-
PFA mengajukan banding ke CAS setelah FIFA menolak memberikan sanksi bagi klub Israel.
-
Klub-klub Israel diketahui tetap beroperasi di wilayah pemukiman ilegal Tepi Barat hingga kini.
-
Gugatan ini didukung koalisi internasional yang menuduh FIFA membantu praktik kejahatan perang.
Suara.com - Asosiasi Sepak Bola Palestina (PFA) resmi membawa sengketa operasional klub Israel di wilayah pendudukan ke Pengadilan Arbitrase Olahraga (CAS).
Langkah hukum ini diambil sebagai respon tegas atas kegagalan FIFA dalam menindak klub yang bermarkas di pemukiman ilegal Tepi Barat.
Dikutip dari MME, Palestina kini membidik jalur yurisprudensi internasional untuk membatalkan keputusan federasi sepak bola dunia yang dianggap tidak berpihak pada hukum.
Upaya ini menandai eskalasi konflik regulasi olahraga yang telah berlangsung selama belasan tahun tanpa solusi konkret dari pihak otoritas.
Eksistensi klub-klub tersebut dinilai melanggar kedaulatan wilayah yang secara hukum internasional telah dinyatakan sebagai area pendudukan ilegal.
Keputusan FIFA untuk tetap pasif didasarkan pada alasan bahwa status hukum Tepi Barat merupakan masalah internasional yang sangat kompleks.
Lembaga sepak bola tertinggi dunia itu memilih untuk tidak mengambil tindakan apa pun meski investigasi telah dilakukan sejak awal tahun ini.
Padahal, Mahkamah Internasional secara tegas menyatakan bahwa pembangunan pemukiman Israel di wilayah Tepi Barat melanggar ketentuan hukum global.
Susan Shalabi selaku Wakil Presiden PFA menyatakan pihaknya telah menempuh segala jalur hukum yang tersedia di dalam internal organisasi FIFA.
Baca Juga: FIFA Kenalkan Aturan Baru Kartu Merah di Piala Dunia 2026 untuk Perangi Rasisme
"Karena kami telah menghabiskan setiap jalur hukum yang memungkinkan di FIFA, kami akan tetap mengikuti aturan, mengikuti buku panduan, dan kami akan mengajukan banding atas keputusan tersebut karena kami menganggapnya sangat tidak adil," ujar Susan Shalabi.
Proses banding ke CAS menjadi harapan terakhir bagi PFA untuk mendapatkan pengakuan atas hak-hak wilayah sepak bola mereka yang dirampas.
Shalabi menekankan bahwa pihaknya tidak akan berhenti berjuang meskipun proses birokrasi di FIFA memakan waktu hingga lima belas tahun.
"Dewan (FIFA) memutuskan setelah 15 tahun pembahasan mengenai masalah ini untuk tidak memutuskan. Jadi satu-satunya tindakan yang kami miliki adalah pergi ke CAS dan mengajukan banding atas hal itu. Kami akan menjalani seluruh proses sampai kami mampu mencapai keadilan," tambah Shalabi.
Kehadiran delegasi Palestina di kongres internasional juga sempat mengalami hambatan administratif terkait pengurusan visa keberangkatan mereka ke Kanada.
Meskipun sempat ada penolakan, tekanan diplomatik dan pemberitaan media akhirnya membuat sebagian besar permohonan visa pejabat PFA disetujui.
Berita Terkait
Terpopuler
- 6 Pilihan HP Flagship Paling Murah, Spek Sultan Harga Teman
- 5 HP 5G Terbaru RAM 12 GB, Spek Kencang untuk Budget Rp3 Juta
- 5 Pilihan Sepatu Lari Hoka Murah di Sports Station, Harga Diskon 50 Persen
- 5 Parfum Aroma Segar Buat Pesepeda, Anti Bau Badan Meski Gowes Seharian
- 5 Sepeda Listrik Jarak Tempuh Terjauh, Tahan Air dan Aman Melintasi Gerimis
Pilihan
-
7 Sabun Mandi Cair Wangi Mewah yang Bikin Rileks Setelah Pulang Kerja, Ada yang Mirip Aroma Spa
-
Mantan Istri Andre Taulany Dilaporkan ke Polisi, Diduga Aniaya Karyawan
-
Stasiun Bekasi Timur akan Kembali Beroperasi Lagi Siang Ini
-
Truk Tangki BBM Meledak Hebat di Banyuasin, 4 Pekerja Terbakar saat Api Membumbung Tinggi
-
RS Polri Berhasil Identifikasi 10 Jenazah Korban Tabrakan Kereta di Bekasi Timur, Ini Nama-namanya
Terkini
-
Frans Putros Fokus Hadapi Bhayangkara, Persib Bidik Sapu Bersih Lima Laga
-
Misi Wajib Menang, Persib Bandung Enggan Gegabah Lawan Bhayangkara FC
-
Siap Beri Kejutan, Paul Munster Tegaskan Bhayangkara FC Sudah Pelajari Kekuatan Persib
-
Jadwal Semifinal Liga Europa 2026: Nottingham Forest vs Aston Villa, Braga Tantang Freiburg
-
Simeone Yakin 'Jimat' Atletico Madrid Fit di Leg Kedua Lawan Arsenal
-
Arteta Geram! VAR Gagalkan Kemenangan Arsenal atas Atletico Madrid
-
Persib Krisis! Dua Pilar Utama Tumbang Jelang Lawan Bhayangkara FC, Bojan Hodak Putar Otak
-
Arsenal Diingatkan Gerrard: Tanpa Saka dan Eze, Mimpi Final Bisa Hancur
-
Bojan Hodak Waspadai Kebangkitan Bhayangkara FC: Persib Tak Akan Mudah Menang
-
Ben White Injak Lambang Atletico Madrid, Diego Simeone Ngamuk di Lorong Stadion