Bisnis / Makro
Rabu, 29 April 2026 | 18:16 WIB
Presiden Prabowo Subianto. (Suara.com/Bagaskara)
Baca 10 detik
  • Prabowo kecam pengusaha tambang & sawit yang simpan hasil usahanya di luar negeri.
  • Presiden tegaskan tak beri ruang bagi pengusaha yang tidak memiliki jiwa patriotik.
  • Modal hasil SDA harus berputar di Indonesia demi sukseskan program hilirisasi

Suara.com - Presiden Prabowo Subianto blak-blakan meluapkan kekesalannya terhadap perilaku sejumlah pengusaha besar di sektor pertambangan dan perkebunan. Prabowo menyentil keras para pemegang konsesi lahan yang justru memarkir kekayaannya di luar negeri ketimbang memutar uangnya di dalam negeri.

Hal tersebut disampaikan Prabowo dalam sambutannya pada peletakan batu pertama (groundbreaking) 13 Proyek Hilirisasi Nasional Tahap II di Cilacap, Jawa Tengah, Rabu (29/4/2026).

“Kita kasih konsesi tambang, kita kasih konsesi perkebunan, kita kasih lagi kredit dari bank pemerintah, bank milik rakyat, tapi mereka begitu berhasil hasil usahanya tidak ditempatkan di Indonesia,” ujar Prabowo dengan nada tegas.

Sebagai Kepala Negara, Prabowo menegaskan tidak akan lagi membiarkan praktik "pelarian modal" ini terus berlanjut. Menurutnya, tindakan para pengusaha tersebut sangat bertentangan dengan semangat program hilirisasi yang tengah digenjot pemerintah untuk memperkuat struktur ekonomi nasional.

“Saya sebagai mandataris, sebagai yang diberi kepercayaan oleh rakyat Indonesia, saya juga tidak mau meneruskan hal-hal seperti ini,” tegasnya.

Prabowo pun mempertanyakan jiwa patriotisme para pengusaha tersebut. Ia mengingatkan bahwa kekayaan sumber daya alam (SDA) Indonesia seharusnya dinikmati oleh seluruh rakyat, bukan justru memperkaya bangsa lain melalui modal yang dibawa lari ke luar negeri.

"Jangan kepandaianmu kau pakai untuk memperkaya bangsa lain. Kita tidak benci bangsa lain, kita tidak mau rakyat kita miskin terus karena uang kita diambil ke luar negeri,” ucap Prabowo lagi.

Mantan Menteri Pertahanan ini memberikan peringatan keras bahwa dirinya tidak akan memberikan ruang bagi pengusaha yang hanya mencari keuntungan pribadi tanpa memikirkan kepentingan nasional. Ia memberikan pilihan tegas bagi para pemain industri ekstraktif tersebut.

"Pilih, bela rakyatmu atau mengabdi ke yang lain. Saya tidak akan toleransi mereka-mereka yang tidak patriotik. Sepintar apapun kalau kau tidak bela bangsamu sendiri, tidak ada tempat di sekitar saya,” pungkasnya. 

Baca Juga: Prabowo Gebrak Hilirisasi Fase II Senilai Rp116 Triliun: Jalan Tunggal Menuju Kemakmuran!

Load More