serangan Israel di Lebanon
-
Ingkar Janji Taubat 2021, Syekh Ahmad Al Misry Resmi Tersangka Kasus Pelecehan Santri
-
Sebagai Ayah, Saya Takut Biaya Siluman Terus Menghantui Pendidikan Anak di Masa Depan
-
Rugikan Negara Rp285 T, Eks Dirut Pertamina Patra Niaga Alfian Nasution Dituntut 14 Tahun Bui
Terkini
-
Perang AS - Iran Bikin Eropa Boncos, Biaya Impor Bahan Bakar Bengkak Rp 505 Triliun
-
Halalbihalal Tokoh Sumbagsel: Mendagri Tito Ajak Rumuskan Program Nyata 2027-2029
-
Gaji Jurnalis Pemula Disorot: Idealnya Rp 9,1 Juta, Faktanya Masih Banyak di Bawah UMR
-
PERKUPI Lantik Pengurus Jakarta, Tegaskan Peran Jaga Kerukunan Umat Beragama di Ibu Kota
-
Alasan KPK Dorong Capres hingga Cakada dari Kader Parpol: Demi Cegah Mahar Politik
-
Hadirkan Raisa hingga Yura Yunita, Pagelaran Sabang Merauke 2026 Siap Guncang Indonesia Arena!
-
Terseret Pusaran Narkoba, Pemprov DKI Jakarta Segel Permanen Whiterabit PIK
-
Swadaya Warga Matraman Lindungi Ibu Hamil dan Anak dari Asap Rokok
-
Dokumen Pentagon Bocor Ungkap Rencana AS Hukum Spanyol dan Inggris Terkait Perang di Iran
-
Rapor Merah Pelayanan Hijau Jakarta: Kurang Armada, Ribuan Permohonan Pemangkasan Pohon Antre!