-
Turis Jerman meninggal dunia setelah tergigit ular cobra saat pertunjukan wisata di Mesir.
-
Polisi Jerman menyelidiki unsur kelalaian dalam atraksi pawang ular di hotel Hurghada.
-
Otoritas Mesir mengaku belum mengetahui adanya insiden maut yang menimpa wisatawan tersebut.
Pihak kepolisian Bavaria menegaskan kronologi kejadian ini berdasarkan laporan yang diterima dari pihak keluarga korban.
"Korban menunjukkan tanda-tanda keracunan yang nyata dan harus diresusitasi sebelum dibawa ke rumah sakit, namun ia kemudian meninggal dunia," bunyi pernyataan kepolisian.
Kejadian ini sempat luput dari perhatian publik secara luas hingga otoritas Jerman merilis keterangan resminya.
Menariknya terdapat perbedaan informasi antara pihak Jerman dan otoritas keamanan di wilayah Mesir.
Saat dikonfirmasi oleh AFP, pihak berwenang Mesir menyatakan mereka belum mendapatkan laporan resmi mengenai insiden ini.
Kesenjangan informasi ini menambah kerumitan proses hukum yang sedang ditempuh oleh keluarga korban di Jerman.
Hingga saat ini belum ada keterangan lebih lanjut mengenai status hukum pawang ular di hotel tersebut.
Publik menyoroti standar keselamatan hotel-hotel di Hurghada yang menyajikan atraksi satwa berbahaya bagi turis.
Penggunaan hewan berbisa tinggi seperti kobra dalam interaksi langsung dengan wisatawan dianggap sangat berisiko tinggi.
Baca Juga: Sadio Mane Ungkap Kunci Keberhasilan Senegal Melaju ke Final Piala Afrika 2025
Kematian ini menjadi duka mendalam bagi komunitas Unterallgaeu tempat korban tinggal dan menetap selama ini.
Hurghada merupakan salah satu destinasi wisata pantai paling tersohor di Mesir yang terletak di pesisir Laut Merah.
Kawasan ini menarik ribuan turis Eropa setiap tahunnya karena keindahan bawah laut dan resor mewah yang ditawarkan.
Atraksi pawang ular atau snake charming sering kali menjadi hiburan tambahan bagi tamu hotel meskipun memiliki risiko keselamatan yang besar.
Ular kobra Mesir (Naja haje) dikenal memiliki bisa neurotoksik yang sangat kuat yang dapat menyebabkan gagal napas dan kematian dalam waktu singkat jika tidak ditangani dengan antivenom yang tepat.
Kasus ini mencuat pada akhir April 2026 setelah kepolisian Jerman menerima laporan resmi dari keluarga yang baru kembali dari perjalanan tersebut.
Penyelidikan internasional kini berfokus pada tanggung jawab penyedia jasa wisata di Mesir terhadap keselamatan tamu mancanegara.
Berita Terkait
Terpopuler
- Tak Terima Ditahan KPK, Titin Rita Lestari Bongkar Peran Atasan di Kasus Suap BPK Muara Enim
- Anaknya Terlibat di Program MBG, Wamenaker Afriansyah Noor Beri Penjelasan Usai Namanya Terseret
- Tak Ikut Aksi Bareng Mahasiswa di Bundaran HI Hari Ini, Said Iqbal Ungkap Alasan Buruh
- Indonesia Sudah Capek! Mahasiswa UI Serukan Demo di Bundaran HI, Tuntut Prabowo Akui Kesalahan
- Peluang Baru Terbuka, Kehidupan 4 Shio Ini Diprediksi Semakin Membaik Mulai 10 Juni 2026
Pilihan
-
Neymar Dipastikan Absen di Piala Dunia 2026, Kesalahan Pertama Ancelotti
-
Thamrin Lumpuh Total, Massa Aksi Mengular hingga Dukuh Atas Hingga Jumat Malam
-
Ngotot Mau Demo di Bundaran HI Meski Dihadang Aparat, Mahasiswa: Istana dan DPR Tak Mendengar Kami!
-
'Kalau Semua Diam, Siapa yang Akan Bicara?' Alasan Zaskia Adya Mecca Dukung Aksi Mahasiswa
-
Silakan Tabrak Kami! Polisi Tantang Massa Mahasiswa UI yang Nekat ke Bundaran HI
Terkini
-
Viral TNI Ikut Hadang Massa Mahasiswa saat Demo di Bundaran HI, Kapuspen: Atas Permintaan Polri
-
Bukan untuk Perang, Kenapa Komcad-TNI Dikerahkan Saat Demo Mahasiswa? Ini Kritik Tajam Koalisi Sipil
-
Hari Pertama BTN JAKIM 2026 Meriah, Ribuan Pelari Padati Kawasan GBK
-
Di Balik Narasi 'BBM Non-Subsidi': Mengapa Rakyat Kecil Tetap Tercekik Kenaikan Harga Pertamax?
-
Sidang Blueray Cargo, Jaksa KPK Ungkap Dugaan Aliran Rp21 Miliar ke Djaka Budi Utama
-
Imbau Daerah Gelar Nobar Piala Dunia 2026, Mendagri Optimistis Bakal Gerakkan Perekonomian
-
'Tak Ada Penangkapan!' Kapolres Jaksel Bantah Tudingan Represif di Aksi Mahasiswa GMNI Pancoran
-
Gangguan Akses CCTV Publik Saat Aksi Unjuk Rasa di Sudirman Bukan dari Sistem Pemprov DKI
-
Massa di Sudirman Bubar: Mahasiswa Mundur Pertama, Disusul Kelompok 'Baju Hitam'
-
Mahasiswa Sudah Pergi, Siapa Massa Berbaju Hitam yang Masih Bertahan di Sudirman?