News / Metropolitan
Jum'at, 24 April 2026 | 17:41 WIB
Ilustrasi KRL. [Antara]
Baca 10 detik
  • Dua pria terlibat keributan fisik dalam KRL relasi Jakarta Kota-Bogor pada Kamis malam, 23 April 2026.
  • Petugas keamanan menurunkan kedua penumpang di Stasiun Pasar Minggu karena dianggap mengganggu kenyamanan pengguna transportasi publik.
  • Kedua pihak sepakat berdamai melalui mediasi setelah menyadari keributan terjadi akibat kesalahpahaman posisi saat kondisi kereta padat.

Suara.com - Video viral keributan antarpenumpang di dalam gerbong KRL Commuter Line relasi Jakarta Kota-Bogor menghebohkan jagat maya.

Dua pria terekam terlibat adu mulut panas hingga kontak fisik di tengah kondisi kereta yang sedang penuh sesak.

Ketegangan kian memuncak saat salah satu dari mereka terus merangsek maju untuk menyerang lawan bicaranya, meski telah dilerai oleh penumpang lain.

Petugas keamanan pun terpaksa mengambil tindakan tegas dengan menurunkan paksa pria yang emosional tersebut, saat kereta berhenti di sebuah stasiun.

Manager Public Relations KAI Commuter, Leza Arlan mengungkapkan bahwa peristiwa viral itu terjadi pada perjalanan Commuter Line No. 1388, Kamis (23/4/2026) malam.

Cekcok bermula saat salah satu pengguna merasa area sensitifnya tersentuh oleh penumpang lain di tengah kepadatan gerbong.

“Karena menimbulkan kegaduhan dan mengganggu kenyamanan pengguna lainnya, petugas Pengamanan KRL di atas kereta segera menangani dengan menurunkan keduanya untuk dibawa ke Pos Pengamanan Stasiun Pasar Minggu,” jelas Leza dalam keterangannya, Jumat (24/4/2026).

Setelah dibawa ke pos pengamanan dan dimintai keterangan, kedua pria yang bertikai itu akhirnya menempuh jalan mediasi.

Terungkap dari situ bahwa dugaan pelecehan yang dimaksud hanya kesalahpahaman posisi, karena kondisi kereta yang terlampau sesak.

Baca Juga: Lokasi Dugaan Pelecehan oleh Syekh Ahmad Al Misry Disebut Mengerikan, Ada di Mana?

Para pihak yang terlibat pun sepakat menyelesaikan permasalahan secara kekeluargaan dan saling memaafkan.

Selain berdamai, mereka juga menyampaikan permohonan maaf kepada publik karena telah memicu kegaduhan yang mengganggu kenyamanan penumpang lain.

KAI Commuter pun mengimbau kepada masyarakat agar selalu menjaga etika antar sesama pengguna transportasi publik.

“Selalu menghormati dan menjaga kenyamanan pengguna lainnya saat berada di dalam perjalanan Commuter Line,” tandas Leza.

Load More