- Pemerintah Iran berencana menerapkan aturan navigasi bagi kapal komersial di Selat Hormuz setelah konflik bersenjata berakhir.
- Wakil Menteri Pertahanan Iran menyatakan akan bekerja sama dengan Oman untuk mengelola keamanan pelayaran di kawasan tersebut.
- Pemerintah Iran mempertimbangkan kebijakan pungutan transit kapal guna meningkatkan pendapatan negara serta merespons dinamika keamanan jalur energi.
Suara.com - Pemerintah Iran menyatakan akan mengambil peran lebih besar dalam pengaturan pelayaran di Selat Hormuz setelah konflik bersenjata dengan Amerika Serikat berakhir.
Langkah tersebut mencakup penerapan aturan transit bagi kapal komersial internasional guna memastikan keamanan wilayah perairan Iran.
Pernyataan ini menandai upaya Teheran memperkuat posisi strategisnya di jalur energi global sekaligus merespons dinamika keamanan kawasan pascakonflik.
Wakil Menteri Pertahanan Iran, Reza Talaei-Nik, menyampaikan kebijakan tersebut dalam pertemuan menteri pertahanan Organisasi Kerja Sama Shanghai (SCO) di Bishkek, Kirgistan.
Ia menegaskan bahwa pelayaran di Selat Hormuz akan mengikuti ketentuan hukum nasional Iran setelah konflik berakhir.
“Pelayaran melalui Selat Hormuz setelah berakhirnya perang akan dilakukan sesuai aturan Iran,” ujar Talaei-Nik dikutip dari Antara pada Selasa (28/4/2026).
Iran Siapkan Aturan Navigasi dan Kerja Sama dengan Oman
Talaei-Nik menjelaskan bahwa aturan transit yang tengah disusun akan berlaku bagi seluruh kapal komersial yang melintasi Selat Hormuz.
Kapal-kapal tersebut diwajibkan mengikuti protokol navigasi dan keamanan yang dirancang untuk menjaga stabilitas kawasan serta mencegah potensi gangguan keamanan.
Baca Juga: FIFA Patok Biaya Parkir di Piala Dunia 2026: Satu Mobil Rp4 Juta di Miami
Selain itu, Iran berencana menyusun skema pengelolaan navigasi secara terpadu bersama pemerintah Oman.
Kerja sama ini dinilai penting mengingat Oman menguasai sisi selatan Selat Hormuz, sehingga koordinasi kedua negara berpotensi meningkatkan pengawasan terhadap jalur distribusi energi internasional.
Rencana Penerapan Pungutan Transit Kapal
Pemerintah Iran juga mempertimbangkan penerapan pungutan atau biaya transit bagi kapal yang melintasi Selat Hormuz.
Sejumlah anggota parlemen Iran dilaporkan telah mengajukan inisiatif legislasi untuk memberikan dasar hukum bagi kebijakan tersebut.
Bank Sentral Iran disebut telah menyiapkan infrastruktur keuangan, termasuk pembukaan beberapa rekening dalam mata uang internasional, guna menampung potensi pendapatan dari sektor maritim.
Berita Terkait
-
Iran Tetapkan Aturan Pelayaran di Selat Hormuz Usai Konflik dengan AS
-
Dampak Uni Emirat Arab Keluar dari OPEC, Dunia Makin Krisis Pasokan Minyak Mentah?
-
Menghitung Biaya 76 Tahun Perang AS dari Korea hingga Iran: Tembus Triliunan Dolar
-
Pejabat Inggris Sindir Israel Sekutu Spesial Amerika saat Pertemuan Trump - Raja Charles, Maksudnya?
-
76 Tahun AS Berperang: Triliunan Dolar Habis, Jutaan Nyawa Melayang, Perang Iran yang Termahal
Terpopuler
- 10 HP Murah Memori 128 GB dan Kamera Bening di Bawah Rp1,5 Juta untuk Multitasking
- Dicukur Timnas Indonesia 5-1, Pemain Naturalisasi Kamboja Jadi Sasaran Kemarahan Fans
- 7 HP Murah Spesifikasi Terbaik di Bawah Rp2 Juta, Kamera 108 MP hingga NFC
- Bukan Sekadar Urusan Nasi Uduk di Matraman, 'Waspada Skenario Kerusuhan Agustus 2026'
- 9 Rekomendasi Lipstik Tahan Lama yang Cocok untuk Kulit Sawo Matang
Pilihan
-
Ledakan Dahsyat Guncang Mall AEON Dua Orang Tewas, Diduga Akibat Kebocoran Gas
-
Hukum Tak Mampu Meyakinkan Publik, Main Hakim Sendiri Jadi Jalan Pintas
-
Rupiah Jebol ke Rp18.083 per Dolar AS, Terpuruk Paling Dalam di Asia usai Perry Warjiyo Mundur
-
Adik Kim Jong un ke Indonesia Cs: Hei Antek-antek Asing, Stop Jadi Corong Bayaran AS
-
Melania Trump Hendak Dibunuh saat Belanja Baju, Ada 'Orang Dalam' Berkhianat
Terkini
-
Aplikasi Snapboost Ditutup, Modusnya Berikan Suka di Media Sosial Bikin Uang Raib
-
Rudal Balistik Iran Hantam Pasukan AS, Timur Tengah di Ambang Perang Besar
-
Tinted Lip Balm Hanasui untuk Kulit Sawo Matang Shade Berapa? Cek Ulasannya
-
Anomali Harga Minyak, Mengapa Tidak Melonjak Meski Timur Tengah Memanas?
-
5 Merek Sepatu Sekolah Paling Awet untuk Remaja, Mulai Rp100 Ribuan
-
Bos BCA Titip Pesan Buat Calon Gubernur Bank Indonesia Baru, Apa Isinya?
-
Tak Perlu Takut! Umrah Mandiri Bareng Keluarga Tak Bisa Dipidana
-
Ledakan Dahsyat Guncang Mall AEON Dua Orang Tewas, Diduga Akibat Kebocoran Gas
-
Era Baru Les Blues! Bienvenue, Zinedine Zidane Resmi Latih Timnas Prancis
-
Apa Pelembap Bisa Mengencangkan Kulit Kendur? Ini 3 Rekomendasi untuk Usia 50 Tahun