- Pengkritik pemerintah, Rocky Gerung, hadir di Istana Negara, Jakarta, pada Senin (27/4) untuk mendampingi Jumhur Hidayat dilantik sebagai Menteri Lingkungan Hidup.
- Rocky Gerung terlibat percakapan akrab serta tawa lepas bersama Sekretaris Kabinet Teddy Indra Wijaya dan Presiden Prabowo Subianto saat acara berlangsung.
- Kehadiran Rocky di Istana mencerminkan cairnya komunikasi politik antara pemerintah dengan pihak oposisi dalam upaya menjaga persatuan nasional Indonesia.
Suara.com - Istana Negara memantik sorotan publik pada awal pekan ini. Bukan karena reshuffle, melainkan kehadiran sosok vokal pengkritik pemerintah, Rocky Gerung di pusat kekuasaan tersebut.
Berbatik cokelat lengan panjang, Rocky hadir bersama Syahganda Nainggolan. Ia tampak berbincang santai dengan Jumhur Hidayat, orang yang menjadi alasan Rocky hadir di Istana.
Jumhur pada Senin (27/4), datang mengenakan setelan jas lengkap dan peci hitam dan dasi biru. Ia ditunjuk Presiden Prabowo Subianto menggantikan posisi Hanif Faisol sebagai Menteri Lingkungan Hidup.
Kehadiran Rocky bersama Syahganda di Istana Negara, dalam rangka mendampingi Jumhur yang akan dilantik Presiden Prabowo pukul 15.00 WIB.
Jumhur bersama lima calon pejabat lain datang lebih awal. Mereka diminta untuk ikut gladi sebelum akhirnya benar-benar dilantik.
Usai gladi, Jumhur tampak menghampiri Rocky yang berdiri bersama Syahganda di dalam Istana Negara. Mereka berbincang akrab layaknya kolega.
"Pasti lah," kata Rocky menegaskan kehadirannya di Istana untuk mendampingi Jumhur.
Akrab dengan Seskab
Di tengah perbincangan tersebut, Sekretaris Kabinet Letkol Teddy Indra Wijaya menghampiri Rocky.
Baca Juga: Prabowo Gebrak Hilirisasi Fase II Senilai Rp116 Triliun: Jalan Tunggal Menuju Kemakmuran!
Kehadiran Teddy sama sekali tidak membuat suasana perbincangan berubah, justru tambah hangat.
Tampak Teddy dan Rocky yang berbincang santai diselingi tawa. Saking santainya, Rocky bahkan tampak menepuk pundak serta lengan Teddy, tanda percakapan yang tengah berjalan berlangsung penuh keakraban.
Perbincangan tidak belangsung lama. Pada ujung pertemuan singkat tersebut, tampak Teddy memberikan gestur jempol setelah bersalaman dengan Rocky. Jumhur menyambut dengan gestur serupa.
Apa Isi Percakapan dengan Teddy?
Selesai acara pelantikan, Rocky yang berjalan keluar dari Istana Negara, mengungkapkak kepada awak media ihwal perbincangan singkatnya bersama Seskab.
Rocky mengatakan ia bersama Teddy berbincang tentang ethics of care dan ethics of right.
"Ethics of care artinya cara secara psikologis memperlihatkan kepemimpinan melalui bahasa tubuh, bukan melalui tubuh ya, melalui bahasa tubuh gitu," kata Rocky.
Menurut akademisi ini, ada dua bahasa tubuh. Pertama, bahasa tubuh yang terucap. Kedua, bahasa tubuh yang tersembunyi.
"Nah saya bilang Pak Teddy ini mampu untuk memilah kapan bahasa tubuh yang terucap itu dipamerkan, kapan bahasa tubuh yang sifatnya psikologis itu disimpan untuk hal-hal yang momentum. Gitu. Udah," kata Rocky.
Tawa Lepas Bareng Prabowo
Bukan hanya saat berbincang dan tertawa lepas dengan Teddy, kehadiran Rocky di Istana juga menyita perhatian karena ia berpapasan langsung dengan Prabowo.
Meski dikenal vokal dan kerap mengkritik, pertemuan Rocky dengan kepala negara terlihat akrab.
