News / Internasional
Jum'at, 01 Mei 2026 | 13:42 WIB
Global Sumud Flotilla (Instagram.com/globalsumudflotilla)
Baca 10 detik
  • Konvoi Global Sumud Flotilla tetap melanjutkan misi kemanusiaan ke Gaza meski mengalami dugaan sabotase di perairan dekat Yunani.
  • Sebanyak 31 dari 53 kapal berhasil mencapai perairan aman setelah berangkat dari Barcelona pada 15 April 2026 lalu.
  • Partisipan dari 70 negara berkomitmen menyalurkan bantuan medis dan pangan bagi warga Palestina di tengah krisis kemanusiaan berlangsung.

Suara.com - Konvoi kemanusiaan Global Sumud Flotilla memutuskan tetap melanjutkan pelayaran menuju Jalur Gaza setelah mengalami dugaan sabotase di perairan internasional.

Meski sejumlah kapal mengalami kerusakan pada sistem navigasi dan mesin, armada bantuan tersebut menolak mundur. Mereka kini melakukan pengecekan sebelum kembali melanjutkan misi kemanusiaan.

Armada yang melibatkan peserta dari 70 negara ini menjadi simbol solidaritas internasional bagi warga Palestina di Gaza.

Dugaan Sabotase di Laut Lepas

Global Sumud Flotilla (Instagram.com/globalsumudflotilla)

Global Sumud Flotilla menyatakan 31 dari 53 kapal yang berlayar berhasil mencapai perairan aman usai insiden tersebut.

"Meski ada upaya untuk menggagalkan misi ini, tekad para partisipan tetap kuat. Sebanyak 31 kapal berhasil mencapai perairan aman dan kini tengah melakukan pengecekan ulang sebelum melanjutkan perjalanan ke Gaza," demikian pernyataan armada melalui Telegram, Kamis (30/4).

Konvoi ini berangkat dari Barcelona, Spanyol, pada 15 April 2026.

Penyelenggara menyebut insiden terjadi di perairan internasional dekat Kreta, Yunani. Mereka menuduh militer Israel mengganggu perjalanan armada.

Sejumlah aktivis mengaku kapal mengalami kerusakan pada mesin dan sistem navigasi setelah insiden tersebut.

Baca Juga: 11 Tentara dan Polisi Israel Dilaporkan Bunuh Diri, Tekanan Perang Gaza Disorot

Misi Kemanusiaan ke Gaza

Global Sumud Flotilla (Instagram.com/globalsumudflotilla)

Global Sumud Flotilla membawa bantuan medis, pangan, dan kebutuhan darurat bagi warga Gaza yang menghadapi krisis kemanusiaan.

Misi ini didukung peserta dari 70 negara sebagai bentuk solidaritas internasional terhadap rakyat Palestina.

Saat ini, kapal-kapal yang terdampak masih menjalani perbaikan agar dapat kembali melanjutkan pelayaran.

Penyelenggara menegaskan, mereka tetap berkomitmen menyalurkan bantuan kemanusiaan ke Jalur Gaza meski menghadapi berbagai hambatan di laut, demikian Antara.

Load More