- Dua PRT berinisial R dan D melompat dari lantai empat rumah kos di Bendungan Hilir, Jakarta Pusat, pada April 2026.
- Insiden tersebut mengakibatkan korban berinisial R meninggal dunia dan korban berinisial D mengalami luka berat serta patah tulang.
- Polda Metro Jaya bersama Polres Metro Jakarta Pusat sedang menyelidiki dugaan tindak pidana terkait motif korban melompat dari bangunan.
Suara.com - Kawasan Bendungan Hilir (Benhil), Tanah Abang, Jakarta Pusat, digegerkan dengan aksi nekat dua orang pekerja rumah tangga (PRT) yang melompat dari lantai empat sebuah rumah kos.
Insiden maut ini mengakibatkan satu orang meninggal dunia di lokasi kejadian, sementara satu korban lainnya harus dilarikan ke rumah sakit karena mengalami luka berat dan patah tulang serius.
Aparat kepolisian dari Polda Metro Jaya bersama Polres Metro Jakarta Pusat kini tengah bergerak cepat untuk mengusut tuntas peristiwa ini.
Penyelidikan dilakukan secara mendalam guna mengungkap fakta di balik jatuhnya kedua pekerja tersebut dari ketinggian.
Direktur Reserse Kriminal Umum Polda Metro Jaya, Kombes Pol Iman Imanuddin, memberikan konfirmasi terkait langkah hukum yang sedang diambil oleh pihak kepolisian.
Saat ini, tim penyidik sedang mengumpulkan bukti-bukti di lapangan serta meminta keterangan dari sejumlah saksi yang berada di sekitar lokasi kejadian saat peristiwa tragis itu berlangsung.
"Kami sedang melakukan penyelidikan dugaan tindak pidana yang terjadi," kata Kombes Pol Iman Imanuddin dalam keterangannya di Jakarta, Jumat (24/4/2026).
Kabid Humas Polda Metro Jaya, Kombes Pol Budi Hermanto, menjelaskan bahwa status penanganan kasus ini masih bersifat kolaboratif.
Pihak Polres Metro Jakarta Pusat masih memegang peranan penting dalam pendalaman awal kasus sebelum nantinya diputuskan apakah akan diambil alih sepenuhnya oleh Polda Metro Jaya atau tetap dijalankan bersama.
Baca Juga: Sosok Majikan PRT Lompat di Benhil: Diduga Pengacara, Ponsel Korban Disebut Disita
"Masih gabungan, Polres Metro Jakarta Pusat dan Ditreskrimum Polda Metro Jaya," katanya sebagaimana dilansir Antara.
Berdasarkan data yang dihimpun di lapangan, peristiwa ini bermula ketika warga di sekitar rumah kos di Bendungan Hilir dikejutkan dengan suara dentuman keras.
Setelah diperiksa, ditemukan dua orang perempuan yang tergeletak di area bawah bangunan setelah terjatuh dari lantai empat. Identitas korban meninggal dunia diketahui berinisial R, sedangkan korban yang mengalami luka berat berinisial D.
Kasat Reskrim Polres Metro Jakarta Pusat, AKBP Roby Heri Saputra, mengungkapkan bahwa pihaknya telah mengantongi informasi awal mengenai motif di balik aksi nekat kedua PRT tersebut.
Dugaan sementara mengarah pada ketidakharmonisan hubungan kerja atau kondisi lingkungan kerja yang membuat korban merasa tertekan.
"Informasi sementara, orang itu katanya tidak betah. Terus kabur dengan cara melompat," kata AKBP Roby Heri Saputra kepada wartawan di Jakarta, Kamis (23/4).
Berita Terkait
-
Klarifikasi JK Soal Ceramah UGM Dianggap Tak Nyambung, GAMKI Tegaskan Laporan Polisi Tetap Lanjut
-
Sosok Majikan PRT Lompat di Benhil: Diduga Pengacara, Ponsel Korban Disebut Disita
-
Babak Baru Tragedi Benhil: Polisi Bidik Agen dan Majikan Buntut PRT Tewas Terjun dari Lantai 4!
-
Kasus Firli Bahuri Jalan di Tempat: Kejati Kembalikan SPDP Gara-gara Polisi Lewati Batas Waktu!
-
UU PPRT Resmi Disahkan: Jadi Bukti Nyata Perayaan di Hari Kartini
Terpopuler
- Malaysia Tegur Keras Menkeu Purbaya: Selat Malaka Bukan Hanya Milik Indonesia!
- 5 HP Infinix Rp3 Jutaan Spek Dewa untuk Gaming Lancar
- Tak Terima Dideportasi, WNA Cina di Sumsel Bongkar Dugaan Kejanggalan Proses Imigrasi
- 5 Pilihan Jam Tangan Casio Anti Air Mulai Rp100 Ribuan, Stylish dan Awet
- 5 Rekomendasi HP All Rounder 2026, Spek Canggih, Harga Mulai 2 Jutaan
Pilihan
-
Kopral Rico Pramudia Gugur, Menambah Daftar Prajurit TNI Korban Serangan Israel di Lebanon
-
Ingkar Janji Taubat 2021, Syekh Ahmad Al Misry Resmi Tersangka Kasus Pelecehan Santri
-
Sebagai Ayah, Saya Takut Biaya Siluman Terus Menghantui Pendidikan Anak di Masa Depan
-
Rugikan Negara Rp285 T, Eks Dirut Pertamina Patra Niaga Alfian Nasution Dituntut 14 Tahun Bui
-
Terungkap Jalur Gelap 10 Ton Pupuk Subsidi di Sumsel, Dijual ke Pihak Tak Berhak
Terkini
-
BNI Ingatkan Nasabah Waspadai Vishing dan Phishing, Tekankan Pentingnya Jaga Data Pribadi
-
AHY Dorong Model Penataan Kampung Mrican Sleman Jadi Percontohan Nasional
-
Benyamin Netanyahu Menderita Kanker Prostat
-
Nekat Olah Ikan Sapu-Sapu untuk Bahan Siomay, 5 Pria Diciduk Petugas Satpol PP
-
Tak Percaya Peradilan Militer, Pihak Andrie Yunus Tolak Hadiri Persidangan 29 April
-
Modus Gila Debt Collector Tipu Ambulans dan Damkar Demi Tagih Utang, DPR: Harus Dipidana!
-
Isu Kas Negara Menipis Dibantah, Menkeu: Uang Kita Masih Banyak!
-
J.J Rizal Soroti Warisan Soeharto, Sebut Aktor Lama Masih Dominan
-
Klarifikasi JK Soal Ceramah UGM Dianggap Tak Nyambung, GAMKI Tegaskan Laporan Polisi Tetap Lanjut
-
Lawan Stigma, Cerita Karyawan Difabel Pabrik HS: Dari Korban Bully Jadi Mandiri