News / Nasional
Senin, 27 April 2026 | 22:57 WIB
Ilustrasi rekayasa rute KRL ANTARA FOTO/Fauzan/rwa. (ANTARA FOTO/FAUZAN)
Baca 10 detik
  • PT KAI menerapkan rekayasa pola operasi perjalanan KRL pasca kecelakaan KA di Stasiun Bekasi Timur pada Senin, 27 April 2026.
  • Pembatasan rute diberlakukan pada sejumlah perjalanan KRL untuk menjaga kelancaran operasional selama proses evakuasi di lokasi kejadian berlangsung.
  • Perusahaan memprioritaskan keselamatan, melakukan evakuasi penumpang, serta menangani korban kecelakaan akibat insiden operasional kereta api tersebut secara intensif.

Suara.com - PT Kereta Api Indonesia (KAI) menerapkan rekayasa pola operasi perjalanan KRL pasca kecelakaan yang melibatkan KA Argo Bromo Anggrek dan KRL di Stasiun Bekasi Timur, Senin (27/4/2026). Sejumlah perjalanan mengalami pembatasan rute untuk meminimalkan dampak gangguan layanan.

Penyesuaian ini dilakukan agar operasional kereta tetap berjalan meski proses evakuasi dan penanganan korban masih berlangsung di lokasi kejadian. KAI menegaskan langkah tersebut diambil sebagai bagian dari upaya menjaga keselamatan sekaligus kelancaran perjalanan.

Adapun rekayasa pola operasi yang diterapkan di antaranya:

  • KA 6066B (Kampung Bandan–Cikarang) hanya berjalan sampai Stasiun Bekasi, kemudian kembali sebagai KA 5191B (Bekasi–Kampung Bandan).
  • KA 5574 (Kampung Bandan–Bekasi) hanya berjalan sampai Stasiun Cakung, kemudian kembali sebagai KA 5583B (Cakung–Kampung Bandan).

Selain perubahan rute, KAI juga menyampaikan permohonan maaf atas gangguan operasional yang terjadi akibat insiden tersebut. Perusahaan memahami kondisi ini menimbulkan ketidaknyamanan dan kekhawatiran bagi para pengguna jasa.

“KAI Commuter menyampaikan permohonan maaf atas adanya insiden operasional di Stasiun Bekasi Timur, yang berdampak pada perjalanan kereta api,” tulis KAI dalam keterangan resminya.

KAI menegaskan bahwa saat ini fokus utama tetap pada proses evakuasi penumpang dan awak sarana, serta penanganan korban di lokasi kejadian. Seluruh langkah dilakukan dengan mengutamakan keselamatan.

“Saat ini, seluruh upaya difokuskan pada proses evakuasi penumpang dan awak sarana, serta penanganan korban di lokasi kejadian dengan prioritas utama keselamatan,” lanjut pernyataan tersebut.

KAI juga mengimbau masyarakat dan pengguna KRL untuk mengikuti arahan petugas serta memperbarui informasi perjalanan melalui kanal resmi. Hal ini penting untuk menghindari kesimpangsiuran informasi di tengah situasi yang masih berkembang.

Hingga berita ini ditulis, rekayasa operasi masih diberlakukan dan akan disesuaikan dengan kondisi di lapangan. Sementara itu, proses evakuasi dan pendataan korban kecelakaan masih terus berlangsung.

Baca Juga: KAI Masih Evakuasi dan Data Korban Kecelakaan KA Argo Bromo Anggrek vs KRL di Stasiun Bekasi Timur

Load More