-
Hizbollah gunakan drone kabel optik yang kebal sistem jamming untuk serang tentara Israel.
-
Teknologi kabel serat optik membuat drone tidak terdeteksi radar dan mustahil diputus sinyalnya.
-
Militer Israel kesulitan mendeteksi drone murah ini karena terbang rendah dan sangat cepat.
"Mereka terbang sangat rendah dan sangat cepat, dan mereka sangat kecil, sangat sulit untuk mendeteksi mereka, dan bahkan setelah mereka terdeteksi, mereka sangat sulit dilacak," kata Ran Kochav.
Israel dianggap terlalu fokus memoles sistem pertahanan rudal jarak jauh dan mengabaikan ancaman drone kecil yang mulai berkembang.
Padahal, pola serangan serupa telah lebih dulu digunakan oleh Rusia dan Ukraina dalam skala yang sangat masif di Eropa Timur.
Meski memiliki teknologi sensor cahaya dan suara, sistem pemantauan tersebut belum terpasang secara merata di sepanjang perbatasan utara.
Hezbollah bahkan telah memamerkan video serangan drone ini melalui media sosial untuk menunjukkan kerapuhan pertahanan darat lawan.
Drone fiber optik ini mulai digunakan Hezbollah secara intensif sejak awal Maret sebagai respon atas keunggulan teknologi sensor Israel.
Senjata yang diproduksi secara lokal dengan teknologi cetak 3D ini diperkirakan hanya berbiaya sekitar 300 hingga 400 dolar AS per unit.
Penggunaan kabel serat optik sepanjang puluhan kilometer memastikan operator memiliki kendali penuh tanpa takut terkena gangguan elektronik dari pihak militer Israel di medan tempur Lebanon Selatan.
Baca Juga: Palestina Ajukan Banding ke CAS Lawan Keputusan FIFA Terkait Klub Israel di Wilayah Pemukiman Ilegal
Berita Terkait
Terpopuler
- Bawa Kasus Penebangan Pohon ke Jalur Hukum, Farhan Siap Lapor Gubernur Jabar dan KLH
- Harta Kekayaan Iptu Setya Budi Dias, Oknum KPK Pemeras Bupati Pemalang
- 5 Kulkas Mini yang Murah dan Hemat Listrik, Bisa Dipakai di Kamar Kos dan Mobil
- Survei SMRC: Elektabilitas Gerindra Anjlok Tajam, Peluang Jadi Partai Nomor 1 Terancam
- 5 Sepatu Kasual Nyaman untuk Jalan Kaki di Kota, Ringan dan Empuk Dipakai Seharian
Pilihan
-
Kejagung Geledah Rumah Eks Jampidsus Febrie yang Pernah Dijaga TNI
-
Kematian Sutrimo dan Rangkaian Kejanggalan yang Muncul dari Kampung Halaman
-
Pengintai Misterius dan CCTV Mendadak, Kejanggalan di Rumah Sutrimo
-
Banyak Air Galon Isi Ulang di Bangka Barat Belum Diuji, Amankah Dikonsumsi Setiap Hari?
-
Dicecar 23 Pertanyaan Penyidik KPK, Ini Kata Plt Bupati Sukoharjo
Terkini
-
Waspada Isu Keamanan Agustus, Imam Besar FBR Ajak Warga Betawi Jaga Kampung dan Tolak Hoaks
-
Budaya Menghakimi Era Digital: di Balik Layar, Dia Tetaplah Seorang Manusia
-
Pendapatan Harita Nickel (NCKL) Naik 21,2 Persen di Semester I 2026
-
Doa Kebangsaan di Monas Dimulai Jam Berapa? Ini Jadwal, Lokasi Parkir, dan Rute Lalu Lintasnya
-
Trisno Pas Band Meninggal Dunia Usai Bertahan Melawan Komplikasi Penyakit
-
Pagar Tinggi Mal Picu Spekulasi, Polisi: Jangan Buat Gaduh, Jakarta Masih Aman!
-
Cermin Politik Hari Ini: Ketika Fanatisme Memaklumi Etika yang Terabaikan
-
Ramalan Zodiak Bulan Agustus 2026: Siapa yang Paling Beruntung?
-
Harga Resmi Chery Q di GIIAS 2026 Mulai Rp 239 Jutaan, Cek Spesifikasi Mobil Listrik Ini
-
Dijaga Ketat 7 Ribu Personel, Ribuan Jemaah Mulai Padati Monas Jelang Zikir Bersama Prabowo