- Kecelakaan antara KRL dan KA Argo Bromo terjadi di kawasan Bekasi Timur pada 28 April 2026.
- Endang Kuswati terjepit material besi selama lebih dari sepuluh jam sebelum akhirnya berhasil dievakuasi petugas.
- Korban kini mendapatkan penanganan medis intensif di ruang ICU RSUD Kota Bekasi akibat mengalami cedera kaki.
Suara.com - Suasana haru menyelimuti proses evakuasi korban kecelakaan KRL dengan KA Argo Bromo di kawasan Bekasi Timur.
Di tengah kepanikan dan proses penyelamatan yang berlangsung berjam-jam, seorang suami, Budi Harmanto, setia menunggu dan mendampingi istrinya, Endang Kuswati, yang masih terjepit di dalam rangkaian kereta.
Budi menceritakan, komunikasi terakhir dengan sang istri terjadi pada malam kejadian, sekitar pukul 20.50 WIB. Saat itu, Endang sempat mengabarkan melalui pesan singkat kalau keretanya tertahan di Bekasi Timur karena menyenggol mobil.
Namun, karena masih bekerja, Budi tidak langsung membalas pesan tersebut. Ia baru merespons sekitar setengah jam kemudian. Setelah itu, komunikasi terputus.
Kekhawatiran mulai muncul saat ia tiba di kawasan Tanah Abang dalam perjalanan pulang.
Dari sanalah ia mendapat kabar dari keluarganya bahwa Endang sudah tidak bisa dihubungi dan dicurigai menjadi korban kecelakaan kereta tersebut.
"Keponakan saya yang memastikan kalau istri jadi korban, dari baju yang dipakainya," cerita Budi kepada Suara.com saat ditemui, RSUD Kota Bekasi, Rabu (29/4/2026).
Budi mengatakan kalau istrinya sempat menelefon tantenya untuk mengabarkan kondisinya yang sudah terjepit di dalam kereta. Namun setelah itu, sang istri tidak bisa dibubungi lagi.
“Bulek saya ngabarin, Endang udah nggak bisa dihubungin. Terakhir cuma telefon, katanya dia kejepit, terus sakit. Dari situ saya udah nggak tenang,” lanjut Budi.
Baca Juga: Sempat Tanya Menu Makan Malam, Jadi Pesan Terakhir Arinjani Sebelum Tewas Kecelakaan KRL di Bekasi
Kepastian lokasi istrinya baru didapat pada Selasa (28/4) dini hari. Sekitar pukul 02.30 WIB, Budi mengetahui bahwa Endang masih dalam proses evakuasi karena posisinya terjepit material besi di dalam kereta yang ada di Stasiun Bekasi Timur.
Ia kemudian meminta izin kepada petugas untuk masuk dan mendampingi sang istri selama proses penyelamatan berlangsung. Namun, petugas memberi syarat agar ia tidak panik dan tidak histeris, Budi akhirnya diperbolehkan mendekat.
“Saya bilang ke petugas bahwa saya suaminya. Saya cuma diminta jangan nangis, jangan histeris, yang penting kasih support supaya korban tetap bertahan,” ungkapnya.
Di dalam lokasi evakuasi, Budi tidak bisa banyak berbuat. Ia hanya bisa berada di dekat istrinya, memberikan dukungan sebisanya.
“Saya nggak bisa ngobrol, karena istri pakai oksigen. Tapi dia sadar. Saya cuma bisa ngelus pundaknya,” tuturnya.
Setelah itu, ia diminta menjauh dan menunggu di tangga sambil menyaksikan proses evakuasi yang berlangsung lama dan penuh kehati-hatian. Budi terus bertahan hingga pagi hari.
Berita Terkait
-
Pengakuan Anggota Ormas di Balik Horor Perlintasan Rel Bekasi Timur, Benarkah Demi Cuan?
-
Potret Haru Pejuang Kemanusiaan, Petugas Evakuasi Korban Kecelakaan KRL Terkapar di Lantai
-
Kecelakaan Maut Bekasi Timur: Mengapa Sistem Keamanan Kereta Gagal Mengadang Tragedi?
-
Sempat Tanya Menu Makan Malam, Jadi Pesan Terakhir Arinjani Sebelum Tewas Kecelakaan KRL di Bekasi
Terpopuler
- Dicukur Timnas Indonesia 5-1, Pemain Naturalisasi Kamboja Jadi Sasaran Kemarahan Fans
- 7 HP Murah Spesifikasi Terbaik di Bawah Rp2 Juta, Kamera 108 MP hingga NFC
- Bukan Sekadar Urusan Nasi Uduk di Matraman, 'Waspada Skenario Kerusuhan Agustus 2026'
- 4 Serum Wardah untuk Mengecilkan Pori, Kulit Halus dan Mulus Bertahap
- Nasib Berubah, Ini 4 Shio yang Panen Keberuntungan dan Rezeki pada 29 Juli 2026
Pilihan
-
Banyak Air Galon Isi Ulang di Bangka Barat Belum Diuji, Amankah Dikonsumsi Setiap Hari?
-
Dicecar 23 Pertanyaan Penyidik KPK, Ini Kata Plt Bupati Sukoharjo
-
Cuma Sisa Rp200 Juta! Perampok Rp1,2 Miliar di Kalideres Diciduk Usai Habiskan 1 M Dalam 8 Hari
-
Survei SMRC Juli 2026: Elektabilitas Prabowo Anjlok Drastis, Disalip Dedi Mulyadi
-
Malaysia Dikit Lagi Resmi Berstatus Negara Maju, Pendapatan Warga Rp 250 Juta per Tahun
Terkini
-
BI Luncurkan Layanan Baru Penukaran Uang Rusak, Warga Sumsel Kini Punya Lebih Banyak Pilihan
-
Dicap Menteri Problematik, Menhut Raja Juli Dikecam Usai Prioritaskan Hutan untuk TNI
-
Tol Akses Patimban Capai 68 Persen, Pemerintah Kebut Konektivitas ke Pelabuhan Strategis Nasional
-
Metodologi Audit BPKP Dinilai Tak Konsisten, Pakar Desak Evaluasi Total
-
Ada Jejaring Kolektif, Pakar Ungkap Kekayaan Negara Bocor Puluhan Tahun ke Kantong Pribadi
-
Truk Hantam Motor Scoopy di Cileungsi, Penjaga Warung Madura Tutup Usia di Tempat?
-
Perempuan Kini Tak Hanya Menabung, Tapi Juga Mulai Memilih Investasi yang Berdampak
-
Stop Jadi Beban Jalanan, Jasa Raharja-Korlantas Polri Perangi Budaya Melawan Arus
-
Industri Hiburan Indonesia Naik Kelas, Teknologi Jadi Senjata Baru di Balik Pengalaman Spektakuler
-
Bale by BTN Permudah Masyarakat Miliki Rumah Lewat Kolaborasi dengan Rumah123