- Dokter Andri Primadhi dan Monica Harvriza menyatakan bahwa pemilihan sepatu lari bagi penderita sakit lutut harus disesuaikan dengan bentuk telapak kaki.
- Pemeriksaan biomekanik seperti Wet Test atau gait analysis diperlukan untuk menghindari risiko cedera sendi akibat sepatu yang tidak sesuai.
- Beberapa rekomendasi merek sepatu seperti Hoka Bondi 9, Skechers, Ortuseight, Adidas, dan Mills dapat dipertimbangkan sesuai karakteristik bantalan dan kebutuhan pelari.
Suara.com - Memilih sepatu lari terbaik untuk penderita sakit lutut dan sendi tidak cukup hanya melihat desain, merek, atau ketebalan sol. Karakteristik kaki dan cara kaki menapak saat berlari juga perlu diperhatikan agar sepatu dapat memberikan dukungan yang sesuai.
Dokter Spesialis Ortopedi (Tulang dan Traumatologi) Mayapada Hospital Bandung, Dr.dr. Andri Primadhi, Sp.OT (K) Foot & Ankle menjelaskan bahwa bentuk telapak kaki secara umum terbagi menjadi normal, datar atau flat foot, dan tinggi atau high arch.
“Secara umum ada tiga bentuk; normal, datar (flat foot), dan tinggi (high arch). Bentuk ini mempengaruhi cara kaki menyentuh tanah saat berlari (pronasi),” ujar Andri dikutip dari Mayapada Hospital.
Pada kaki normal, pronasi umumnya seimbang. Sementara itu, kaki datar cenderung mengalami overpronation, yaitu gerakan mengguling ke dalam secara berlebihan. Sebaliknya, kaki dengan lengkungan tinggi lebih berisiko mengalami supinasi atau underpronation, yakni gerakan mengguling ke arah luar.
Menurut Andri, penggunaan sepatu yang tidak sesuai dengan bentuk kaki dapat meningkatkan risiko cedera, mulai dari nyeri tumit, shin splints, lutut hingga pinggul.
Sepatu lari untuk lutut sakit harus seperti apa?
Dokter Spesialis Kedokteran Olahraga (Sport Medicine) Mayapada Hospital Jakarta Selatan, dr. Monica Harvriza, Sp.KO, mengatakan nyeri lutut atau telapak kaki setelah rutin berlari dapat berkaitan dengan penggunaan sepatu yang tidak sesuai karakteristik kaki.
"Menurut beberapa jurnal medis, nyeri pada lutut atau telapak kaki setelah rutin berlari dapat terjadi akibat penggunaan sepatu yang tidak sesuai dengan karakteristik kaki. Oleh karena itu, pemeriksaan biomekanik sederhana perlu dilakukan untuk mendapatkan informasi penting dalam menentukan pemilihan sepatu yang tepat," jelas Monica.
Salah satu pemeriksaan sederhana yang dapat dilakukan adalah Wet Test. Caranya dengan membasahi telapak kaki, kemudian menginjak permukaan datar seperti kertas cokelat. Pola jejak kaki yang terbentuk dapat memberikan gambaran mengenai lengkung kaki.
Selain itu, terdapat gait analysis, yakni pemeriksaan untuk menganalisis pola berjalan dan berlari.
Karena itu, istilah "sepatu terbaik" untuk orang dengan keluhan lutut tidak bisa disamaratakan. Sepatu yang terasa nyaman bagi satu orang belum tentu memberikan dukungan yang sama bagi orang lain.
Rekomendasi sepatu lari untuk penderita sakit lutut dan sendi
Berikut beberapa model sepatu yang dapat dipertimbangkan, terutama berdasarkan karakter bantalan dan peruntukannya.
1. Hoka Bondi 9
HOKA Bondi 9 merupakan sepatu dengan karakter max cushioning yang dapat dipertimbangkan untuk pelari yang mencari bantalan tebal untuk aktivitas lari harian.
HOKA menyebut Bondi 9 mendapatkan peningkatan stack height 2 mm dan menggunakan supercritical foam pada bagian midsole. Model ini mempunyai heel-to-toe drop 5 mm dan bobot sekitar 297 gram. HOKA juga menyebut konstruksi midsole yang lebih lebar membantu memberikan rasa stabil meski bantalan dibuat lebih tinggi.
