- Fasilitas militer AS di Camp Buehring, Kuwait, mengalami kerusakan berat akibat serangan rudal, drone, dan jet tempur Iran.
- Jet tempur Northrop F-5 Iran mampu menembus sistem pertahanan canggih pangkalan tersebut dan menyebabkan kerugian miliaran dolar AS.
- Strategi serangan simultan dan terbang pada ketinggian rendah menjadi kunci keberhasilan Iran dalam melumpuhkan infrastruktur pertahanan AS.
Suara.com - Laporan media Amerika Serikat (AS) mengungkap kerusakan signifikan pada fasilitas militer AS di Kuwait setelah serangan yang dikaitkan dengan Iran.
Informasi ini pertama kali disorot oleh NBC News dan turut dikutip oleh Middle East Monitor.
Pangkalan militer AS di Camp Buehring dilaporkan mengalami dampak serius akibat serangan yang melibatkan rudal, drone, hingga jet tempur lawas milik Iran.
Salah satu yang menjadi perhatian adalah penggunaan jet Northrop F-5 yang dikenal sebagai pesawat tempur keluaran lama.
Jet F-5 sendiri merupakan pesawat yang diproduksi sejak era 1960-an hingga 1970-an.
Selain itu, Iran juga diketahui masih mengoperasikan sejumlah pesawat tempur lama lainnya seperti F-4 Phantom, F-14 Tomcat, MiG-29, Su-24, hingga F-7 buatan China.
Secara teknologi, armada tersebut dinilai jauh tertinggal dibandingkan jet tempur modern milik Amerika Serikat seperti F-35 dan F-15.
Namun demikian, laporan menyebutkan bahwa jet F-5 justru mampu menembus sistem pertahanan udara berlapis di Camp Buehring.
Mengutip sumber yang dihimpun NBC News, sejumlah fasilitas penting di pangkalan tersebut mengalami kerusakan berat.
Baca Juga: Bank Dunia Peringatkan Hal Mengerikan Bakal Terjadi Imbas Perang AS - Iran Berkepanjangan
Target yang terdampak mencakup landasan pacu, sistem radar, pesawat militer, gudang logistik, pusat komando, hangar, hingga infrastruktur komunikasi satelit.
Camp Buehring sendiri dikenal sebagai salah satu pangkalan dengan sistem pertahanan udara berlapis, termasuk penggunaan rudal Patriot serta jaringan radar dan pengawasan regional yang canggih.
Laporan tersebut menyebut kerusakan yang terjadi bahkan diperkirakan mencapai nilai miliaran dolar AS.
Meski demikian, jet tempur F-5 generasi lama disebut tetap mampu menembus sistem pertahanan tersebut.
Faktor kemampuan pilot serta strategi serangan yang diterapkan disebut menjadi kunci keberhasilan operasi tersebut.
Menurut laporan yang dikutip dari Eurasiatimes, Iran diduga menggunakan taktik serangan simultan dengan mengerahkan drone dan rudal secara bersamaan untuk membebani sistem pertahanan udara lawan.
Dalam situasi tersebut, sistem pertahanan disebut kesulitan mengantisipasi seluruh ancaman secara bersamaan.
Di saat yang sama, jet tempur Iran dilaporkan terbang pada ketinggian sangat rendah sehingga lebih sulit terdeteksi radar, memungkinkan mereka mendekati target dan melancarkan serangan.
Berita Terkait
-
Dikritik Perang Lawan Iran, Donald Trump Murka ke Kanselir Jerman: Dia Gak Tahu Apa-apa
-
Raja Charles Sindir Trump di Gedung Putih, Candaan soal Bahasa Prancis Bikin Ruangan Pecah
-
Rupiah Cetak Rekor Buruk ke Level Rp17.326 per Dolar AS
-
Kanselir Jerman: Iran Sedang Mempermalukan Amerika Serikat
-
Tak Peduli Tekanan AS, Iran Siapkan Aturan Baru di Selat Hormuz
Terpopuler
- Dicukur Timnas Indonesia 5-1, Pemain Naturalisasi Kamboja Jadi Sasaran Kemarahan Fans
- 7 HP Murah Spesifikasi Terbaik di Bawah Rp2 Juta, Kamera 108 MP hingga NFC
- Bukan Sekadar Urusan Nasi Uduk di Matraman, 'Waspada Skenario Kerusuhan Agustus 2026'
- 4 Serum Wardah untuk Mengecilkan Pori, Kulit Halus dan Mulus Bertahap
- Nasib Berubah, Ini 4 Shio yang Panen Keberuntungan dan Rezeki pada 29 Juli 2026
Pilihan
-
Banyak Air Galon Isi Ulang di Bangka Barat Belum Diuji, Amankah Dikonsumsi Setiap Hari?
-
Dicecar 23 Pertanyaan Penyidik KPK, Ini Kata Plt Bupati Sukoharjo
-
Cuma Sisa Rp200 Juta! Perampok Rp1,2 Miliar di Kalideres Diciduk Usai Habiskan 1 M Dalam 8 Hari
-
Survei SMRC Juli 2026: Elektabilitas Prabowo Anjlok Drastis, Disalip Dedi Mulyadi
-
Malaysia Dikit Lagi Resmi Berstatus Negara Maju, Pendapatan Warga Rp 250 Juta per Tahun
Terkini
-
BI Luncurkan Layanan Baru Penukaran Uang Rusak, Warga Sumsel Kini Punya Lebih Banyak Pilihan
-
Dicap Menteri Problematik, Menhut Raja Juli Dikecam Usai Prioritaskan Hutan untuk TNI
-
Tol Akses Patimban Capai 68 Persen, Pemerintah Kebut Konektivitas ke Pelabuhan Strategis Nasional
-
Metodologi Audit BPKP Dinilai Tak Konsisten, Pakar Desak Evaluasi Total
-
Ada Jejaring Kolektif, Pakar Ungkap Kekayaan Negara Bocor Puluhan Tahun ke Kantong Pribadi
-
Truk Hantam Motor Scoopy di Cileungsi, Penjaga Warung Madura Tutup Usia di Tempat?
-
Perempuan Kini Tak Hanya Menabung, Tapi Juga Mulai Memilih Investasi yang Berdampak
-
Stop Jadi Beban Jalanan, Jasa Raharja-Korlantas Polri Perangi Budaya Melawan Arus
-
Industri Hiburan Indonesia Naik Kelas, Teknologi Jadi Senjata Baru di Balik Pengalaman Spektakuler
-
Bale by BTN Permudah Masyarakat Miliki Rumah Lewat Kolaborasi dengan Rumah123