Sama halnya saat bertemu Teddy, gestur santai dan tawa lepas juga tampak dari muka Rocky saat bersalaman dengan Prabowo.
Momen tersebut terjadi sesaat Prabowo melantik enam pejabat baru, termasuk Jumhur. Prabowo menyampaikan ucapan selamat secara langsung kepada mereka yang dilantik, juga kepada Rocky serta tamu lain yang menjadi pendamping.
Rahasiakan Isi Pecakapan
Rocky tidak blak-blakan saat ditanya mengenai perbincangan singkat dengan Prabowo hingga mengundang tawa tersebut.
"Ya pokoknya ada lah. Sama Pak Prabowo ya saya salaman tadi, dan Prabowo kan temen saya diskusi dulu-dulu," kata Rocky.
Rocky berujar bahwa Prabowo menyampaikan terima kasih atas kehadiran Rocky di Istana Negara.
"Dan beliau, 'Wah Pak Rocky terima kasih hadir' dan 'ternyata Pak Rocky masih disiden', gitu. Tapi Anda lihat wajahnya wajah bercanda. Memang saya disiden. Disiden tahu artinya kan? Google kalau enggak tahu lo wartawan ya," kata Rocky.
Berdasarkan Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI), disiden memiliki makna orang yang tidak sepakat dengan pendapat seseorang atau kelompok.
Makin Cair dengan Oposisi
Kehadiran Rocky di Istana, ditambah dengan kepercayaan yang diberikan Jumhur untuk bergabung di Kabinet Merah Putih, menunjukkan cairnya suasana pemerintah dengan oposisi atau pengkritik.
Direktur Eksekutif Aljabar Strategic, Arifki Chaniago, mengatakan kehadiran Rocky dan pertemuan akrab Rocky dengan Teddy dan Prabowo di Istana, menunjukkan ada perbedaan antara sikap politik dan hubungan sesama manusia.
"Dan saya rasa ini kan sah-sah saja ya dalam pertemuan Gerung di istana," kata Arifki kepada Suara.com.
Terlepas dari kehadiran Rocky, Arifki menyoroti penunjukan Jumhur sebagai Menteri Lingkungan Hidup. Ia mengingatkan latar belakang Jumhur yang berbeda kubu dengan Prabowo pada Pilpres 2024.
"Tapi yang paling penting, Jumhur ini kan wakil co-captain-nya Anies di Pilpres 2024. Apakah ini menunjukkan bahwa sudah ada kelompok politik relawan Anies di bagian dari pemerintahan Pak Prabowo?" kata Arifki.
"Apakah ini menunjukkan bahwa makin cair antara pendukung-pendukung Pak Anies juga sudah mulai pecah juga, sehingga mereka itu menjadi bagian dari pemerintahan Prabowo-Gibran, Pak Prabowo? Dan saya rasa ini juga penting kita melihat dalam konteks," sambungnya.
Gaya Merangkul Prabowo
Santainya pertemuan dengan Rocky di Ring 1 tersebut menunjukkan gaya kepemimpinan Prabowo yang cenderung merangkul lawan politik. Sikap tersebut juga tercermin dari Teddy.
Lantas, apakah memang ke depan Prabowo akan merangkul Rocky lebih jauh, semisal ke dalam kabinet? Jawabannya tentu bergantung terhadap keputusan Prabaowo dan Rocky sendiri.
Tetapi di sisi lain, Arifki menegaskan gaya kepemimpinan merangkul ala Prabowo bukan serta merta mengajak pihak di luar pemerintah untuk bergabung.
"Dirangkul ini kan juga banyak kategori, dirangkul dalam artian diajak berdiskusi atau mungkin ditawarkan jabatan lain. Dan saya rasa kita melihat apakah Pak Rocky Gerung akan tetap jadi pengamat politik, atau mungkin akan menjadi mengincar posisi politik lainnya sebagai apa, ini kan juga kita lihat," kata Arifki.
Terlepas hal itu, kehadiran Rocky di Istana dan pertemuan pemuh tawa bersama Teddy serta Prabowo menjadi pertanda komunikasi cair yang terjalin antara pemerintah dengan pengkritiknya, dalam hal ini Rocky.
