- PT KAI kembali membuka operasional Stasiun Bekasi Timur dan lintas KRL Bekasi-Cikarang mulai Rabu, 29 April 2026.
- Polisi bersama KNKT sedang menyelidiki penyebab kecelakaan yang melibatkan taksi listrik dan dua kereta api tersebut.
- Insiden kecelakaan di Stasiun Bekasi Timur mengakibatkan total 106 korban, dengan 16 orang meninggal dunia.
Suara.com - PT Kereta Api Indonesia (Persero) memastikan Stasiun Bekasi Timur kembali melayani penumpang setelah proses uji coba operasional dinyatakan berjalan lancar.
Seiring dengan itu, perjalanan KRL lintas Bekasi–Cikarang juga telah kembali beroperasi normal mulai pukul 14.00 WIB, Rabu (29/4/2026).
Vice President Corporate Communication KAI, Anne Purba memastikan seluruh proses pemulihan dilakukan secara bertahap dan terukur dengan tetap mengedepankan aspek keselamatan sebagai prioritas utama.
“KAI berkomitmen untuk selalu mengutamakan keselamatan dalam setiap operasional. Pembukaan kembali layanan di Stasiun Bekasi Timur dilakukan setelah dipastikan seluruh aspek keselamatan terpenuhi,” ujarnya kepada wartawan, Rabu (29/4/2026).
Dengan kembali normalnya operasional Stasiun Bekasi Timur dan lintas Bekasi–Cikarang, KAI berharap mobilitas masyarakat di wilayah Bekasi, Cikarang, dan sekitarnya dpat kembali lancar.
KAI juga menyampaikan apresiasi kepada para pengguna jasa atas kesabaran selama proses penanganan berlangsung.
Penyebab Kecelakaan Masih Didalami
Sementara aparat kepolisian bersama Komite Nasional Keselamatan Transportasi (KNKT) hingga kekinian masih mendalami penyebab pasti kecelakaan maut yang melatarbelakangi penutupan stasiun tersebut.
Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Budi Hermanto mengatakan penyelidikan dilakukan bersama KNKT dan PT KAI.
Baca Juga: Pemprov DKI Jakarta Percepat Mitigasi Perlintasan Sebidang Pasca Tragedi Bekasi
“Sedang dalam penyidikan, berkoordinasi dengan KAI dan KNKT," kata Budi kepada wartawan, Rabu (29/4/2026).
Menurutnya, penyidik saat ini mendalami dua kemungkinan utama, yakni faktor kelalaian manusia atau gangguan sistem operasional.
“Kami akan dalami apakah ini terkait human error atau ada kendala sistem. Semua akan ditelusuri melalui pemeriksaan saksi, barang bukti, dan hasil olah TKP,” jelasnya.
Diketahui, kecelakaan ini bermula saat taksi listrik Green SM mengalami gangguan dan berhenti di perlintasan sebidang dekat Stasiun Bekasi Timur hingga tertabrak KRL. Insiden awal itu membuat laju KRL lain terhambat.
Tak lama berselang, KRL yang tertahan di stasiun kemudian ditabrak dari belakang oleh KA Argo Bromo Anggrek jurusan Surabaya Pasar Turi, memicu benturan keras dan kerusakan parah.
Hingga kekinian, total korban tercatat mencapai 106 orang, terdiri dari 16 orang meninggal dunia dan 90 orang luka-luka. Dari jumlah korban luka, 44 orang telah diperbolehkan pulang, sementara 46 lainnya masih menjalani perawatan.
Tag
Berita Terkait
Terpopuler
- Tak Terima Ditahan KPK, Titin Rita Lestari Bongkar Peran Atasan di Kasus Suap BPK Muara Enim
- Tak Ikut Aksi Bareng Mahasiswa di Bundaran HI Hari Ini, Said Iqbal Ungkap Alasan Buruh
- Mengapa Pertalite Mau Dihapus?
- Indonesia Sudah Capek! Mahasiswa UI Serukan Demo di Bundaran HI, Tuntut Prabowo Akui Kesalahan
- 5 Lipstik Rekomendasi Fuji yang Tahan Lama, Tidak Kering dan Anti Pecah-Pecah
Pilihan
-
Aliansi Rakyat Memanggil Kritik Sederet Program Pemerintah, Tuntut Prabowo-Gibran Lengser
-
Hasil Piala Dunia 2026: Hajar Paraguay, Start Sempurna Amerika Serikat
-
Neymar Dipastikan Absen di Piala Dunia 2026, Kesalahan Pertama Ancelotti
-
Thamrin Lumpuh Total, Massa Aksi Mengular hingga Dukuh Atas Hingga Jumat Malam
-
Ngotot Mau Demo di Bundaran HI Meski Dihadang Aparat, Mahasiswa: Istana dan DPR Tak Mendengar Kami!
Terkini
-
Sebut Bukan Insiden Kebetulan, Nandang Sutisna Desak Evaluasi Program Makan Bergizi Gratis
-
Tiyo Ardianto Respons Viral Aksi Penolakan di UGM, Singgung Kondisi Mahasiswa 'Terpaksa' Demo
-
Aksi Bersih & Penghijauan dalam Memperingati HLH 2026, NHM Ajak Masyarakat Jaga Lingkungan Bersama
-
Wamendagri Bima Arya Tekankan Penguatan Karakter Generasi Muda Berbasis Nilai Budaya
-
Bukan Ancaman, Anis Matta Sebut Demo Justru 'Picu' Pemerintah Kerja Lebih Baik
-
Massa Bertahan di Gejayan Meski Aksi Selesai, Bunyi Klakson - Seruan Turunkan Prabowo Terus Menggema
-
Soal TNI-Komcad Dikerahkan di Demo Mahasiswa, Ini Reaksi Komisi I DPR
-
Turun Aksi di Jogja, Cholil ERK Tegaskan Gerakan Masyarakat Jangan Mengempis
-
Benarkah Jokowi Segera Jadi Ketua Dewan Pembina? PSI Kasih 'Kode Keras' Begini
-
Jawab Tuntutan Mahasiswa, Bakom RI Sebut Kebijakan Presiden Prabowo Hemat Anggaran Rp300 Triliun!