- Dua pekerja rumah tangga melompat dari lantai empat rumah kos di Benhil, Jakarta Pusat, mengakibatkan satu orang tewas.
- Polisi memeriksa sembilan saksi dan mengumpulkan bukti CCTV serta hasil visum untuk mengungkap dugaan tindak pidana eksploitasi.
- Penyidik masih mendalami kemungkinan adanya unsur penyekapan dan tindak pidana perdagangan orang dalam peristiwa tersebut hingga Senin.
Suara.com - Polisi masih mendalami kasus melompatnya dua pekerja rumah tangga (PRT) dari sebuah rumah kos di kawasan Benhil, Jakarta Pusat.
Sejauh ini, telah ada sembilan orang saksi yang diperiksa penyidik untuk mengetahui ada atau tidaknya tindak pidana di balik peristiwa tersebut.
“Penyidik masih mendalami dugaan tindak pidana yang ada, dengan pasal yang diterapkan antara lain terkait penyekapan, TPPO, dan eksploitasi terhadap anak,” kata Kabid Humas Polda Metro Jaya, Kombes Budi Hermanto, saat dikonfirmasi, Senin (27/4/2026).
Sejauh ini, penyidik juga telah melakukan pemantauan melalui CCTV yang berada di lokasi. Aparat juga telah melakukan visum dan autopsi terhadap salah satu korban yang meninggal dunia.
Adapun kesembilan orang saksi yang telah diperiksa oleh petugas yakni pemberi kerja, penyalur, hingga korban yang selamat dalam insiden ini.
“Sejauh ini, langkah yang sudah dilakukan antara lain pengamanan CCTV, visum, dan autopsi terhadap korban meninggal,” ujarnya.
“Pemeriksaan terhadap sembilan orang saksi antara lain pemberi kerja, penjaga rumah, sopir, penyalur, dan saksi-saksi lainnya, termasuk juga korban yang selamat,” imbuhnya.
Budi mengaku, pihaknya juga masih melakukan pendalaman terkait informasi adanya pihak yang telah diamankan dalam perkara ini.
“Adapun soal informasi adanya pihak yang diamankan, saat ini masih dalam proses pendalaman dan akan kami sampaikan lebih lanjut secara resmi sesuai perkembangan penyidikan,” ujarnya.
Baca Juga: Tragedi PRT Lompat dari Lantai 4 Kos Benhil, Polisi Endus Dugaan Tindak Pidana
Sebelumnya diberitakan, dua orang pekerja rumah tangga (PRT) dikabarkan melompat dari bangunan kos lantai empat di kawasan Benhil, Jakarta Pusat.
Kasat Reskrim Polres Metro Jakarta Barat, AKBP Roby Saputra membenarkan peristiwa tersebut. Bahkan, ia juga mengamini bahwa salah satu korban tewas usai melompat.
“Benar (salah satu tewas),” kata Roby, saat dikonfirmasi, Kamis (23/4/2026).
Namun, Roby belum mengetahui pasti penyebab dua pekerja itu melarikan diri dengan cara melompat dari lantai empat.
Sempat disinggung soal dugaan penyiksaan yang diterima korban sebagai penyebab utama mereka nekat melompat.
Namun, pihak kepolisian belum bisa menyimpulkan hal tersebut. Sebab, hingga saat ini korban selamat masih dalam perawatan di rumah sakit.
“Masih belum bisa disimpulkan demikian. Korban dan saksi masih dirawat di rumah sakit,” ujarnya.
Petugas juga belum melakukan pemeriksaan terhadap majikan kedua korban, karena keduanya dikabarkan merupakan pekerja rumah tangga.
“Info sampai saat ini demikian (pekerja rumah tangga). Belum (periksa majikan),” pungkasnya.
Berita Terkait
-
Tragedi PRT Lompat dari Lantai 4 Kos Benhil, Polisi Endus Dugaan Tindak Pidana
-
Emansipasi atau Eksploitasi? Menggugat Seremonial Tahunan untuk Kartini di Bulan April
-
Sosok Majikan PRT Lompat di Benhil: Diduga Pengacara, Ponsel Korban Disebut Disita
-
Babak Baru Tragedi Benhil: Polisi Bidik Agen dan Majikan Buntut PRT Tewas Terjun dari Lantai 4!
-
UU PPRT Resmi Disahkan: Jadi Bukti Nyata Perayaan di Hari Kartini
Terpopuler
- Anaknya Terlibat di Program MBG, Wamenaker Afriansyah Noor Beri Penjelasan Usai Namanya Terseret
- Resmi! Chatib Basri Dapat Jabatan Baru Hari Ini
- Jaksa Skakmat Nadiem: Mau Putus Konflik Kepentingan, Kok Saham Gojek Tak Dijual?
- Peluang Baru Terbuka, Kehidupan 4 Shio Ini Diprediksi Semakin Membaik Mulai 10 Juni 2026
- Honda Vario 160 Teranyar Dikabarkan Meluncur Akhir Bulan Ini, Tampang Lebih Agresif
Pilihan
-
Prediksi Meksiko vs Afrika Selatan: Head to Head, Susunan Pemain dan Fakta Menarik
-
Rekor Gila ARMY Indonesia! Belum Genap Sejam, Ratusan Ribu Tiket Konser OT7 BTS Ludes Tanpa Sisa
-
PTBA Kembangkan 500 Itik Petelur di Muara Enim, Hasilkan 200 Telur Omega per Hari
-
Raffi Ahmad Terseret Kasus Suap Impor, Padahal Cuma Basa-basi Titip Barang ke PT Blueray
-
Haji Bolot Dikabarkan Terkena Serangan Jantung, Posisi Masih di Rumah Sakit
Terkini
-
Said Iqbal Ungkap Prabowo Minta Permenaker Outsourcing Direvisi, Mau Dihapus?
-
Sikat 'Tangan Kanan' Sony Sanjaya! Asep Yusuf Ditetapkan Tersangka usai Akali Jatah Dapur MBG
-
Terungkap! Makelar Minta Rp1,6 Miliar ke Pemkab Muara Enim untuk Ubah Hasil Audit BPK
-
Dari OTT Muara Enim, KPK Sita Uang Rp 200 Juta, Mobil, dan Dokumen
-
Prabowo dan Strategi Merangkul Tokoh Buruh
-
Jusuf Kalla Temui Prabowo di Istana, Datang Bersama Putranya
-
JK Minta Waktu Temui Prabowo, Ungkap Hasil Obrolan 1 Jam di Istana Merdeka
-
Pramono Gertak Perundung Bocah 6 Tahun di Senen: Kalau Dia Pemegang KJP, Kami Tarik!
-
Demo Mahasiswa Jumat Besok, Ini 5 Tuntutan yang Bakal Dibawa di Aksi Bundaran HI
-
Bupati Muara Enim Diduga Perintahkan Anak Buah Suap BPK demi Ubah Hasil Audit