Panik di KRL Rangkasbitung-Tanah Abang: Tas Penumpang Tiba-tiba Berasap Pekat, Ini Penyebabnya!

Kamis, 17 September 2026 | 11:25 WIB
Ilustrasi penumpang menunggu kedatangan Commuterline di Stasiun Manggarai, Jakarta. [Suara.com/Alfian Winanto]
  • Tas penumpang Commuter Line Rangkasbitung-Tanah Abang mengeluarkan asap tebal di Stasiun Rawa Buntu, Kamis (17/9/2026).
  • Pemeriksaan petugas memastikan dua unit gawai di dalam tas tersebut terbakar akibat menyala tanpa sirkulasi udara.
  • Insiden gawai terbakar itu menyebabkan perjalanan kereta sempat tertahan selama tujuh menit sebelum akhirnya dilanjutkan kembali.

Suara.com - Ketegangan melanda para penumpang di Kereta Khusus Wanita Commuter Line No. 1641 pada jam sibuk pagi hari.

Peristiwa mendebarkan itu terjadi saat KRL relasi Rangkasbitung–Tanah Abang tengah menurunkan penumpang di Stasiun Rawa Buntu, Kamis (17/9/2026) pagi sekitar pukul 06.49 WIB.

Kericuhan dipicu sebuah tas milik pengguna yang tiba-tiba mengeluarkan kepulan asap tebal di gerbong bagian depan.

Sang pemilik tas yang panik langsung melempar barang bawaannya keluar menuju lantai peron stasiun demi keselamatan bersama.

Personel keamanan peron yang memergoki insiden itu lekas mengamankan tas dan menenangkan para penumpang kereta.

Public Relations Manager KAI Commuter, Leza Arlan, menerangkan proses evakuasi kilat yang diterapkan petugas di stasiun.

“Petugas segera membantu pengguna keluar dari dalam Commuter Line, dan mengamankan tas berisikan gadget yang mengeluarkan asap. Petugas juga memberikan imbauan kepada penumpang agar tetap tenang dan tidak panik saat keluar dari rangkaian kereta,” ujar Leza dalam keterangan resmi yang diterima Suara.com hari ini.

Pemeriksaan petugas mengungkap dua unit gawai di dalam tas terbakar akibat salah satu ponsel menyala sebagai hotspot tanpa sirkulasi udara.

Penumpang menunggu kedatangan kereta Commuterline di Stasiun Manggarai, Jakarta, Selasa (8/9/2026). [Suara.com/Alfian Winanto]

Imbas penanganan kebakaran gawai ini, grafik perjalanan Commuter Line relasi Rangkasbitung–Tanah Abang sempat tertahan sekitar 7 menit.

Rangkaian kereta akhirnya diizinkan melanjutkan perjalanan menuju Jakarta setelah situasi dinyatakan aman dan terkendali.

Pihak KAI Commuter mengapresiasi kesiagaan aparat serta mengingatkan pentingnya komunikasi cepat tatkala menghadapi kondisi darurat.

“Jika menemukan kondisi yang tidak normal selama perjalanan, jangan panik dan segera sampaikan kepada petugas. Respons cepat dari pengguna akan menjadi bagian penting dalam menjaga keselamatan bersama,” pungkas Leza.

Terkait
Terkini
Lihat Artikel Lainnya

Dapatkan Aplikasi
Suara.com