- Presiden Prabowo Subianto meresmikan 13 proyek hilirisasi nasional tahap II senilai Rp 116 triliun di Cilacap pada 29 April 2026.
- Proyek ini bertujuan meningkatkan nilai tambah komoditas mentah seperti nikel, kelapa sawit, dan tembaga melalui integrasi teknologi pengolahan modern.
- Inisiatif strategis ini diharapkan dapat memperkuat struktur ekonomi nasional, meningkatkan devisa negara, serta membuka lapangan kerja baru bagi masyarakat.
Esther optimistis bahwa distribusi pusat-pusat industri ke daerah akan menciptakan multiplier effect yang luas.
"Penciptaan kawasan industri di daerah tentu saja akan berdampak membuka lapangan kerja baru, meningkatkan pendapatan petani/petambang, dan kesejahteraan masyarakat lokal," ujar dia.
Senada dengan visi tersebut, Presiden Prabowo Subianto dalam seremoni di Cilacap menegaskan bahwa pemerintah tidak akan menutup mata terhadap perkembangan teknologi global.
Presiden menekankan bahwa setiap rencana hilirisasi harus bersifat dinamis dan siap disesuaikan demi kepentingan rakyat banyak.
Hilirisasi harus adaptif terhadap perkembangan teknologi dan terus dikaji, dengan keberanian untuk menyesuaikan rencana apabila tersedia teknologi yang lebih baik, lebih efisien, dan lebih menguntungkan bagi rakyat, sehingga setiap keputusan benar-benar berbasis perhitungan objektif dan memberi dampak optimal.
Di sisi lain, Direktur Program dan Kebijakan Center for Policy Studies, Prasasti Piter Abdullah, menilai langkah pemerintah ini sebagai strategi jitu untuk mengakhiri ketergantungan Indonesia pada ekspor komoditas mentah.
Ia mencontohkan komoditas kelapa yang selama ini sering dikirim ke luar negeri tanpa sentuhan pengolahan, sehingga nilai ekonominya sangat terbatas bagi petani dan negara.
“Hilirisasi itu ya sederhananya adalah upaya untuk meningkatkan nilai tambah,” ujarnya.
Piter memberikan apresiasi terhadap kecepatan pemerintah dalam mengeksekusi transisi dari fase awal ke fase berikutnya.
Baca Juga: Prabowo Tancap Gas Hilirisasi, 13 Proyek Rp119 Triliun Digulirkan
Menurutnya, agresivitas pemerintah dalam mendorong hilirisasi menunjukkan komitmen jangka panjang yang serius untuk membangun kedaulatan ekonomi.
“Ini cukup agresif, karena sekali lagi hilirisasi ini sebuah proses panjang, bukan instan,” katanya.
Konsistensi pemerintah dalam menjalankan tahapan-tahapan hilirisasi ini dinilai sebagai sinyal positif bagi investor maupun pelaku industri dalam negeri.
Dengan peta jalan yang jelas, program ini diharapkan mampu memberikan dampak besar yang berkelanjutan, mulai dari penguatan devisa melalui peningkatan penerimaan negara hingga penyediaan lapangan kerja yang masif bagi generasi muda Indonesia di berbagai wilayah.
Berita Terkait
-
Prabowo Tancap Gas Hilirisasi, 13 Proyek Rp119 Triliun Digulirkan
-
Dari Kritik ke Tawa: Kehadiran Rocky Gerung di Istana jadi Strategi Prabowo Akhiri Era Oposisi?
-
Imbas Langgar Protokol Istana, Maia Estianty dan Suami Dikira Prabowo Orangtua Syifa Hadju
-
Selamat Ginting Nilai Prabowo Masih Konsolidasi Hadapi Pengaruh Jokowi
-
Prabowo Tunjuk Pengusaha Tambang-Sawit: Cari Makan di Sini, Simpan Uang di Luar Negeri!
Terpopuler
- 6 Pilihan HP Flagship Paling Murah, Spek Sultan Harga Teman
- 5 HP 5G Terbaru RAM 12 GB, Spek Kencang untuk Budget Rp3 Juta
- 5 Pilihan Sepatu Lari Hoka Murah di Sports Station, Harga Diskon 50 Persen
- 5 Parfum Aroma Segar Buat Pesepeda, Anti Bau Badan Meski Gowes Seharian
- 5 Sepeda Listrik Jarak Tempuh Terjauh, Tahan Air dan Aman Melintasi Gerimis
Pilihan
-
7 Sabun Mandi Cair Wangi Mewah yang Bikin Rileks Setelah Pulang Kerja, Ada yang Mirip Aroma Spa
-
Mantan Istri Andre Taulany Dilaporkan ke Polisi, Diduga Aniaya Karyawan
-
Stasiun Bekasi Timur akan Kembali Beroperasi Lagi Siang Ini
-
Truk Tangki BBM Meledak Hebat di Banyuasin, 4 Pekerja Terbakar saat Api Membumbung Tinggi
-
RS Polri Berhasil Identifikasi 10 Jenazah Korban Tabrakan Kereta di Bekasi Timur, Ini Nama-namanya
Terkini
-
Banding Ditolak Pengadilan, Pelaku Penembakan Masjid Christchurch Tetap Dipenjara Seumur Hidup
-
Tak Terluka, Korban KRL Bekasi Meninggal Diduga Syok di Ambulans: Ini Kesaksian Sang Anak
-
Kronologis Polisi Arab Saudi Tangkap 3 WNI di Makkah karena Penipuan Paket Haji Fiktif
-
Guncang Pasar Energi Dunia, Mengapa UEA Nekat Tinggalkan OPEC Setelah 60 Tahun?
-
DPR Siapkan 'Omnibus Ketenagakerjaan' Baru: Nasib Outsourcing hingga Pesangon Bakal Dirombak Total?
-
Pasca Kecelakaan Bekasi, DPR Usul Kabin Masinis Dilengkapi Monitor CCTV Pantau Jalur 2 Km ke Depan
-
7 Lukisan Laku Terjual, Mbah Kibar Lunas dari Jerat Utang Rp 500 Juta
-
Menerobos 'Lorong Hitam' Lantai 26: Kisah Joy Lolos dari Kebakaran Apartemen Mediterania
-
Uni Emirat Arab Keluar dari OPEC, Apa Dampaknya Bagi Indonesia?
-
Sidang Korupsi Sertifikasi K3 Kemnaker Ditunda, Terdakwa Minta Waktu Pelajari BAP