"Tapi paling tidak ini kan juga pertemuan itu menjadi serius, karena diskusi-diskusi yang selama ini dilihat di luar publik tentang kritisnya Pak Rocky Gerung, tapi ketika ada di bagian kabinet juga mencair secara komunikasi politik.
Meski kerap berbeda paham, suasana damai menjadi hal yang utama dalam bingkai persatuan Indonesia.
"Ini bagus dalam konteks bagaimana elite bangsa itu berkomunikasi di ruang publik maupun diperlihatkan ke publik bahwa ada ruang-ruang yang harus berselisih paham, ada ruang-ruang untuk bisa diperlihatkan ke publik berdamai untuk Indonesia," kata Arifki.
Berita Terkait
-
Imbas Langgar Protokol Istana, Maia Estianty dan Suami Dikira Prabowo Orangtua Syifa Hadju
-
Selamat Ginting Nilai Prabowo Masih Konsolidasi Hadapi Pengaruh Jokowi
-
Prabowo Tunjuk Pengusaha Tambang-Sawit: Cari Makan di Sini, Simpan Uang di Luar Negeri!
-
Prabowo Gebrak Hilirisasi Fase II Senilai Rp116 Triliun: Jalan Tunggal Menuju Kemakmuran!
-
Analis Bongkar Misi Reshuffle Prabowo Hapus Bayang-bayang Jokowi dan Jadikan Dudung 'The New Luhut'
Terpopuler
- 6 Pilihan HP Flagship Paling Murah, Spek Sultan Harga Teman
- 5 HP 5G Terbaru RAM 12 GB, Spek Kencang untuk Budget Rp3 Juta
- 5 Pilihan Sepatu Lari Hoka Murah di Sports Station, Harga Diskon 50 Persen
- 5 Parfum Aroma Segar Buat Pesepeda, Anti Bau Badan Meski Gowes Seharian
- 5 Sepeda Listrik Jarak Tempuh Terjauh, Tahan Air dan Aman Melintasi Gerimis
Pilihan
-
Stasiun Bekasi Timur akan Kembali Beroperasi Lagi Siang Ini
-
Truk Tangki BBM Meledak Hebat di Banyuasin, 4 Pekerja Terbakar saat Api Membumbung Tinggi
-
RS Polri Berhasil Identifikasi 10 Jenazah Korban Tabrakan Kereta di Bekasi Timur, Ini Nama-namanya
-
Sempat Hilang Kontak, Ain Karyawan Kompas TV Meninggal dalam Kecelakaan KRL di Bekasi
-
4 Pemain Anyar di Skuad Timnas Indonesia untuk TC Piala AFF 2026, 2 Statusnya Debutan!
Terkini
-
Selesaikan Masalah Perkotaan, Wamendagri Bima Dorong Aglomerasi Berbasis Sektoral
-
Cekcok Saat Main Bola, Dua Pemuda Cengkareng Nekat Siram Air Keras Hingga Masuk Sel
-
Peneliti Soroti Kebijakan Menhan Soal Militer Asing di Langit RI, Minta DPR Perketat Pengawasan
-
Jelang May Day KSPSI Bocorkan Permenaker Outsourcing, Bakal Lebih Ketat?
-
Selamat Ginting Nilai Prabowo Masih Konsolidasi Hadapi Pengaruh Jokowi
-
Kemenhan Bahas Akses Langit RI, Connie Bakrie: Harga Diri Bangsa Lebih Mahal dari Bantuan Keamanan
-
Sadis dan Terencana: 7 Fakta Pengeroyokan Pelajar di Bantul, Motif Geng hingga Ancaman Hukuman Mati
-
Kisah Haru Evakuasi Kecelakaan KRL Bekasi, Suami Temani Istri Terjepit 10 Jam Sambil Ngelus Pundak
-
May Day di Monas, Andi Gani Pastikan Tanpa Dana Oligarki
-
Prabowo Tunjuk Jumhur Jadi Menteri, Analis: Sinyal Perang ke Oligarki Hitam Lingkungan