News / Nasional
Kamis, 30 April 2026 | 15:36 WIB
Presiden Prabowo Subianto memberikan sambutan pada acara groundbreaking 13 proyek hilirisasi tahap II yang dipusatkan di Kilang Pertamina RU IV CIlacap, Jawa Tengah, Rabu (29/4/2026). [ANTARA FOTO/Idhad Zakaria/YU]
Baca 10 detik
  • Presiden Prabowo Subianto meresmikan 13 proyek hilirisasi nasional tahap II senilai Rp 116 triliun di Cilacap pada 29 April 2026.
  • Proyek ini bertujuan meningkatkan nilai tambah komoditas mentah seperti nikel, kelapa sawit, dan tembaga melalui integrasi teknologi pengolahan modern.
  • Inisiatif strategis ini diharapkan dapat memperkuat struktur ekonomi nasional, meningkatkan devisa negara, serta membuka lapangan kerja baru bagi masyarakat.

Esther optimistis bahwa distribusi pusat-pusat industri ke daerah akan menciptakan multiplier effect yang luas.

"Penciptaan kawasan industri di daerah tentu saja akan berdampak membuka lapangan kerja baru, meningkatkan pendapatan petani/petambang, dan kesejahteraan masyarakat lokal," ujar dia.

Senada dengan visi tersebut, Presiden Prabowo Subianto dalam seremoni di Cilacap menegaskan bahwa pemerintah tidak akan menutup mata terhadap perkembangan teknologi global.

Presiden menekankan bahwa setiap rencana hilirisasi harus bersifat dinamis dan siap disesuaikan demi kepentingan rakyat banyak.

Hilirisasi harus adaptif terhadap perkembangan teknologi dan terus dikaji, dengan keberanian untuk menyesuaikan rencana apabila tersedia teknologi yang lebih baik, lebih efisien, dan lebih menguntungkan bagi rakyat, sehingga setiap keputusan benar-benar berbasis perhitungan objektif dan memberi dampak optimal.

Di sisi lain, Direktur Program dan Kebijakan Center for Policy Studies, Prasasti Piter Abdullah, menilai langkah pemerintah ini sebagai strategi jitu untuk mengakhiri ketergantungan Indonesia pada ekspor komoditas mentah.

Ia mencontohkan komoditas kelapa yang selama ini sering dikirim ke luar negeri tanpa sentuhan pengolahan, sehingga nilai ekonominya sangat terbatas bagi petani dan negara.

“Hilirisasi itu ya sederhananya adalah upaya untuk meningkatkan nilai tambah,” ujarnya.

Piter memberikan apresiasi terhadap kecepatan pemerintah dalam mengeksekusi transisi dari fase awal ke fase berikutnya.

Baca Juga: Prabowo Tancap Gas Hilirisasi, 13 Proyek Rp119 Triliun Digulirkan

Menurutnya, agresivitas pemerintah dalam mendorong hilirisasi menunjukkan komitmen jangka panjang yang serius untuk membangun kedaulatan ekonomi.

“Ini cukup agresif, karena sekali lagi hilirisasi ini sebuah proses panjang, bukan instan,” katanya.

Konsistensi pemerintah dalam menjalankan tahapan-tahapan hilirisasi ini dinilai sebagai sinyal positif bagi investor maupun pelaku industri dalam negeri.

Dengan peta jalan yang jelas, program ini diharapkan mampu memberikan dampak besar yang berkelanjutan, mulai dari penguatan devisa melalui peningkatan penerimaan negara hingga penyediaan lapangan kerja yang masif bagi generasi muda Indonesia di berbagai wilayah.

Load More