Harga Bondi 9 di pasar Indonesia dapat berbeda berdasarkan warna, ukuran, dan promo. Salah satu penjual di Indonesia mencantumkan harga normal Rp2.999.000, dengan harga promo yang dapat berubah.
2. Skechers Max Cushioning
Skechers Max Cushioning dapat menjadi pilihan bagi pelari yang mencari sepatu dengan bantalan tinggi.
Salah satu modelnya, Max Cushioning Premier 3, menggunakan ULTRA GO pada midsole, Air-Cooled Goga Mat pada bagian insole, serta Natural Rocker Technology untuk membantu transisi dari tumit ke ujung kaki. Model tersebut memiliki drop 7 mm.
Skechers juga menjelaskan bahwa lini Max Cushioning dirancang untuk memberikan bantalan dan dukungan, tetapi pilihan model tetap perlu disesuaikan dengan tipe kaki.
3. Ortuseight Hyperblast
Ortuseight Hyperblast dapat masuk dalam pilihan sepatu lari lokal bagi pengguna yang ingin mencari alternatif dengan harga yang lebih terjangkau.
Ortuseight sendiri memiliki lini produk lari dan mengembangkan teknologi Hyperglide pada sejumlah produknya. Namun, pengguna dengan keluhan lutut sebaiknya tetap memprioritaskan kecocokan bentuk sepatu dengan kaki dibanding hanya memilih berdasarkan merek atau harga.
4. Adidas Adizero
adidas Adizero lebih dikenal sebagai lini sepatu yang mengutamakan performa dan bobot ringan. Karena itu, karakter Adizero tidak otomatis sama dengan sepatu max cushioning.
Di situs resmi adidas Indonesia, lini Adizero mencakup berbagai model, termasuk Adizero EVO SL, Adizero Boston 13, Adizero SL 2 hingga Adizero Adios Pro 4. Harga yang tercantum saat ini mulai sekitar Rp1,5 juta untuk Adizero Pacer hingga Rp4 juta untuk Adizero Adios Pro 4, tergantung model.
Untuk pelari dengan keluhan lutut, jangan memilih hanya karena sebuah sepatu merupakan sepatu lari populer. Karakter bantalan, stabilitas, dan kecocokan dengan pola pijakan tetap perlu diperhatikan.
5. Mills Enercharge
Mills Enercharge juga dapat dipertimbangkan sebagai salah satu opsi sepatu lari lokal.
Namun, sama seperti pilihan lainnya, penggunaan sepatu tertentu tidak dapat dianggap sebagai terapi untuk sakit lutut atau penyakit sendi. Sepatu berfungsi membantu memberikan dukungan dan kenyamanan ketika beraktivitas, sedangkan penyebab nyeri perlu diketahui terlebih dahulu apabila keluhan menetap atau semakin berat.
Tips memilih sepatu lari untuk lutut dan sendi
Dokter Andri menekankan pentingnya pemilihan sepatu yang sesuai dengan anatomi kaki.
"Pemilihan sepatu yang sesuai berperan penting dalam memberikan dukungan terhadap anatomi kaki, yang tentu berdampak besar dalam jangka panjang. Selain itu, runners juga dapat mencegah risiko cedera saat berlari, seperti plantar fasciitis, tendinitis Achilles, maupun nyeri pada sendi lutut," ungkapnya.
Beberapa hal yang perlu diperhatikan antara lain:
- Kenali bentuk arch dan pronasi. Kaki datar, normal, dan tinggi memiliki karakter pijakan berbeda.
- Pilih bantalan sesuai permukaan lari. Untuk lari di aspal, bantalan yang nyaman dapat membantu memberikan rasa nyaman saat menerima benturan berulang.
- Perhatikan stabilitas. Bantalan tebal tidak selalu berarti sepatu paling sesuai untuk semua orang.
- Sisakan ruang sekitar 1 cm di bagian depan sepatu. Jari kaki sebaiknya tidak tertekan ketika berlari.
- Perhatikan usia sepatu. Sepatu lari umumnya perlu diganti setelah sekitar 600–800 km pemakaian, tergantung kondisi dan tingkat keausannya.
- Jangan abaikan nyeri. Rasa nyeri, ngilu, atau perih yang muncul saat berlari bukan sesuatu yang sebaiknya terus dipaksakan.