News / Internasional
Kamis, 30 April 2026 | 07:27 WIB
Sejumla tentara Israel selama operasi militer di Qabatiya, dekat Jenin, di Tepi Barat (Dok. Reuters)
Baca 10 detik
  • Militer Israel mencegat armada Global Sumud yang membawa bantuan kemanusiaan bagi warga Gaza di perairan internasional Mediterania.
  • Pasukan Israel menggunakan teknologi pengacau sinyal serta senjata untuk mengepung dan menguasai sejumlah kapal milik para aktivis.
  • Aksi militer tersebut memutus komunikasi armada dan memicu tekanan internasional terkait akses bantuan kemanusiaan di wilayah Gaza.

Suara.com - Militer Israel dilaporkan mulai mencegat kapal-kapal bantuan kemanusiaan milik armada Global Sumud Flotilla yang tengah menuju Gaza.

Dilansir dari Aljazeera, operasi militer Israel dilakukan di Laut Mediterania dengan teknologi pengacau sinyal serta tim bersenjata.

Global Sumud menyebut kapal mereka didekati speedboat militer yang mengidentifikasi diri sebagai pasukan Israel.

Para aktivis mengklaim personel bersenjata menodongkan laser dan senjata semi-otomatis sambil memerintahkan peserta berlutut di dek kapal.

“Militer Israel secara ilegal mengepung armada kami di perairan internasional dan mengancam penculikan serta kekerasan,” demikian pernyataan Global Sumud melalui media sosial.

Menembus Blokade Gaza: Saat Solidaritas Global Berlayar Lewat GSF 2.0. (Dok. Istimewa)

Radio militer Israel menyebut sedikitnya tujuh dari 58 kapal dalam armada telah dikuasai di dekat Pulau Crete, Yunani.

Sementara kontak komunikasi dengan 11 kapal lainnya dilaporkan terputus.

Juru bicara Global Sumud, Gur Tsabar, mengecam tindakan Israel sebagai serangan langsung terhadap kapal sipil tak bersenjata di perairan internasional.

Tsabar menilai operasi tersebut melanggar hukum internasional karena dilakukan ratusan mil dari wilayah Israel.

Baca Juga: Perang Belum Usai! Malam Ini Militer Iran Siaga Tempur Lawan AS-Israel

Aktivis di atas kapal, Tariq Ra’ouf, mengatakan armada dikelilingi kapal perang besar sebelum perahu militer kecil dan drone dikerahkan.

Menurutnya, komunikasi radio armada juga diganggu oleh militer Israel melalui taktik jamming.

Israel disebut telah memperingatkan seluruh kapal untuk berbalik arah dan mengancam akan menghentikan misi dengan segala cara bila tetap melanjutkan perjalanan menuju Gaza.

Armada Global Sumud membawa lebih dari 400 aktivis dan relawan internasional dalam upaya menyalurkan bantuan ke Gaza, wilayah yang masih berada di bawah blokade ketat Israel di tengah perang berkepanjangan.

Ketegangan terbaru ini diperkirakan semakin memperbesar tekanan internasional terhadap Israel terkait akses bantuan kemanusiaan ke Gaza.

Load More