Kemarau Ekstrem Intai Jakarta, DPRD DKI Dorong Desalinasi Air Laut Jadi Air Bersih

Kamis, 17 September 2026 | 11:26 WIB
Ketua DPRD DKI Jakarta Suhud Alynudin (ANTARA)
  • Ketua DPRD DKI Jakarta Suhud Alynudin meminta pemerintah menyiapkan mitigasi menghadapi ancaman kelangkaan air bersih.
  • BPBD DKI Jakarta mengeluarkan peringatan dini level awas akibat kemarau ekstrem yang melanda wilayah Jakarta.
  • Suhud mengusulkan penerapan teknologi desalinasi air laut untuk mengatasi kekeringan dan memenuhi kebutuhan warga.

Suara.com - Ancaman kelangkaan air bersih mengintai warga Jakarta menyusul kemarau ekstrem yang melanda.

Ketua DPRD DKI Jakarta Suhud Alynudin pun meminta jajaran eksekutif untuk mulai waspada, dengan menyiapkan langkah mitigasi nyata guna menyikapi peringatan dini level awas dari Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) DKI Jakarta.

Legislator mengusulkan agar pemerintah daerah mengadopsi teknologi pengolahan air laut menjadi air tawar, sebagaimana telah beroperasi di kawasan Kepulauan Seribu.

“Kekeringan ini kan tidak bisa dihindari gitu lah, panjang. Mungkin juga langkah yang harus dilakukan adalah melakukan desalinasi ya, mengubah air laut jadi air bersih, air tawar,“ ujar Suhud di kawasan Manggarai, Jakarta Selatan, Rabu (16/9/2026).

Teknologi desalinasi dipandang sebagai solusi strategis guna mengurangi ketergantungan daratan Jakarta terhadap sumber air baku sungai dan sumur bor.

Keberhasilan fasilitas desalinasi di Kepulauan Seribu dinilai layak direplikasi untuk menopang kebutuhan konsumsi harian warga di pesisir dan daratan.

“Saya kira itu juga harus sudah mulai dicoba dilakukan untuk mengantisipasi kemungkinan Jakarta ini kekurangan air bersih,“ ajak Suhud.

Keringnya sumber air tanah dikhawatirkan dapat memukul kehidupan permukiman padat apabila pemerintah lambat mengantisipasi anomali cuaca ini.

Dewan mengimbau dinas teknis segera melakukan uji coba instalasi desalinasi guna memperluas jangkauan air bersih bagi masyarakat yang membutuhkan.

Penanganan darurat kekeringan ini menjadi prioritas mendesak, mengingat air bersih menyangkut keselamatan hajat hidup paling mendasar warga DKI Jakarta.

Terkait
Terkini
Lihat Artikel Lainnya

Dapatkan Aplikasi
Suara.com